Perawatan Saluran Akar Gigi di Poli Endodontik

Sedikit menyesali keputusan, 

"Kenapa waku itu, geraham kananku gak langsung ditambal?"

Padahal, Ica, Dokter Gigi sekaligus teman SMP yang merawat organ dalam mulutku sudah memberitahu jika gigi geraham di bagian kanan bawah itu berlubang. Dua tahun lalu, kondisinya tentu belum separah sekarang. Namun, saat ica bilang, "Vi, yang ini juga berlubang". Seharusnya aku langsung memintanya untuk menindaklanjuti. Jadinya, nggak harus bolak-balik ke Poli Gigi seperti sekarang. Seolah, ketidaktahuan saat menggunakan behel ke Ahli gigi alih-alih profesional 2007 silam jadi permasalahan kesehatan gigi yang tak ada habisnya dan masih terus berdampak hingga sekarang. 

Untuk aku yang selalu terkendala waktu, mager dan moody, berurusan ke Dokter Gigi membutuh perjuangan dan energi lebih. Mengingat jadwal praktek yang beriringan dengan jam kerja bahkan mungkin tidak pernah cocok atau... entahlah! Mungkin akunya saja yang terus mencari-cari alasan. Ditambah, permintaan rujukan untuk melakukan rontgen gigi terlebih dahulu sebelum dilakukan tindakan perawatan gigi lantas menjadi faktor utama pemicu mengapa semua terasa terus diulur waktu. Bahkan jauh sebelum Ica memintaku untuk melakukan rontgen gigi ke Rumah Sakit yang lebih lengkap dan berdalih jika ditempat praktiknya alat-alat perawatan akar gigi tidak tersedia, beberapa kali Dokter Spesialis Gigi Puskesmas terdekat juga terus mengarahkanku hal yang sama, melakukan prosedur medis radiografi gigi sebelum menindaklanjuti gigi gerahamku lebih jauh. Dan tarik ulur rontgen gigi pun sudah berlangsung sejak 2017 silam. Namun, aku benar-benar harus mempertimbangkan kembali keputusan ini mengingat persiapan Medical Check Up sudah di depan mata. 

1. Puskesmas Kecamatan Setiabudi

Tepatnya sudah 2x kali dirujuk untuk rontgen gigi ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi, 8 tahun berlalu dan sekarang fasilitas tersebut tampaknya tak lagi tersedia. Ditambah pertimbangan sebagai pasien mandiri yang sudah tidak dicover oleh Asuransi dan BPJS menjadi alasan lain mengapa memutuskan mengunjungi Pusat Kesehatan Masyarakat di Kecamatan. Namun sepertinya semesta hari ini sedang tidak berpihak! Berharap semua akan berjalan sesuai rencana, naasnya saat memasuki ruang tindakan dan berbaring di kursi dental, aku benar-benar tidak sanggup membendung rasa sakit dan meringis ngilu saat gigi geraham ku hendak ditambal. 

Kata dokternya, 

"Ini sih gak bisa sekedar ditambal karena udah kena ke akar".  

Alih-alih melanjutkan tindakan tersebut, aku hanya diresepkan antibiotik untuk penghilang rasa sakit dan harus dirujuk ke Rumah Sakit lainnya dengan alasan fasilitas anastesi yang terbatas. Seolah, usahaku untuk mendapatkan tindakan dan perawatan gigi pun berjalan sia-sia. 

2. RUMKITAL dr. Mintohardjo Jakarta

Day 1

Diberi jeda 3 hari untuk mengkonsumsi antibiotik yang sebelumnya diresepkan oleh Dokter Gigi di Puskesmas, akhirnya aku memutuskan untuk mengunjungi RS TNI AL dr. Mintohardjo sesuai rujukan. Dan lagi, meluangkan waktu di jam istirahat membuatku kehabisan jatah registrasi siang itu yang hanya beroperasional dari jam 07.00-12.00 WIB hingga seorang petugas Administrasi kemudian menyarankanku datang kembali esok hari. 

Day 2

Pasien Mandiri

POLI ENDODONTIK

Datang lebih pagi sesuai arahan lalu mengambil tiket antrian terlebih dahulu! Sebagai pasien baru, prosedur administrasi kemudian menjadi salah satu hal yang harus dilakukan setibanya di Rumah Sakit. Lantas, ditaruh di loket 5 untuk registrasi dan pengisian data diri, kemudian aku diarahkan ke bagian kasir untuk membayar biaya pendaftaran sebelum menuju praktek dokter di Poli Gigi Endodontik yang terletak di Gedung B lantai 3 Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Mintohardjo. 

Sebelum memasuki ruang tindakan dan bertemu dengan dokter yang bertugas, seorang perawat kemudian melakukan tindakan anamnesis dengan mengukur tensi pasien hingga mencatat rekam medis, termasuk memberikan pertanyaaan seputar riwayat kesehatan. Momentum konsultasi tersebut kemudian menjadi ajang ku menceritakan kronologi kesehatan gigi yang terus bermasalah ini, mengingat kali ini akan melakukan perawatan lebih dari satu, mulai dari penambalan yang berujung PSA, pencabutan hingga pembersihan karang gigi. Sebagai pasien baru, aku diberi gambaran seputar tindakan apa nantinya yang akan dilakukan, seperti apa cara perawatan hingga berapa kisaran biaya yang akan dikenakan. Terakhir, aku diminta untuk mempertimbangkan kembali agar menggunakan faskes alih-alih menjadi pasien mandiri.

A. Perawatan Akar Gigi

Menyelamatkan gigi yang rusak parah dengan melakukan Perawatan akar gigi di bagian geraham kanan bawah adalah tindakan pertama yang dilakukan oleh drg. Agung Wibowo, Sp.KG bersama dua asisten dokternya. Tak bisa diselesaikan hanya dalam satu kali kunjungan mengingat namanya "perawatan akar", diketahui tindakan Perawatan Saluran Akar (PSA) merupakan prosedur pengangkatan pulpa (jaringan saraf dan pembuluh darah) yang mungkin sudah terinfeksi atau parahnya sudah mati dari bagian tengah gigi tanpa harus mencabut gigi geraham dimaksud. 

Tak serumit yang dibayangkan, tindakan rontgen gigi yang selama ini menjadi hambatan utama tidak berlaku dalam perawatan gigi rusakku kali ini. Alih-alih mengambil gambar bagian dalam gigi, tulang dan jaringan mulut, Dokter Spesialis Konservasi Gigi sekaligus Letkol Laut tersebut langsung memberikan anastesi di sekitar gusi dalam dan luar gigi sebelum melakukan prosedur lebih lanjut. Memberikan bius lokal pun dilakukan agar mematikan rasa nyeri pada bagian gigi yang akan ditindak. Perlahan, area gigi dan sekitarnya mulai dibersihkan. Meski masih terasa sedikit ngilu, beberapa kali suntikan tambahan akhirnya membuat rasa kebas mulai merata di area gusi. 

a. Ekstirpasi Pulpa

Begitu anestesi bekerja maksimal, dokter mulai membuat lubang kecil pada permukaan gigi menggunakan Dental Bur untuk mengakses saluran akar. Selama proses PSA berlangsung, jaringan saraf dan bakteri dalam saluran akar juga ikut dibersihkan menggunakan alat kecil bernama Endodontic ReamerYang paling membuatku bergidik bukanlah jarum suntiknya, melainkan aroma khas logam terbakar yang muncul saat bor gigi bergesekan dengan alat medis lainnya. Rasanya jauh lebih menyeramkan daripada suntikan anastesi yang dilakukan berulang-ulang pagi ini. 

b. Preparasi Saluran Akar

Saat tindakan PSA dilakukan, gigi yang sebelumnya berlubang hitam, kini tampak menganga besar setelah seluruh jaringan saraf dan pembuluh darahnya diangkat. Pokoknya selama prosedur berlangsung, Dokter Agung tak hentinya memberikan penjelasan logis tentang setiap kondisi kesehatan gigi ku serta apa saja yang sedang dan akan dilakukan, seolah membuatku merasa dilibatkan dan bukan sekadar pasien pasif. 

c. Pengaplikasian Medikamentosa

Sebelum gigi ditutup secara permanen dengan mahkota, dokter menjelaskan bahwa rongga yang kosong akan terlebih dahulu didesinfeksi dan diisi dengan bahan pengisi saluran akar khusus Medikamentosa berupa Calcium Hydroxide dalam bentuk pasta atau suspensi kental. Tujuannya untuk memastikan area gigi tetap steril, menghambat pertumbuhan bakteri serta merangsang pembentukan dentin reparatif yakni jaringan keras baru yang berfungsi melindungi struktur gigi yang tersisa. 

Dokter Agung menjelaskan, "Takutnya, terburu-buru memasangkan mahkota gigi di hari yang sama akan berujung infeksi lainnya karena kondisi akar yang baru saja diangkat". 

Oleh karenanya, kondisi gigi akan dipantau sampai kunjungan 3-4 sambil menunggu bahan medikamentosa yang ditinggal di dalam saluran akar selama periode tertentu berfungsi dengan baik. Pokoknya selama penjelasan berlangsung, Asisten Dokter juga turut mencatatkan diagnosis serta menjadwalkan sesi perawatan berikutnya dimana masih ada masa tunggu 1–14 hari ke depan untuk membiarkan obat yang dimasukkan ke dalam gigi dan bekerja maksimal.

Surat Keterangan Dokter terkait diagnosa, terapi hingga jadwal kontrol berikutnya

  1. Diagnosa: 45 Pulpitis 
    a. Pulpitis : Melansir dari laman Alodokter, Pulpitis merupakan peradangan pada pulpa gigi yaitu saluran akar gigi yang terjadi akibat kerusakan gigi berlubang yang tidak segera ditangani. Umumnya kondisi pulpitis dapat menimbulkan gejala berupa rasa nyeri pada saat mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, dingin, atau panas hingga menimbulkan bau mulut.
    b. Gigi No.45 adalah gigi premolar kedua yang terletak pada rahang kanan bawah menurut sistem penomoran universal. 
  2. Terapi: Vital Pulpectomy
    Terapi vital pulpektomi adalah perawatan endodontik yang bertujuan menyelamatkan gigi dengan mengangkat seluruh jaringan pulpa yang meradang (baik di mahkota maupun akar), terutama pada gigi dengan kerusakan luas atau infeksi yang tidak dapat dihindari. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa sakit, mencegah infeksi lanjutan, dan mengawetkan gigi agar tetap dapat berfungsi dengan baik .
  3. Tindakan: Endodontik Gigi
    Tindakan endodontik gigi adalah perawatan saluran akar, prosedur medis untuk mengobati dan menyelamatkan gigi yang rusak parah atau terinfeksi pada jaringan pulpa di dalam gigi, yang bertujuan untuk mengatasi rasa sakit dan mencegah komplikasi serius tanpa perlu mencabut gigi.

BPJS Kelas 2

Jika dipikir-pikir, jauh merasa diuntungkan jika aku mengaktivasi ulang fasilitas kesehatan yang didapat dari program pemerintah tersebut, mengingat nominal biaya tindakan di hari pertama saja sudah lebih dari angka setengah juta rupiah, belum lagi uang pendaftaran di setiap kunjungan kisaran ratusan ribu. Ditambah, biaya perawatan lanjutan yang masih akan terus berlangsung untuk beberapa waktu ke depan. Jika diprediksi total yang akan dikeluarkan akan jauh berkali-kali lipat lebih besar, pastinya sangat menguras kantong. Untungnya aku bertemu orang yang tepat, jadi tak harus mengunjungi kantor Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan terdekat melainkan diarahkan langsung ke Gedung Hiperbarik RS TNI AL dr. Mintohardjo Benhil untuk bertemu salah satu petugas BPJS yang bertugas disana. 

Aku bertemu bpk. Bahrul Alam, petugas administrasi kesehatan yang dengan sigap membantu proses pengaktifan kembali layanan BPJS kesehatan dari awal sampai akhir. Mulai dari registrasi, pemindahan faskes, surat rujukan, hingga pengambilan nomor antrian di loket tanpa harus menunggu dan bolak-balik. 

Surat Rujukan 

2.a. Klinik TNI AL Bendungan Hilir

Surat Rujukan dari Faskes yang terdaftar di Klinik TNI AL Bendungan Hilir, Jakarta Pusat

Day 15

d. Temporary Filling

Dijadwalkan kembali melakukan Perawatan Saluran Akrar Gigi dikunjungan berikutnya, kali ini drg. Agung Wibowo dibantu oleh Asisten Dokter serta perawat yang bertugas mencoba membongkar tambalan sementara dan mengganti obat yang ditanam di dalam saluran akar gigi geraham kanankuYang berbeda, jika dikunjungan pertama menggunakan anastesi, kali ini semua terasa organik tanpa adanya penghilang rasa sakit. 

Bisa dibilang, walau prosesnya nggak seseram yang dibayangkan, tapi tetap bikin deg-degan karena bayangkan saja, bongkaran gigi yang sudah dikosongkan dan pernah diambil jaringan pulpanya tersebut harus kembali bertemu dengan alat medis Endodontic File yang bentuknya menyerupai jarum halus ulir spiral lalu ditusukkan secara bergantian. Sedikit kejam terdengar, namun hal ini dilakukan guna membersihkan, mengikis dan membentuk dinding saluran akar dari sisa jaringan pulpa yang sudah mati, bakteri serta kotoran yang mungkin masih tertinggal setelah perawatan awalSekali lagi, tanpa obat penahan rasa sakit! Pastinya akan muncul sensasi ngilu setiap kali tekanan yang disebabkan oleh pergantian file dengan ukuran bertahap tersebut masuk ke dalam saluran akar, namun dokter Agung mengakalinya dengan sesekali membilas bagian dalam gigiku menggunakan larutan khusus NaOCI yang disemprotkan menggunakan jarum irigasi endodontik. Alhasil, situasi mencekam tersebut bisa dilewati dalam hitungan menit. 

Day 22

e. Obturasi

Jika dipertemuan sebelumnya ada obat-obatan yang ditempatkan dalam saluran akar, butuh waktu hingga 7 hari ke depan untuk bisa lanjut ke tahap berikutnya. Bahkan jika dihitung secara keseluruhan, proses perawatan saluran akar dapat memakan waktu hampir sebulan. Selama kunjungan tersebut, dokter Agung selalu mengevaluasi setiap perkembangan terbarunya. Hal itu dilakukan guna mengurangi resiko peradangan, kegagalan atau kemungkinan infeksi berulang. Makanya setelah tambalan sementara dibuka untuk kedua kalinya hingga hasilnya dinyatakan baik, proses obturasi permanen secara bertahap pun dapat dilakukan. 

Dalam pengerjaannya, drg. Agung Wibowo dibantu oleh Asisten Dokter mulai memanaskan Gutta Percha sebelum memasukkannya ke dalam saluran akar sedikit demi sedikit agar dapat tertutup rapat. Baik Dental Bur maupun Endodontic File, buat orang awam sepertiku mungkin semua alat medis tersebut terlihat sama seperti jarum, tusukan, tajam dan bikin ngilu. Namun kini, aku bertemu dengan Master Cone Gutta Percha yang bentuknya tidak jauh berbeda. Anyway, dalam istilah medis prosedur obturasi ini ada yang namanya Teknik Kondensasi Vertikal dimana aplikasi sealer endodontik dapat dilakukan berangsur-angsur, lalu diikuti dengan penutupan sealer ke saluran akar hingga seluruh bagian tanpa celah.

Day 29

f. Laser Finishing

POLI KONSERVASI GIGI

Sempat buat janji temu dokter namun mangkir, lalu di minggu berikutnya gagal bertemu Dokter Agung yang bentrok dengan jadwal seminar, untuk kesekian kalinya aku kembali mendatangi RSAL dr. Mintohardjo Jakarta. Akhirnya bertemu dengan dokter gigi yang sama, namun melanjutkan tahap akhir PSA dilakukan di Poli konservasi Gigi dan bukan di Poli Endodontik. Bisa dibilang, masih ada tahapan restorasi akhir pasca obturasi yang harus dikerjakan, yang merupakan bagian penting dari tindakan Perawatan Saluran Akar Gigi. 

45 Pulpitis terlihat dari hasil X-Ray

Setelah mengantri cukup lama, tindakan Laser Finishing dalam Perawatan Saluran Akar gigi ini akhirnya terlaksana juga. Penanganan yang cukup intens pada kontrol kunjungan ke-4 sengaja dilakukan guna menyempurnakan proses pembersihan dan penutupan saluran akar gigi secara permanen. Prosesnya, setelah mengangkat pulpa yang terinfeksi, dokter kembali membuka tambalan Amalgam lama. Setelah itu, diganti menggunakan komposit resin sehingga mahkota gigi pun mulai dibentuk menyesuaikan anatomi gigi. Dan kembali memainkan alat kedokteran di dalam rongga mulut, aku cuma bisa menyaksikan dari pantulan kaca apa saja yang dilakukan dokter gigi pagi itu. Dibantu oleh Asisten Dokter yang bertugas, drg. Agung tampak mengikir dengan terus dibantu disemprotkan larutan irigasi. Setelah itu mengoles obat-obatan hingga membuat isian gigi seperti aslinya, selanjutnya laser pun mulai ditembakkan sebanyak tiga kali untuk menghilangkan sisa-sisa jaringan pulp yang mungkin masih tertinggal di dalam saluran akar. Bahkan, penerapan teknik modern pada prosedur PSA ini diupayakan untuk meningkatkan disinfeksi, membersihkan sisa-sisa bahan obturasi dan mungkin memperbaiki kualitas segel di dalam saluran akar tanpa merusak struktur gigi.  

Baca selengkapnya: Prosedur Perawatan Gigi selanjutnya...

Comments