FAQ

A. FILM KARTUN

Bagi gadis kecil sepertiku yang tumbuh di era peralihan gelombang penyiaran suara dan gambar dalam rentang waktu 90s to 2000 something, televisi bukanlah sekadar hiburan semata melainkan jendela kecil yang mencoba merasuk ke dunia imajinasi anak-anak di usia sepantaran. Di masa ketika internet belum mudah diakses, layar kaca tersebut tentunya menjadi teman setia yang kerap menghadirkan berbagai tayangan menarik, seperti film kartun yang selalu dinanti di akhir pekan misalnya. Lantas,

Apa tontonan favorit?

Aku tumbuh bersama tontonan Walt Disney Animation Studios. 

Ceritanya sederhana namun hangat, penuh petualangan, mimpi dan harapan. Tidak heran tayangan kartun disney cukup membuat masa kecilku terasa shining-shimmering-splendid. ✨

Dulu dan sekarang, selain tontonan bahkan playlist Spotify pun masih dipenuhi original soundtrack film Disney. Hingga kini saat sudah menjadi ibu, menonton tayangan di Disney+ Hotstar bersama anak justru terasa seperti perjalanan kecil kembali ke masa lalu. Seolah mengulang kenangan yang dulu begitu dekat. 

Tokoh kartun kesukaan: Mickey Mouse 

B. SERIAL TELEVISI

Memasuki masa remaja, tontonan pun ikut berubah. Camp Rock, Hannah Montana, High School Musical, dan berbagai judul lain menjadi hiburan dari siang hingga sore, teman santai setelah mandi sepulang sekolah, bahkan telenovela.

Seketika, era keemasan drama Meksiko di Indonesia turut mendominasi kisah-kisah dramatis seperti kemunculan:

  • Amigos X Siempre
  • Cerita de Angel
  • Cinta Paulina
  • Maria Belen
  • Gotita de Amor; etc

Guilty Pleasure Reality TV Shows is...

Sejak era TV kabel hingga mulai mengenal berlangganan OTT, aku tak pernah ketinggalan hampir seluruh perjalanan Keeping Up With THE KARDASHIANS, bahkan dari season 1 sampai 20 di platform streaming Prime Video, Netflix lalu berlanjut ke The Kardashians season 1–6 di Disney+

Mengikuti dinamika keluarga Kardashians di waktu luang, dari fase kenakalan remaja duo Jenner hingga kini tumbuh menjadi sosok publik yang paling banyak diikuti seantero dunia, tayangan favorit itu terasa seperti hiburan ringan yang selalu seru untuk ditonton ulang.

Karakter favorit: KENDALL JENNER

The quiet confidence, aura effortless dan suka segala hal tentang Kendall Jenner

Tumbuh besar di era milenium banyak yang bilang berarti sedang hidup di persimpangan, karena berbagai tren terus berdatangan. Yap! Bagi anak-anak yang lahir di awal 90-an, hal itu benar-benar mengisi masa keemasan. Termasuk salah satunya saat istilah “kebarat-baratan” sering dikumandangkan, Hollywood justru menjadi kiblat hiburan. Lalu tontonan latin, kemudian bergeser dan mencong ke pangsar Asia, seketika sosok Dao Ming Si atau Tomingse pun menjelma menjadi tipe cowok ideal, walau sejak hari pertama telah jatuh hati pada Vic Zhou, sementara demam Meteor Garden dan budaya perdracinan mulai mewabah.

Hingga suatu hari, gelombang baru datang: Badai K-Wave perlahan mengambil alih panggung hiburan.

C. DRAMA

Ketika budaya Korea Selatan mulai dikenal luas, sudut pandang terhadap tren hiburan pun ikut berubah. Selain gaya berpakaian, dunia make-up dan beauty standard juga ikut berpengaruh. Segala hal kemudian yang berbau Korea perlahan menjadi magnet tersendiri.

Tayangan drama Korea maupun variety show seakan mengambil alih layar tontonan banyak orang. Tidak jarang, drakor pun menjadi hiburan yang menemani hari-hari di masa kuliah.

3 Drakor sepanjang masa

1. Reply 1988

Karakter favorit: Sung Deok-sun (Lee Hyeri) in-frame bareng Ryu Dong-ryong (Lee Dong-hwi)

Visual yang bikin berkesan: Go Kyung-pyo

Ngeship-in: Lee Hyeri and Ryu Jun-yeol in real life

Walaupun lahir di awal 90-an, suasana kehidupan yang digambarkan di Reply 1988 terasa sangat dekat dengan masa kecilku. Hidup sederhana tapi hangat seperti halnya berbagi makanan dengan tetangga, menonton TV bersama di rumah tetangga hingga momen malam hari di ruang keluarga atau meja makan yang menjadi waktu berkumpul dengan orang-orang di rumah.

Sejauh ini, aku sudah re-watch Reply 1988 lebih dari 10 kali, termasuk menonton lanjutan seri Reply 1994 dan Reply 1997. Entah kenapa, serial ini selalu berhasil membawa kembali rasa hangat yang sama setiap kali ditonton ulang.

2. Hospital Playlist

Dalam serial Hospital Playlist, penonton tidak disuguhi karakter antagonis berlebihan atau konflik perselingkuhan sebagai inti cerita. Baik di season 1 maupun 2, drama ini justru menampilkan hangatnya persahabatan lima dokter yang telah berteman sejak lama.

Kisahnya sederhana: Tentang pertemanan 1 perempuan dan 4 laki-laki yang menjalani profesi yang sama, dibalut kehidupan sehari-hari di rumah sakit dengan pendekatan yang sangat humanis. Justru dari kesederhanaan itulah, ceritanya terasa dekat, hangat dan menenangkan untuk ditonton

Scene favorite: Kemunculan U-Ju

Couple of the year: Yang Seok Hyeong & Chu Min Ha

3. PRISON PLAYBOOK

Kemunculan serial Reply (1988,1994 1997), Prison Playbook hingga Hospital Playlist 1&2 membuat rasa penasaranku muncul, siapa sutradara yang sukses meramu cerita sederhana tentang kehidupan sehari-hari menjadi kisah hangat, manusiawi, dan terasa sangat dekat dengan realitas penonton itu?

Setelah menemukan jawabannya, jujur sangat berkesan. Bagiku, karya Shin Won-ho terasa tidak ada satupun yang gagal, karena selain jago bikin tontonan populer dengan rating tinggi, ia juga berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi penontonnya. Sama halnya aku yang begitu mengagumi musikalitas dan hampir semua karya-karya hits ciptaan Yovie Widianto.

Comments