Kegiatan TK-A di Semester Dua
SEBELUMNYA: KEGIATAN SEMESTER I TK-A
JANUARI
Usai liburan akhir tahun, siswa/i TK Aisyiyah-13 kembali beraktivitas di Sekolah. Jalan Karbela No. 9 RT/003 RW/04 Karet Setiabudi-Jakarta Selatan kembali menjadi titik pengantaran yang terus beraktivitas setiap harinya. Pemandangan salam sapa, sekumpulan anak-anak yang bermain di area TK dan sorak-sorai khas setiap pagi terus terlihat hingga memasuki semester ke dua tahun ajaran. Selain proses belajar mengajar di sekolah hari efektif dengan tema Alam semesta, serangkaian kegiatan yang dilakukan di bulan ini salah satunya:
1. Field Trip Geoubound
📍The Highland Park Resort Hotel Bogor
Bukan untuk menginap namun untuk kegiatan Geobound! Kemudian, The Highland Park Resort Bogor menjadi tempat yang akan dikunjungi rombongan TK di semester kedua sesuai tema pembelajaran, setelah di semester awal mengadakan fieldtrip ke Ragunan. Berbeda dengan fieldtrip pertama, karyawisata anak-anak kali ini wajib didampingi oleh orang tua atau wali murid. Usai menempuh 66 KM perjalanan melewati Tol Jagorawi, akhirnya rombongan tiba di salah satu resort yang terletak di dekat Taman Nasional Halimun Ciapus-Kab. Bogor.
Adapun kegiatan yang berlangsung selama acara field trip kali ini berupa:
a. Edukasi PGIC
Setelah berhasil melewati medan jalan yang cukup susah diakses oleh bus Primajasa berukuran besar menuju kaki Gunung Salak, sejumlah anak TK Aisyiyah dikumpulkan di satu titik. Lokasi pertama yang dituju kemudian sebuah bangunan yang menyimpan hasil alam dan didesain seperti tempat pertunjukkan kecil tepat di bawah coffee shop bernama Kopi HiP.
Kerap dijadikan destinasi anak sekolah TK untuk mengenal alam, perwakilan Kemenparekraf yang bertugas di tempat wisata tersebut mengenalkan alat musik tradisional Bogor, Jawa Barat. Terbuat dari bambu, Angklung Gubrang, Langir Badong, Seruling dan beberapa alat musik lainnya turut dimainkan selama pertunjukkan berlangsung. Setelah itu, anak-anak diajak menonton tayangan seputar kesenian dan budidaya alam Bogor sembari orangtua diberikan penjelasan beberapa jenis hasil alam bebatuan dari kota yang terletak di Tanah Sunda tersebut.
b. Menanam benih di taman bunga dan sayur
c. Animal Feeding
d. Eksplore di Wahana Low Rope
e. Menangkap ikan
f. Berenang
FEBRUARI
2. Market Day
MARET
3. Sambut Ramadhan Kareem
- Libur di awal puasa yang dimulai dari tanggal 27 Feb s.d 5 Maret 2025
- Perayaan atau parade di sepanjang jalan sekitaran sekolah diiringi permainan drumband
- Kegiatan belajar mengajar yang hanya berlangsung selama 2 pekan
- Selain diminta mengenakan baju muslim, selama bulan ramadhan anak-anak juga dibiasakan membawa uang infaq ke sekolah. Dan itu berlaku setiap hari
- Acara santunan anak yatim piatu
![]() |
| Sekolah dan Yayasan mengundang anak-anak Panti Asuhan untuk diberikan santunan berupa uang dan bingkisan yang dikumpulkan dari uang infaq&sedekah anak-anak selama bulan Ramadhan |
- Buka puasa bersama pengurus yayasan, pengajar, siswa/i dan wali murid
- Pembagian sembako oleh anak-anak kepada guru dan petugas kebersihan di sekolah
- Libur lebaran dari tanggal 24 Maret s.d 11 April 2025
APRIL
4. Halal Bihalal
Usai libur lebaran, rangkaian perayaan bernuansa islami masih terus berlangsung di minggu awal. Uniknya, tradisi yang dilakukan seusai lebaran pun diusung tematik untuk peserta 5-7 tahun tersebut dimana masing-masing dari mereka diminta untuk menggunakan baju lebaran serta membawa setoples kue khas hari raya. Bentuk kecil dalam mengapresiasi kesenangan anak-anak seusianya dengan menyantap kue manis dan mengenakan baju baru bersama teman-teman di sekolah dikemas dengan acara Halal Bihalal.
MEI
5. IGTKI HARDIKNAS
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Kantor Kelurahan Setiabudi-Jakarta Selatan mempersilakan diri menjadi tuan rumah untuk pertemuan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak dikawasan tersebut. Konon, lomba di Kantor Kecamatan menjadi agenda rutin yang dihadiri oleh TK yang berada di kawasan Setiabudi-Jakarta Selatan setiap tahunnya.
a. Color Guard
Di sesi awal perayaan acara, salah satu pertunjukkan yang ditampilkan oleh peserta didik TK Aisyiyah 13 Jakarta ialah permainan alat musik Marching Band lengkap bersama Color Guide.
![]() |
| Penampilan Marching Band bersama Color Guard di Kantor Kecamatan Setiabudi |
Diketahui, Color Guard merupakan pasukan visual dalam marching band yang menggunakan peralatan seperti bendera, rifle, dan sabre untuk menambah keindahan penampilan.
b. Lomba IGTKI
Usai tampil, kemudian peserta didik diminta untuk mengganti kostum lalu berkumpul sesuai dengan jenis lomba yang diperankan. Ada yang mengikuti lomba lari bendera, menampilkan gerakan senam, memasukkan bola ke keranjang hingga mengumpulkan bola warna.
Setelah berperan menjadi Color guide, kemudian Kannel kembali terlibat dalam lomba mengumpulkan bola warna hingga bersama 4 orang teman yang lain berkesempatan menang Harapan 3.
JUNI
Mendekati akhir tahun pembelajaran di sekolah, tanpa terasa anak-anak bersiap menerima Rapor Semester II Tahun Ajaran 2024-2025.
Baca selengkapnya: Rapor Pertama Kannel
Libur akhir sekolah segera tiba, itu artinya sebentar lagi kenaikan kelas pun sudah di depan mata. Tanpa terasa, Kannel, Queera, Kaivan, Ahsan dan Kelas A lainnya bersiap-siap untuk naik ke kelas berikutnya. Namun sebelum itu, pertengahan Bulan Juni juga sangat ditunggu-tunggu. Sebuah event besar yang sudah dipersiapkan selama tahun ajaran akan segera dipertunjukkan. Mulai dari pentas seni, pelajaran alat musik hingga hafalan hadist, ayat suci, mars ataupun nyanyian selama 1 tahun pembelajaran di sekolah sebentar lagi akan ditampilkan di Pentas Seni.
6. PENTAS SENI
Pentas seni menjadi momen istimewa yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Islam di penghujung tahun pelajaran. Tak sekadar acara rutin, setiap tahunnya kegiatan ini berlangsung meriah dengan menghadirkan jajaran pengurus Yayasan Aisyiyah serta para orangtua murid yang antusias menyaksikan penampilan anak-anak. Dihari yang telah ditunggu-tunggu tersebut, seluruh pertunjukan merupakan hasil latihan dan persiapan yang dilakukan sepanjang tahun pelajaran yang menjadi sebuah persembahan dalam mencerminkan proses belajar, kerja sama dan keberanian anak-anak untuk tampil percaya diri di atas panggung.
Adapun penampilan yang ditunjukkan anak-anak di atas pentas berupa:
a. Tahfidz, bacaan Asmaul Husna, lagu Hafidz Qur'an
Menomersatukan pendidikan agama Islam, sesuai namanya kegiatan ini berlangsung dengan tidak meninggalkan unsur islami dari awal hingga akhir terselenggara. Mewajibkan setiap orangtua yang hadir untuk berpakaian muslim, sopan dan menutup aurat, suasana pun dibangun semakin syarat akan keagamaan usai lantunan ayat suci Al-qur'an, bacaan Asmaul Husna, senandung Hafidz Qur'an silih berganti menjadi penampilan utama anak-anak berusia 4-7 tahun di atas pentas. Kemudian, ada fase dimana penghargaan dan penilaian terkait Hafalan Surat Terbaik turut dibagikan kepada anak-anak berprestasi yang turut dihadiahkan kepada orangtua dalam menjalankan peran sebagai sosok yang dianggap berhasil mendidik anak-anaknya untuk bisa menjadi sosok masa depan soleh-soleha.
b. Menari
Selain menanamkan pendidikan agama sejak dini, memperkenalkan jiwa nasionalisme kepada anak-anak turut menjadi program lanjutan dalam memberikan pengajaran di ruang lingkup sekolah. Salah satunya ialah kelas menari, masuk ke dalam salah satu materi pembelajaran di kurikulum yang mengedepankan Fun Learning tersebut. Berangkat dari keberagaman adat dan budaya di Indonesia, pengenalan Tarian Tradisional beserta Baju Adat menjadi salah satu agenda yang akan dipertontonkan di Pentas Seni tahun ini.
Disusun secara apik dan sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, masing-masing kelas kemudian menyiapkan penampilan terbaik untuk berpartisipasi dalam kegiatan Tari. Seperti:
- Kelompok Bermain: Tari Seledet Pong, Bali
- Kelas A: Tari Ampar-Ampar Pisang Kalimantan dan Tari Kecak Bali
- Kelas B: Tari Sinanggar Tulo, yang berasal dari Suku Batak-Toba Sumatera Utara
![]() |
| Kelas A yang menampilkan Tarian Ampar-ampar Pisang dan Tari Kecak |
- Cewek: Pakaian Tradisional Suku Adat Dayak, yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan
- Cowok: Pakaian Tradisional Suku Adat Bali
c. Angklung
Setiap hari kamis, keterampilan musikal anak-anak Kannel dkk turut dilatih guna menyesuaikan keteraturan mereka dalam membunyikan alat musik secara bersama-sama. Di kesempatan pertama, anak-anak kelompok A kemudian dipersilahkan tampil memainkan alat musik tradisional Angklung selama pertunjukkan berlangsung.
Diketahui, Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, khususnya dari daerah Sunda. Alat musik ini terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan sehingga menghasilkan bunyi yang khas. Angklung memiliki peran penting dalam budaya Sunda dan telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
c. Drum Band
Menggabungkan Kelas A dan B dalam penampilan permainan alat musik, kolaborasi anak-anak dalam menunjukkan bakat seni kali ini pun turut diapresiasi di berbagai kesempatan.Jika sebelumnya anak-anak selalu memeriahkan acara pawai, parade, lomba hingga tampil di Kecamatan, untuk pertama kalinya anak-anak unjuk diri di atas panggung sambil bermain alat musik Marching Band. Sebagai salah satu upaya untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri anak, siang itu mereka tampil hebat dihadapan tamu dan undangan acara.
Selanjutnya, perwakilan kelas kemudian mempersembahkan penampilan lainnya seperti membaca puisi dan ditutup oleh pengukuhan anak-anak Kelas B beserta ucapan Terima Kasih yang dihaturkan kepada ibu guru yang sudah menemani selama beberapa tahun terakhir di sekolah.








Comments