Nightlife: #innobali in DA MARIA

Ketika ego masing-masing mulai mencuat dimana Meri yang ingin nonton live music dan gak terlalu tertarik party, namun aku yang terus minta ditemani masuk klub malam, akhirnya sahabatku memilih untuk mengalah. Yey! Kata-kata andalan yang terus ku utarakan saat membujuknya, "Sebagai orang yang sedang melancong, belum afdol rasanya ke Bali jika tidak kesini". Namun, punya teman asli Bali tapi nggak suka party? Hhh

30 Menit di Livingstone sebelumnya dihabiskan dengan Meri yang terus menunjukkan video live musik di salah satu kafe sekitaran Petitenget, Seminyak nyatanya tidak mempan dengan aku yang terus-terusan merengek untuk masuk ke sebuah klub. Opsi yang saat itu terus terlintas di pikiran adalah La Favela. Dengan terus mengirimkan pesan ke sang suami, menggunakan privilege sedang jalan bareng warga lokal yang punya suami bekerja di Hospitality. Malam itu, kami dibantu oleh sang suami yang kebetulan bekerja jadi bartender di sebuah bar. Pastinya ia lebih tahu, kapan event party di Bali setiap harinya. Dan yah, seolah semesta begitu mendukung kedatanganku ke Bali, cuma harus bergeser dua atau tiga bangunan dari Cafe yang sebelumnya kita datangi, akhirnya beralih ke DA MARIA. 

Di pintu masuk, seperti biasa. Ada pemeriksaan dan penjagaan yang super ketat sebelum memasuki kawasan 18+ tersebut. Selama perjalanan menuju table, ku lihat satu per satu disekitar. Bahkan dari awal sudah feeling, selain merasa saltum karena semuanya datang menggunakan dress+high heels, again! Aku satu-satunya pengunjung yang menggunakan hijab, walau tentunya itu tidak akan menghalangi keberadaanku di sana. Rupanya, setiap rabu malam tempat ini selalu ramai pengunjung yang tidak hanya ingin menghabiskan waktu untuk menyantap sajian khas resto ini, tapi ada alasan lain di baliknya, yaitu jadwal (Hip Hop & RnB Wednesdays) dimana ada panggung pertunjukkan Inno Bali yang malam itu dijadwalkan untuk menampilkan DJ Residence. 


Salah satu trik marketing pemilik klub malam di Bali, setiap harinya ia sengaja mengatur atau membuat jadwal party di waktu yang berbeda agar tidak pernah sepi pengunjung. Jika DA MARIA selalu mengadakan party nan mengundang DJ setiap rabu malam, lain halnya dengan Motel Mexicola yang selalu mengadakan acara di jum'at malam.

Diketahui, baik DA MARIA maupun Motel Mexicola adalah satu owner yang sama. Aku seketika flashback, dua kali ke Bali, dua-duanya beneran lagi hoki dan jadi inget, "Waktu itu ke Mexicola jum'at malam lagi!".
(Baca selengkapnya: Motel Mexicola: Menikmati Pojok Seminyak di Malam Hari)

Aku dan Meri, dua orang yang berbeda dan tentu punya kepribadian dan kegemaran yang berbeda pula. Aku yang begitu antusias dengan suara dentuman musik yang dimainkan di tempat hiburan malam, semata datang kesini untuk mengincar suasana nightlife di Bali; dan Meri yang terbiasa dengan minuman beralkohol, tapi pusing dengan musik kencang. Namun malam itu, kami dipersatukan oleh satu-satunya menu Halal restaurant asal Italia ini, pizza fermented yang terbuat dari bahan tomato sauce, cherry tomato, roasted pepper, capers, ricotta salata, oregano and olives. 

Malam yang terbatas, dari suasana pertama kali datang yang sama halnya dengan cafe diiringi musik jazz, perlahan masuk ke lagu-lagu RnB dengan pencahayaan ataupun lampu berubah sedikit redup, mendekati 23:30 WITA, suasana berubah. Namun, aku langsung tersadar jika esok pagi harus memulai kegiatan konsinyering dari pagi ke malam, dan tujuan ke sini bukan untuk liburan melainkan kerja. Itu artinya aku harus buru-buru kembali ke Hotel. 

📍DA MARIA
Jl. Petitenget No.170, Seminyak
Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali
80361


Comments