Menikmati Pojok Seminyak di Malam hari, Let us get a party babes!
Hari ke tiga di Bali kuputuskan untuk seharian menelusuri daerah Seminyak. Lokasi ini menjadi pilihan tepat untuk yang suka menikmati night club life karena banyak hiburan malam yang berjejeran di sepanjang jalanan area tersebut. Jika punya waktu liburan yang cukup lama, aku sangat menyarankan kalian untuk stayed there more than 2 days.
Pastinya, aku cukup dibuat bingung saat memutuskan destinasi mana saja yang ingin didatangi karena rasanya ingin menjamah semua tempat - tempat bagus ini satu per satu. Setelah melalui perbincangan panjang di lync hingga group whatsApp dengan teman kantor HCI cabang Denpasar, akhirnya pilihan kami berhenti di sini, Motel Mexicola.
Kemudian, aku dan pacar terlebih dahulu tiba di lokasi dan sengaja membuat reservasi di awal. Anyway aku bukan seorang peminum yang baik bahkan baru pertama kalinya mencicipi Jackfruits - Tropicolada Cocktails. Definitely kadar alkoholnya masih sangat rendah karena sejujurnya aku tidak punya pengalaman sama sekali meneguk minuman memabukkan. Ternyata ini cukup menjadi pilihan yang bagus untuk yang tidak mau tipsy dan masih bisa chill. Hal yang kontras dilakukan oleh pasangan ku yang memilih Vodka sebagai teman malamnya.
Setelah berduaan lebih dari setengah jam, akhirnya satu per satu dari mereka mulai berdatangan. Untuk pertama kalinya, aku menemukan wajah yang sudah tidak asing lagi karena cukup sering ditemui di video conference. Namun ini juga pertama kalinya kami bertatap muka dan bertemu secara langsung. Tidak ada basa-basi dan rasa canggung, justru tak butuh waktu lama untuk kami akhirnya saling membaur dan akrab satu sama lain.
Ni Wayan, warlok sekaligus guide kami selama trip yang lebih suka disapa Meri. Dia teman satu tim ku yang bertugas di region Bali. Ada sedikit cerita dengan Pulau Dewata ini, sebetulnya posisi yang sekarang di emban dia sempat ditawarkan kepada ku dengan resiko ya aku harus transmigran ke sana. Namun aku tidak mendapat cukup restu dari orangtua karena membiarkan ku kembali merantau ke Jakarta saja sudah cukup menjadi pilihan terberat baginya. Kekhawatiran seorang ibu tentu tak sepenuhnya ingin membiarkan anak semata wayang hidup di perantauan dan lebih jauh lagi. Terhalang restu mejadi satu-satunya kendala hingga akhirnya aku mengurungkan keinginan besar tersebut, walau secara career - path ini menjadi kesempatan yang bagus untuk upgrade. Mungkin memang belum jodoh saja kali ya. Yang pasti jika itu terjadi, aku tidak akan bertemu dan kenal Meri hingga detik ini.
Meri juga memboyong adiknya ke tempat ini, bernama Rani.
Anin juga datang bersamaan dengan mereka, meskipun untuk urusan pekerjaan aku tidak pernah berhubungan langsung, namun Anin selalu muncul ketika aku melakukan video conversation dengan teman operations di Bali. Dia berasal dari Anti Fraud - Mystery shopper. team. Anin sendiri juga dimutasi dari daerah asalnya Yogyakarta dan pindah tugas ke Bali. Sama-sama menggunakan hijab dan beragama islam, bahkan orang yang belum pernah ku temui sebelumnya ini pernah berujar:
"Nanti kita bisa sholat dimana ya? Aku selama disini belum pernah lho ketemu musholla"
Nah, sudah pasti ketahuan dong fotonya yang mana? Ya dia yang menggunakan kerudung satu lagi, sama halnya dengan ku. Bisa dibayangkan posisinya aku dan Anin si kerudungan yang ngotot ingin menghabiskan malam hari di night club which is orang-orang yang datang kesana berpakaian minim, memegang sebotol minuman beralkohol sambil joget di lantai dansa. Bagiku kerudung bukan penghalang untuk bisa beraktivitas apapun, buktinya selain masuk klub malam aku juga masih bisa datang ke konser musik EDM sekalipun.
Terakhir Mella juga jauh-jauh datang dari Denpasar dan ikut menyusul ke Seminyak. Ia pun datang bertepatan dengan musik mulai dimainkan, alhasil kami tidak bisa lebih banyak mengobrol di bar dan langsung bergabung di tengah - tengah dengan semua pengunjung yang ingin menghabiskan malamnya untuk bersenang - senang di lantai dansa.

Awalnya, aku kenal Mella juga tak jauh berbeda dengan kisah perkenalan seperti Anin. Ketika aku melakukan sambungan video call dengan Meri hampir di setiap hari jam kerja dengan reason discuss pekerjaan nan berakhir ghibah, keduanya selalu memunculkan diri hingga tak terasa sudah begitu akrab.
Anyway, aku dan Mella ternyata
berasal dari kabutapen/kota yang sama, Solok - Sumatera Barat.
Who could possibly believe it? Of course not.
Sejauh apapun perkenalan dan perantauan, bertemunya urang Solok lagi!
Jika ada pepatah yang menyatakan, 'Ternyata dunia sesempit ini' of course. Bukan sadar dari awal, semua itu terbongkar usai melihat mutual friends saat mulai saling follow akun sosial media.
📍MOTEL MEXICOLA
Jl. Kayu Jati No.9X, Kerobokan Kelod
Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung,
Seminyak, Bali




Comments