Spill kehidupan kantoran yang bikin kerja jadi betah

Plaza Oleos

Masuknya Fintech di Indonesia pertengahan 2015, membuat Home Credit Indonesia yang tadinya hampir karam seketika menjelma menjadi gebrakan baru perusahaan pembiayaan. Dari yang menggunakan metode survey lapangan dan segala teknis dilakukan secara manual lalu bertransformasi berbasis by system, aku tumbuh dan berkembang dengan kondisi pertukaran gaya bisnis tersebut. Dari yang hanya beberapa ratus karyawan hingga ribuan bahkan standard pun berubah, semakin kesini lulusan kampus-kampus unggulan menguasai hampir di setiap Departement. Bahkan yang tadinya perusahaan hanya menyewa gedung kecil untuk beberapa lantai seperti gedung perkantoran di area Kuningan, kemudian memutuskan bergeser ke kawasan TB. Simatupang.

Akses menuju kantor

Berjarak 14 km dari tempat tinggal, sejujurnya aku punya alasan lain untuk tetap tinggal di Setiabudi, Kuningan alih-alih pindah ke kawasan Pejaten, Pasar Minggu atau daerah sekitar kantor. Hanya bertemu kemacetan di titik-titik tertentu saja karena setiap hari melawan arus kemacetan ibukota, aku cukup percaya diri untuk berangkat kantor 7.45 WIB dan tiba jam 9 kurang sekian menit. 

Kehidupan berjalan kaki kemudian menjadi aktivitas olah raga ringan yang rutin dilakukan setiap pagi. Ada dua akses untuk bisa ke kantor, pertama naik TransJakarta dari shulter GOR Sumantri atau Karet Kuningan. Kemudian rute ku selalu turun di Halte Department Pertanian, atau yang kedua, jika dipersimpangan lampu merah tampak begitu macet, kemudian aku memilih turun di Halte SMK 57 saja. 

Jika diawal-awal aku melanjutkan perjalanan dengan naik angkutan M36 arah Jagakarsa lalu menanjak tangga jembatan penyebrangan yang berdiri cukup reot di atas jalanan tol, semenjak kemunculan Gojek dan Grab (020 e-commerce), akses menuju Plaza Oleos semakin dipermudah. Oleh karenanya, aku bisa menunda sekian menit jadwal keberangkatan menjadi pukul 8 pagi meskipun jantung dibuat deg-degan. Hal itu dikarenakan jam 8.58 WIB diperjalanan masuk lift menuju ke lantai 9.

Selfie di kaca toilet gedung yang menjadi aktivitas mandatori karyawan cewek, aren't you?

Ritual sebelum masuk kantor

Sebelum masuk ke ruang kerja, hal pertama yang dilakukan adalah singgah ke toilet kantor, titik pertemuan cewek-cewek yang bermaksud untuk memperbaiki penampilan terlebih dahulu sebelum memasuki ruang kerja. Entah itu bersolek, mengenakan parfume, ke toilet atau nyatok rambut terlebih dahulu. Suasana keriweuhan pagi hari pun begitu terasa saat mesin pengering rambut, langkah kaki silih berganti keluar masuk dan obrolan singkat turut menjadi penghantar pagi karyawan sebelum masuk kerja. 

Bukannya bergegas tap finger print, bahkan bagi yang butuh asupan cofe di pagi hari biasanya akan singgah ke Starbuck atau Kopi Kenangan terlebih dahulu. Namun untuk aku yang nggak bisa, nggak suka dan nggak mampu beli kemudian lebih memilih beli sarapan siap saji seperti onigiri, nasi yummy Indomaret dan sejenisnya di Lantai Basement.

Aktivitas kantoran

Seperti lagu Ardhito Pramono yang berjudul 92(6), selain dilibatkan ke dalam agenda meeting, pada dasarnya aku terbilang cukup aktif untuk berpartisipasi ke berbagai jenis pelatihan yang diselenggarakan oleh tim Trainer maupun perusahaan untuk upgrade skills di jam kerja.

monthly meeting

Bahkan setelah seharian bekerja, terima notifikasi email invitation ajakan bergabung di Pantry untuk traktiran makanan menjadi salah satu penghiburan terbesar karyawan seperti ku dari para atasan atau rekan kerja lainnya.

Ataupun terbiasa disambangi rekan kerja lain untuk sekedar teman mengobrol di kubikal jika pekerjaan terasa mulai membosankan.

Event Perusahaan

Tak hanya semata disibukkan oleh tuntutan pekerjaan, penghiburan lain yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawan biasanya juga tak kalah heboh. Misalnya memberikan Gift setiap tahunnya di setiap tanggal ulang tahun perusahaan. Town hall meeting hingga year end party sembari mengundang artis sebagai bintang tamu untuk menyemarakkan acara, juga menjadi agenda rutin yang kerap diadakan oleh perusahaan. Sebut saja Dirly Idol, Mario Ginanjar, Disko Pantera hingga HiVi pernah menjadi jajaran artis yang turut meramaikan acara kantor selama ku bekerja di Home Credit.

Tak hanya menghadirkan publik figur untuk tampil menghibur, beberapa seminar maupun learning fair turut dijadwalkan oleh perusahaan. Sebut saja ketika Ronald Suprapradja, Chef Marinka hingga Zivanna Letisha datang membagikan kelas di Convention Hall lantai dasar.

Fasilitas kantor dan benefit yang didapatkan

Selain hiburan bagi karyawan, adapun fasilitas yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya ialah Fasilitas Kesehatan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan yang bisa dicairkan saat resign, bonus tahunan, annual leave hingga kartu parkir bagi yang memiliki kendaraan. Yang tak kalah menarik, para karyawan juga diberikan fasilitas Gym gratis dari perusahaan untuk bisa mengakses beberapa aktivitas olah tubuh lainnya seperti yoga, gym, cardio hingga renang.

Baca selengkapnya: https://wfnazlen.blogspot.com/2018/05/sambangi-pusat-kebugaran-sehabis.html

Setiap Divisi akan memberikan fasilitas yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan bekerja timnya. 

Pertama, ketika bekerja sebagai Field Operations, masing-masing karyawan diberikan fasilitas berupa Tablet (Tab) sebagai perangkat yang bisa digunakan untuk melacak hingga menghubungi FO di lapangan baik itu melalui sambungan telepon dan pesan, lengkap dengan nomor SIMCARD juga pulsa unlimited yang diisi setiap bulannya oleh IT.

Kedua, saat pindah Divisi ke In-Payment Officer. 

Untuk beberapa hal yang berhubungan dengan upload pembayaran ke system, In-Payment team ditugaskan secara bergiliran untuk bekerja secara remote sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Oleh karenanya, selain masing-masing karyawan diberikan Laptop untuk bekerja, turut diberikan Notebook kecil yang lebih efisien dan bisa dibawa kemana-mana lengkap dengan modem dan kartu SIMCARD sebagai penunjang kerja harian.

Rekan kerja

Teman makan siang

Nongkrong di Cafe dekat kantor sepulang bekerja

Punya teman se-Nusantara

Kondangan sampai ke Bandung

Pesan tiket kereta dadakan ke Kota Bandung setelah menyusun itinerary menjadi pilihan yang tepat untuk healing. Sayangnya setiba di sana aku terperangkap untuk tak bisa keluar kamar karena rasanya aku lebih butuh tidur seharian dengan hembusan udara sejuk daripada menjalankan rencana yang sudah disusun secara matang. Jajan seblak dan segala jenis aci-acian untuk orang seperti ku yang suka menyantap makanan gurih benar-benar menjadi alternatif yang tepat daripada menghadang kemacetan Bandung di akhir bulan. 

Tak hanya menyambangi, aku pun juga kerap disambangi mereka ke Jakarta. Selain semata liburan, agenda kantor pun juga kerap membuat ku berkesempatan bertemu orang-orang yang setiap hari menjadi teman chatting 5 teratas di beberapa tahun terakhir. 

Saat rekan kerja di Bandung menyambangi ku ke Jakarta

Ketika region Denpasar berkesempatan menyambangi Jakarta

Nginap di Havenwood Residence

Berkat hal itu, aku pun bisa nebeng menikmati fasilitas kantor dengan menginap di apartement yang awalnya ditujukan untuk mereka yang berkesempatan datang ke kantor pusat. 

Tak hanya mendatangi rekan kerja yang berdomisili di Bandung, aku juga pernah menyambangi mereka langsung ke Jogjakarta hingga Pulau Dewata. 

Mengajak teman kampus untuk bertemu rekan kerja di Jogjakarta

Abis gajian healing ke Bali sambil bertemu teman kantor cabang Denpasar
Liburan bareng ke luar negeri

Comments