Zumba hingga Muaythai sehabis ngantor
![]() |
| Muay Thai excercise with a Coach |
Baru 6 bulan bergabung di perusahaan multinasional yang awalnya terletak di gedung perkantoran Graha Paramita persis di belakang Kedutaan Besar Malaysia Kuningan, Home Credit Indonesia kemudian memutuskan pindah ke gedung Plaza Oleos di kawasan TB. Simatupang Jakarta Selatan. Satu dari sekian reward yang diberikan kepada para karyawan yang bekerja di perusahaan asing tersebut, HCI tak segan memberikan fasilitas mumpuni kepada setiap pekerja yang terdaftar sebagai karyawan tetap. Selain mendapatkan kartu parkir, faskes, asuransi kesehatan yang bisa mengcover biaya perawatan, kesehatan diri hingga melahirkan, kartu ketenagakerjaan juga dapat dicairkan atau jika beruntung mendapatkan bonus tahunan, bahkan bagi pegawai swasta yang bekerja disana juga bisa mendapatkan fasilitas lain yang tak kalah bermanfaat. Ialah menggunakan fasilitas olahraga sehabis jam pulang kantor secara bebas biaya. Jadi, aku tak perlu merogoh kocek besar atau sekedar auto-debit credit card setiap bulannya ketika ingin menjadi member di tempat pusat kebugaran.
Tak tanggung-tanggung, adapun fasilitas olahraga gratis yang bisa dinikmati sesuai jadwal meliputi:
Senin-Selasa: Kardio
Terbilang cukup hectic ketika pekerja kantoran biasanya selalu lembur di hari pertama masuk kerja terlebih usai melewati libur weekend, bagiku tidak ada penghalang untuk tetap berjalan ke gedung sebelah semata untuk meluangkan waktu berolahraga. Jarang sendiri, aku selalu melibatkan paling tidak salah seorang teman dari department lain untuk mau diajak ke Arkadia Green Park.
1. Zumba Class
Berbicara mengenai jenis olahraga senam satu ini, pada dasarnya aktivitas Zumba maupun Aerobik sama-sama dilakukan di dalam ruangan berkaca. Dimulai dengan gerakan warming up dan diakhiri dengan gerakan cooling down. Hal itu WAJIB dilakukan terlebih dahulu agar otot yang dipaksa work-out tidak begitu kaget, menghindari cedera dan juga mengatasi nyeri yang muncul sesudah berolahraga. Tak hanya olah tubuh semata, namun olahraga kardio jenis Zumba ini diketahui menaruh titik fokus dalam melakukan pergerakan di bagian panggul serta diikuti seluruh tubuh sambil diiringi musik latin. Mengikuti tempo musik yang bervariasi, gerakan (resistance) pada aktivitas senam Zumba sengaja diciptakan dengan tujuan untuk memperkuat otot tubuh. Hanya saja, gerakan Zumba dilakukan seperti tarian.
2. Senam Aerobik
Jika aktivitas kardio jenis zumba dilakukan senin malam, Aerobik pun dilakukan esok harinya.
Sama-sama melakukan gerakan cepat dengan mengikuti irama musik, hanya saja gerakan Aerobik lebih mirip seperti senam. Nah, pada saat melakukan olahraga kardio jenis aerobik, tempo yang dilakukan terbilang cepat karena gerakan yang dilakukan terus mengikuti musik kecang atau up-beat. Bahkan, hentakan pada senam Aerobik dikenal sangat identik dengan gerakan atlet yang fokus untuk melatih otot lengan, pundak, kaki, sendi, serta perut. Sehingga pembakaran kalori yang dilakukan saat melakukan aktivitas kardio jenis inipun sedikit lebih besar dari gerakan Zumba sekitar 498 kalori per jam.
Sudah menjadi member sejak awal, kemudian aku turut serta bergabung dengan grup WhatsApp Kardio yang tidak hanya berasal dari karyawan HCI saja, namun para karyawan yang bekerja di gedung perkantoran sebelah lainnya seperti perusahaan BUMN Pertamina, Siemens hingga Nestle.
Rabu: Life Spa
3. Renang
Selain mendapatkan fasilitas berenang sembari menikmati pemandangan gedung Nestle hingga apartment yang menjulang di malam hari, disini aku cuma butuh menaruh identitas hingga ID Card di Pos security gedung dan receptionist.
Untuk bisa menikmati fasilitas mewah lain di LifeSpa Arkadia, pastinya setiap member diminta melakukan reservasi terlebih dahulu karena slot yang diberikan selalu terbatas. Tentu saja ada aturan khusus saat akan memasuki area berenang, dimana setiap member yang masuk harus menggunakan pakaian renang yang disarankan.
Bertemu rekan kerja dari department lain menjadi warna baru kehidupan perkantoran ku yang tak melulu terpaku dengan satu jenis kegiatan. Bahkan agenda berolahraga selepas bekerja bisa seketika beralih ke agenda makan-makan bersama Onik.
Ada satu momen ketika kami berdua sudah melewati pos penjagaan dan penyitaan identitas untuk masuk ke tempat olahraga, namun rencana berubah saat tujuan beralih ke gerai makanan cepat saji Wendy's yang terletak di lantai bawah. Tak jarang, niat awal olahraga di Arkadia Tower pun seketika berubah tempat tuju ke Pejaten Village lantai paling atas yang khusus menyajikan makanan berat.
Jauh sebelum direnovasi, tadinya para karyawan yang didaftarkan sebagai member yang bisa menikmati fasilitas di gedung ini bisa melakukan aktivitas renang di Arkadia Swimming Pool. Biasanya, aktivitas tersebut tak hanya dilakukan di weekdays saja, bisa juga pada saat weekend sekalipun. Namun, pihak gedung kemudian mengalihkan aktivitas berenang ke gedung lain, dimana pusat kebugaran yang tadinya fokus dilakukan di Arkadia Green Park Tower kemudian pindah ke gedung 18 Office Park yang tak jauh dari lokasi tersebut. Hingga beberapa kali aku juga bisa menikmati fasilitas Infinity Pool De Entrance Arkadia.
4. Sauna
Sudah menjadi sebuah keharusan setiap member yang menggunakan fasilitas LifeSpa ini diberikan bathrobe hingga bath mat towel sebagai pakaian pengganti saat akan membilas tubuh. Mengenakan handuk putih semata ke dalam ruangan sauna menjadi aktivitas selanjutnya usai melakukan aktivitas renang. Bagian dari merelaksasikan diri ini sengaja dilakukan paling tidak sekali seminggu di tengah jadwal kerja yang begitu padat, terlebih untuk Onik kerap memiliki tugas lapangan.
Berdiam diri di dalam ruangan kayu tertutup dengan sajian bebatuan yang harus sesekali di siram ketika sudah terasa tak begitu panas lagi, bahkan tak jarang akhirnya dia sengaja membawa lulur yang bisa dioleskan ke tubuh yang lembab sembari menunggu waktu habis. Tak hanya berdua saja di ruangan, aku kerap berbagi ruangan yang sama dengan atasan sendiri saat tengah tak mengenakan pakaian seperti ini.
Jika sudah lewat dari 15 menit, biasanya kami melanjutkan aktivitas lulur di ruang ganti sebelum akhirnya membilas tubuh dan bersiap pulang ke rumah masing-masing.
Kamis: Bela diri
5. Muay Thai
Jika sebelumnya aku lebih gemar melakukan aktivitas dengan ritme sedang, butuh mental kuat bagi ku untuk bisa latihan fisik seperti muay thai hingga bisa bergabung dengan member lain di klub ini. Terbukti, aku hanya kuat melakukan olahraga bela diri ini beberapa kali saja. Karena jujur, kegiatan pemanasan (warm-up) kurang lebih 30 menit sebelum masuk ke gerakan bela diri asal Thailand satu ini sama persis dengan atlet binaan. Di mulai dari gerakan stretching, jogging tipis-tipis melingkari space ruangan yang tak begitu besar karena latihan pun secara in-door. Tak hanya itu, kemudian ada lagi aktivitas shadow boxing yang sengaja dilakukan untuk memastikan apakah teknik memukul sudah sesuai dengan yang diajarkan coach hingga masuk ke gerakan inti bag work menggunakan samsak.
Ada hal yang harus diperhatikan, untuk jenis olahraga satu ini sejujurnya ada beberapa hal yang harus dikenakan. Misalnya:
- Tangan wajib dibungkus hand wrap terlebih dahulu
Melilitkan handwraps di bagian punggung dan juga telapak tangan sebelum menggunakan sarung tinju (punch mitt) WAJIB dilakukan untuk jenis olahraga satu ini karena berfungsi untuk melindungi bagian tangan agar terhindar dari pergeseran tulang disetiap pukulan.
Ada satu catatan menarik yang baru ku ketahui ketika mengikuti jenis olah raga berat ini. Orang awam seperti ku awalnya menilai jika Muay Thai sekilas mirip seperti gerakan kickboxing. Setelah mengikuti kelas ini kemudian aku menjadi paham gerakan Muay Thai itu berbeda, karena memperbolehkan seseorang melakukan serangan menggunakan siku dan lutut, selain bagian tangan dan juga kaki. Menarik! Dalam waktu dekat, aku kemudian dikenalkan dengan beberapa teknik maupun gerakan memukul sekaligus seperti jab, straight, swing, uppercut hingga hook.
Memiliki postur tubuh yang cukup mumpuni bukan berarti dari awal aku kuat secara mental untuk melakukan olahraga berat. Jika sebelumnya kerap olahraga kardio bersama Onik, teruntuk kelas bela diri ini justru dilakukan dengan rekan IT lain seperti @avrillavenia dan @citrradewii.
Jum'at: Meditasi
Jika di hari sebelumnya melakukan jenis olahraga berat, kali ini tubuhku kembali dipaksa untuk melakukan gerakan-gerakan baru yang sangat susah untuk dikerjakan. Terlihat simpel dan low-impact, namun untuk tubuh besar seperti ku jujur, aku merasa sangat kesusahan untuk menahan beban berat badan sendiri. Alhasil, bukannya diseriusin justru lagi-lagi aku tak begitu menekuni olah tubuh yang berpusat pada pikiran dan ketenangan jiwa tersebut.
6. Yoga & Pilates
Melakukan gerakan Yoga dengan sistem kerja memusatkan pikiran, aktivitas olahraga ini mengajarkan kita bagaimana cara mengatur keseimbangan tubuh sambil duduk dan berdiri tegak di atas matras serta memfokuskan diri dalam menjaga kelenturan tubuh. Bagaimana cara mengatur teknik pernapasan yang baik dan dilakukan sembari meditasi untuk pengelolaan stres. Konon, ada satu elemen yang sengaja dilibatkan kedalam aktivitas olah tubuh ini yaitu elemen jiwa yang berhubungan dengan spiritual.
Setelah menjalani jenis olahraga ini, Yoga bukanlah gerakan mudah untuk dilakukan dan ternyata nggak segampang yang dilihat. Terlebih, tubuhku tak begitu lentur dan leluasa untuk melakukan aktivitas seperti headstand, pose hatha dan lainnya.
7. Gym
Ada satu momen dimana aku harus dibantu coach untuk latihan angkat beban di tempat gym, bukan mengunjungi Arkadia ataupun 18 Office Park melainkan tempat kebugaran yang ada di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Mungkin sebelumnya aku sudah pernah menggunakan treadmill dan static bicycle, namun tidak untuk barbell machine, weighted bar, leg press machine, lat pulldown machine ataupun bench press abdominal yang harus dibantu oleh seorang profesional dibidangnya. Tak hanya dibantu untuk menggunakan alat, namun setiap hari aku juga dibantu untuk menghitung asupan kalori apa saja yang akan masuk ke dalam tubuh.
Tampaknya, aktif berolahraga sepulang bekerja sudah menjadi gaya hidupku sejak pertama bergabung di perusahaan tersebut. Meskipun tidak begitu menjaga pola makan serta asupan nutrisi, namun aktivitas bolak-balik jalan kaki ke kantor setelah turun dari Busway hingga meluangkan waktu setiap malam memasuki pusat kebugaran menjadi salah satu upaya ku agar tetap hidup seimbang. Bahkan untuk pekerja kantoran yang harus menggunakan transportasi umum setiap harinya, ada beberapa printilan yang akhirnya sengaja ditaruh di drawer daripada terus-menerus membawa peralatan yang sama dan memberatkan setiap hari. Laci ku kini tak hanya digunakan untuk menaruh arsip dan pernak pernik kantor melainkan baju ganti, alat mandi travel, sneakers hingga tas perlengkapan.







Comments