Eks anak Payment nyasar ke Departemen Sistem Pembayaran BI, kebetulan kah?

📱Tring... 

Tetiba muncul notifikasi yang ditunggu-tunggu. Sebuah pesan singkat dari HRD terkait penawaran bergabung di Satker BI lagi dan kali ini, berkesempatan menjadi perbantuan di Departement Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia. Terhitung sudah 2x menjadi reliver untuk kebutuhan Satker, dan setiap periode ditaruh ditempat yang berbeda-beda pula. Bertemu orang asing, pimpinan baru, kultur yang berbeda dan hal lainnya. Pastinya, kembali menyesuaikan diri menjadi fakta lain yang musti dihadapi untuk beberapa bulan ke depan. Terlebih selama penantian proses perekrutan Tenaga Pendukung untuk kebutuhan Sekretaris Anggota BSBI yang akan dilakukan beberapa bulan lagi, aku menggunakan masa penantian tersebut sekaligus kesempatan emas ini untuk kembali beradaptasi di lingkungan perkantoran Bank Indonesia. Melewati sisi bangunan gedung BI dengan pemandangan Monumen Nasional dan patung kuda yang ditangkap oleh sorot mata setiap harinya, jika selama ini masuk gedung BI dari pintu utama atau Kebon Sirih, kini beralih ke Jl. Budi Kemuliaan. Tak hanya sampai disitu, ini pula menambah daftar panjang perjalanan ku berkelana dari gedung Tipikal 13, KBS lt.4 dan sekarang ditempatkan di Gedung D lt.4. Menggambarkan seberapa luas dan besarnya kawasan Bank Central yang terletak di Jl. M.H Thamrin Jakarta Pusat ini sampai harus berpindah-pindah gedung dalam bekerja.

DEPARTEMEN PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN

Bekerja di Departemen Sistem Pembayaran dimana salah satu misi utama yang digadang-gadang ialah penyebaran inovasi digitalisasi pembayaran di Indonesia secara merata. Selain transfer uang menggunakan layanan BI-Fast, dalam penerapannya salah satu cara bayar elektronik yang dikenal masyarakat umum saat ini ialah QRIS. Di sisi lain, hal yang dicanangkan ialah mengimplementasikan program elektronifikasi dan mulai dilakukan di sektor pemerintahan, daerah, ritel, pariwisata serta mencakup hal lainnya. 

Untuk pembagian klasifikasi di ruang lingkup kerja GESK SP-PUR DPSP BI, diketahui Kelompok Implementasi Elektronifikasi dipecah lagi menjadi 3 bagian, diantaranya:

  • Tim Bansos
  • Tim ETPD
  • Tim Transportasi

Namun secara garis besar, Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia dibagi menjadi 3 grup yang masing-masingnya terdiri dari beberapa kelompok tim yang bertugas seperti:

  1. Grup Pelaksanaan Pengembangan Infrastruktur Sistem Pembayaran (GPSP) 
    1. Kelompok Pelaksanaan Pengembangan Sistem Financial Market Infrastructure (KFMI)
      1. Fungsi Bank Indonesia Real Time Gross Settlement dan Bank Indonesia-Scripless Securities Settlement System (BI-RTGS & BI-SSSS)
      2. Fungsi Bank Indonesia-Electronic Trading Platform (BI-ETP)
      3. Fungsi Pengaturan
      4. Fungsi RDG
    2. Kelompok PelaksanaanPengembangan Sistem Pembayaran Ritel (KSPR)
      1. Fungsi Pengembangan dan Pemeliharaan
      2. Fungsi Pengaturan
  2. Grup Elektronifikasi dan Standarisasi Kompetensi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP-PUR GESK)
    1. Kelompok Interoperabilitas Transaksi Elektronik (KITE)
    2. Kelompok Implementasi Elektronifikasi (KIE)
      1. Tim Bantuan Sosial (Bansos)
      2. Tim Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)
      3. Tim Transportasi
    3. Kelompok Pengembangan Standarisasi Kompetensi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (KSK SP-PUR)
  3. Grup Operasional Sistem Pembayaran (GOSP)
    1. Divisi Operasional Sistem Financial Market Infrastructure dan Penatausahaan Surat Berharga (OFMI)
      1. Tim Operasional
        1. Unit Operasional Sistem BI-RTGS
        2. Unit Operasional BI-SSSS
        3. Unit Operasional BI-ETP
      2. Tim Pendukung Operasional
        1. Unit Operasional Helpdesk Sistem Pembayaran Bank Indonesia
        2. Unit Penatausahaan Surat Berharga Negara 
        3. Unit Monitoring Sub-Penatausahaan Surat Berharga Negara (SBN)
      3. Tim Layanan Kepesertaan dan Laporan
        1. Unit Layanan Kepesertaan
        2. Unit Administrasi Kepesertaan
        3. Unit Verifikasi dan Laporan
    2. Divisi Operasional Sistem Pembayaran Ritel (OSPR)
      1. Tim Operasional Sistem Bank Indonesia Fast Payment dan Interface Pembayaran Terintegrasi (BI-FAST & IPT)
      2. Tim Pendukung Operasional Sistem BI-FAST & IPT
        1. Fungsi Fraud Analysis
        2. Fungsi User Interface dan User Experience
          1. Unit Layanan Kepesertaan
          2. Unit Monitoring dan Laporan
      3. Tim Operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), Sistem Informasi Daftar Hitam Nasional (SI-DHN) dan Sistem Pembayaran Warkat Debit
        1. Unit Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)
        2. Unit Sistem Informasi Daftar Hitam Nasional (SI-DHN) 
        3. Unit Otomasi
        4. Unit Layanan Kepesertaan dan Laporan
    3. Divisi Pemantauan Kepatuhan, Pengelolaan Data Informasi dan Manajemen Internal (KIM)
      1. Fungsi Pemantauan Kepatuhan
      2. Fungsi Pengelolaan Data dan Informasi
      3. Unit Manajemen Intern
        1. Fungsi Logistik, Sumber Daya Manusia dan Sekretariat
        2. Seksi Keuangan

2.2 Kelompok Implementasi Elektronifikasi (KIE)

Tim DPSP GESK-SP PUR-KIE 

Sedikit banyaknya, jobdesk terkait pekerjaan sebagai Agendaris bukanlah suatu hal yang baru, makanya pada saat kembali ditaruh menjadi Sekretaris Pejabat BI, aku tidak begitu kaget karena berdasarkan pengalaman sebelumnya bahkan pernah bekerja untuk 5 Unit Kerja sekaligus dan tentunya hal tersebut menjadi perjalanan karir ku selanjutnya di BI. Namun balik lagi, di masing-masing Departemen BI tentunya memiliki budaya kerja yang variatif. Kembali ditaruh sebagai Agendaris salah satu grup/bagian DPSP, aku dituntut untuk beradaptasi lebih cepat dari biasanya, mulai dari jobdesk hingga penempatan kerja. Kali ini, aku berkesempatan bergabung di Grup Elektronifikasi dan Standarisasi Kompetensi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah sebagai Agendaris Deputi Direktur/Koordinator Kelompok Implementasi Elektronifikasi (GESK SP-PUR KIE). 

Adapun pekerjaan yang dilakukan antara lain:

A. Agenda Rapat

Salah satu alasan mengapa Agendaris dan Sekretaris kerap dijadwalkan hadir dan absen di kantor pukul 7.00 Pagi karena biasanya bertugas untuk menyusun agenda rapat dan musti selangkah tiba lebih awal daripada pegawai maupun pimpinan. Hal itu dilakukan untuk pengecekan jadwal yang didapat dari undangan metting yang berasal dari email ataupun Teams apakah berhubungan dengan kegiatan tim yang dipegang atau tidak. Karena seringkali meeting schedule dibagikan pada saat H-1, namun tidak jarang pula diedarkan secara mendadak.  Biasanya, undangan yang dikirimkan melalui Teams, email maupun Dokumen digital. Nah dalam bekerja, Agendaris harus memperhatikan dengan detail dan jangan lupa dipastikan lagi apakah undangan rapat yang dishare berupa pertemuan online, hybrid ataukah offline. Jika online, Agendaris harus ekstra hati-hati, cek dan ricek lagi pada badan email maupun isi surat digital tersebut terutama dibagian Link Zoom, jangan asal copy paste link. Apakah sudah sama, karena bisa jadi kesalahan 1 titik atau spasi bisa berpengaruh dan salah tujuan. 

Jika sudah dirapihkan, lalu dibagikan ke WhatsApp Group Kantor agar pimpinan dan karyawan lainnya terinformasi.

B.⁠ ⁠Administrasi dokumen

Pekerjaan dasar yang menjadi pengetahuan basic seorang Agendaris, Sekretaris maupun Administrator dalam bekerja adalah bagaimana cara mereka bisa mengadminstrasi dokumen dengan baik. Pada dasarnya, jenis pekerjaan ini bersifat umum, namun disetiap Departemen maupun Satuan Kerja tentu memiliki gaya bekerja yang variatif. Selama menjadi perbantuan Agendaris di banyak tempat, disinilah tantangannya. Bagaimana caranya aku bisa adaptif disetiap tempat dengan mengikuti gaya bekerja yang berbeda di masing-masing Unit Kerja.

Dulu, dokumen bersifat kertas. Namun sejak budaya perkantoran berkembang dan mulai menerapkan paperless, seringkali dokumen yang dilayangkan bersifat Digital meskipun di berbagai kesempatan, dokumen fisik masih saja dibutuhkan. Di Bank Indonesia sendiri, adapun jenis dokumen yang umum digunakan berupa M.01, M.02, Risalah Rapat, Lembar Disposisi Pejabat, LD ERP dan Surat

Kemudian, hal yang harus dilakukan Agendaris pada saat muncul pemberitahuan dokumen masuk ialah memprosesnya. Pastikan pula untuk selalu update tracking dan catatan terkait dokumen masuk dan keluar agar tidak ada kesalahan. 

Biasanya, jika karyawan meminta scan dokumen untuk dijadikan elektronik, maka dokumen fisik yang asli langsung di arsip.

Pengarsipan, agendarisir surat, klaim konsumsi rapat 

C. Disposisi

Mengecek lembaran Disposisi: instruksi atau pendapat dari atasan kepada bawahan mengenai penanganan surat masuk atau urusan dinas yang perlu ditindaklanjuti; yang biasanya diturunkan dari GESK. 

Polanya:

Dokumen elektronik masuk ⮕ blast

Jika ada dokumen elektronik masuk, maka Agndaris harus menyiapkan Lembar Disposisi Pjabat beserta materi yang akan dilaporkan menjadi dokumen fisik.

Jika Disposisi pimpinan turun, maka tugas Agendaris untuk menjadi perantara dokumen antara atasan dan pegawai yang bersangkutan sesuai dengan arahan Disposisi tersebut. 

Perlu diketahui, gambaran garis umum seorang Agendaris maupun Sekretaris bertugas sebagai jembatan antara atasan dan bawahan, pimpinan ke karyawan yang lain.

Comments