Kuliner legendaris khas Surabaya

Punya ekspektasi tinggi sejak awal keberangkatan, kedatanganku di Surabaya kali ini seolah sudah di setting untuk agenda makan... makan dan makan! Konon, belum afdol rasanya jika belum menjajal kuliner ke sarangnya langsung. Santapan enak khas pulau Jawa bagian timur yang kerap berseliweran di sosial media. 

1. Rawon Setan

Sebelum check-in kamar hotel, terlebih dahulu aku bersama rombongan melipir ke salah satu tempat makan yang begitu terkenal di Surabaya. Disambut oleh suasana kota nan dibasahi oleh hujan, dianggap begitu pas saat memilih santap kuah. Rawon Setan yang terletak persis di seberang Hotel JW Marriot Surabaya kemudian menjadi incaran pertama. 

Terdengar sedikir horor, awalnya aku berpikir alasan makanan gurih manis ini disebut ada setan-setannya karena memiliki warna kuah yang gelap. Faktanya, mengapa dinamakan Rawon Setan? Bukan karena unsur magis, melainkan resto ini hanya dibuka untuk berjualan di malam hari. Tidak seperti makanan laris lainnya yang membuka cabang dimana-mana, Rawon Setan hanya beroperasi di Jalan Jln. Embong Malang No. 78, Genteng, Surabaya saja.

Untuk sekelas makanan yang paling banyak diburu oleh pendatang, porsi penyajian Rawon Setan dinilai sedikit ceroboh. Potongan daging besar dimana-mana, namun hanya ditemani sedikit kuah. Yang menarik, nggak sah jika menyantap sajian makanan legendaris ini jika tidak ditemani dengan telur asin, atau sekedar tambahan perkedel, babat dan sate telur puyuh. 

2. Sambel Tempong Mak Denok

Sempat celingak-celinguk usai keluar dari Rawon Setan menuju parkiran, selain ada lontong balap hingga Soto Ayam Lamongan yang berjejeran, persis di sebelahnya ada Sambel Tempong Mak Denok. Untuk aku yang belum puas dengan buruan malam ini, bahkan bisa dibilang kecanduan sambel pedas dan sering memesan menu Tempong Banyuwangi di kantin hingga beberapa bulan yang lalu baru saja menyantap Nasi Tempong Indra di Legian, Bali yang sangat legendaris, kali ini merasa begitu penasaran apakah ekspektasi makanan enak versi ku akan kesampean? 

Alhasil, Gofood makanan tengah malam jawabannya. 

3. Bebek Sinjay 

Ini yang paling effort, nyari kuliner legendaris sampai menyebrang Pulau! Padahal ada cabangnya yang lebih dekat dari lokasi hotel, bahkan gak usah jauh-jauh terbang kesini juga di Kelapa Gading-Jakarta Utara juga ada. Selain di Kota Surabaya, diketahui Bebek Sinjay (singkatan dari Sinar Jaya) ini juga buka cabang di Kota Malang dan Pasuruan. Namun, puncak dari kegiatan berburu kuliner, aku bersama rombongan kemudian harus melintasi Jembatan Suramadu yang menjadi penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Madura hanya untuk tiba di Bebek Sinjay cabang Bangkalan Madura, salah satu tempat makan legendaris lainnya yang paling banyak diburu oleh pengunjung saat datang ke Jawa Timur.

Saat tiba lokasi ikon kuliner Madura, aku langsung mencari-cari, esensi apa kira-kira yang didapat sampai orang-orang dari sampai harus menempuh puluhan kilo meter. Ternyata, cita rasa cocolan sambel pencit yang menjadi juaranya disini. Pedas, nyelekit, dikombinasi dengan taburan kremes yang menguasai seluruh hidangan bebek di atas piring saji. 

📍Bebek Sinjay Bangkalan Madura
Jl. Raya Ketengan No.Km.21, Junok, Tunjung
Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura-Jawa Timur
69121

Comments