Terapi pikiran di Udara Sunday Festival Canggu
Full activity dari pagi hingga larut malam, usai acara Gala Dinner digelar sebagai penutup Gathering Employee 2024 DIDD yang diselenggaran di Bali, aku pikir setelahnya bisa langsung merebahkan tubuh yang dipaksa untuk beberapa hari terakhir ini terus berkegiatan. Nyatanya, aku tetap harus melanjutkan aktivitas lainnya dan packing hingga larut malam, disusul bangun lebih cepat karena piket pagi usai 2 hari memutuskan cuti.
Buru-buru sarapan, check-out lalu menitipkan koper di bagian Concierge. Selanjutnya, aku membuat pesanan ojek online dari penginapan menuju Canggu. Titik yang dipilih pagi ini adalah Udara Bali yang terletak di bagian utara dengan waktu tempuh 57 menit dari The Anvaya Beach Resort Bali.
UDARA SUNDAY FESTIVAL
4 Hari di Bali, dengan keterbatasan waktu yang ada sayang jika dihabiskan hanya untuk berleha-leha di penginapan. Jika kunjungan ke Bali sebelumnya memutuskan untuk pindah dari satu cafe, beach club hingga night club, kali ini aku memilih mengunjungi Udara Sunday Festival yang diadakan setiap minggunya di sebuah resor yoga penyembuhan terintegrasi yang menawarkan gaya hidup retret, kesehatan dan detoks untuk mengurangi stres kehidupan modern.
Kembali menginjakkan kaki ke Canggu-Bali, stress relief untuk meditasi kemudian menjadi itinerary yang dirasa paling tepat setelah 3 hari sebelumnya berkutat mengikuti rundown perjalanan yang dibuat oleh orang lain.
1. Gong & Ra Ma Da Sa Meditation
Pagi hariku kali ini benar-benar diisi dengan menetralkan jiwa raga. Duduk persis di sebuah bangunan Joglo kayu tradisional Jawa pinggir pantai di lantai tiga, mendamaikan hati, menjernihkan pikiran melintasi gendang telinga dengan suara berlatar deburan angin pinggir pantai yang terletak di antara Samudera Hindia kawasan Desa Seseh dan dikelilingi oleh kuil-kuil kuno. It was authentic!
Dimulai sejak jam 09.00 WITA, Gong & Ra Ma Da Sa Meditation lantas dijadikan sebagai ritual dan musik pembuka yang dimainkan selama 15 menit ke depan oleh seorang intruktur sebelum kelas Yoga berlangsung.
2. Breathwork/Yoga Classes
Ketika satu per satu pengunjung mulai berdatangan, yoga class lantas dimulai 09.15 - 10.30 am waktu Bali. Dipandu oleh seorang Aliansi Yoga Lokal full berbahasa Inggris dari awal kelas, esensi spiritualku terasa kembali terisi kala 45 menit ke depan melakukan olah tubuh yang terkesan ringan namun siapa sangka tidak semua orang mampu melakukannya. Belajar mengatur pernafasan, menata isi kepala sembari mengatur tarikan nafas beriringan.
Usai 40 menit mengolah rasa, lantas ditutup dengan kegiatan pendinginan seperti aktivitas dan olahraga pada umumnya. Di Udara Bali, pendinginan gerakan Yoga tidak hanya semata dilakukan berbaring sembari diikuti oleh gerakan santai, namun juga mendinginkan dahi dengan handuk yang sudah dibasahi air beraromakan rempah Jawa. Bahkan jika tadinya hanya bermaksud untuk mengambil Aerial Yoga di Udara Bali, siapa sangka Dewi Fortuna tengah berpihak hingga berakhir dengan 4 kelas yang berbeda-beda sekaligus, luckily dikenakan biaya yang tidak jauh berbeda dengan harga 1 kelas tersebut.
3. Ecstatic Dance
Terdampar diantara lautan bule, dan lagi menjadi satu-satunya pengunjung yang menggunakan jilbab. Kesan muslimah terasa begitu kuat kala mengunjungi sebuah tempat yang disinyalir dengan kegiatan hiburan. Namun, aku sudah terbiasa dengan hal itu. Siang pekak menuju jam 12 siang pun menyelimuti pinggir pantai Canggu dihiasi oleh dentuman musik keras, vibes liburan diantara turis mancanegara yang datang ke tempat ini semata ingin melepas segala beban dan stress di kepala.
No alcohol, no camera (but I did it) and express my body
Menari secara sadar, bebas mengekspresikan emosi, hentakan kaki serta gerakan tubuh sambil memejamkan mata. Bisa dibilang, gerakan ekstatik sengaja dilakukan untuk membiarkan diri mengikuti irama dan bergerak bebas sesuai alunan musik yang mengarah kepada perasaan gembira.
Ecstatic Dance di Udara Bali konon sangat populer di banyak kalangan tanpa kecuali pengunjung dari ekspatriat, wisatawan maupun penduduk lokal. Terbukti ketika kelas Yoga yang hanya diisi 50 orangan kini venue lantai 3 mendadak penuh pengunjung.
untuk satu setengah jam ke depan.
Menjadi salah satu praktik kolektif yang telah dikembangkan warga asing di kawasan Canggu, Ecstatic Dance berlangsung selama 90 menit yang dimulai dari jam 10.30 am - 12.00 pm. Musik yang semula dimainkan mendayu, perlahan berdentum kencang. Klimaksnya di 20 menit terakhir, hentakan suara bass semakin memecah di udara kala suasana terasa begitu nyata di tengah terik dan udara terbuka.
Adapun hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama kegiatan berlangsung ialah:
- Bergerak sesuka hati
- Tidak ada yang menggunakan alas kaki apalagi sepatu saat berada di lantai dansa
- Ecstatic Dance is a drug & alcohol-free space
- Refrain from photos and video alias tidak diperkenankan menghidupkan kamera atau memotret seseorang selama kelas berlangsung
- Tidak diperkenankan untuk berinteraksi atau berbicara satu sama lain saat musik dimainkan
4. Sound Healing Journey
Usai mengabiskan banyak energi dengan menari bebas, lantas kelas selanjutnya yang dijadwalkan untuk satu jam ke depan dan dimulai pada pukul 12.00-13.00 pm adalah Sound Healing dengan cara berbaring di atas matras yang sudah dibentangkan dengan bantuan bantalan kecil di kepala serta menutup mata menggunakan kain linen bermotif batik yang disediakan.
Sumber foto: Instagram @narreth_
Satu per satu, suara yang bergema dari media yang berbeda-beda mulai dimainkan secara berirama. Mulai dari suara mangkuk bernyanyi Tibet dalam berbagai instrumen lainnya seperti garpu tala hingga lonceng yang sengaja dimainkan guna memperlambat gelombang otak dan membuatnya lebih rileks secara mendalam.
Konon membantu melepaskan hambatan pada tingkat fisik, emosional dan energik, meningkatkan rasa sejahtera dan memperluas kesadaran. Terapi suara yang dihasilkan oleh getaran dan suara dipercaya dapat membantu manusia untuk menyelaraskan kembali harmonisasi pikiran dan tubuh. Apakah ini cukup ampuh bagiku yang begitu hectic karena memilih bekerja di dua perusahaan sekaligus yang dimulai dari jam 7 pagi hingga 10 malam? Nyatanya, aku tertidur usai 10 menit berbaring.
Terkahir, bantuan semprotan minyak atsiri yang dipercaya dapat meningkatkan pengalaman multi-indera hingga memberikan efek yang luar biasa menuju keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa.
5. Celebration of Life
Sebelum melanjutkan perayaan di sesi terakhir, 5 musisi Udara Bali kemudian mengajak pengunjung semua untuk melakukan ritual bernyanyi bersama diiringi dengan alat musik latin yang dimainkan. Kemudian, masuk kepada acara penutup dimana masing-masing kami akhirnya menemukan cara selebrasi atas diri sendiri dengan berpelukan satu sama lain sembari menaburi tubuh satu dan yang lainnya bermandikan bunga mawar disambut teriakan kebahagiaan selama 30 menit. Dua ratus lima puluh ribu ku benar-benar berarti untuk hal yang didapat hari ini.
📍Udara Bali
Desa Seseh Jl. Pura Kramat Jl. Pantai Seseh, Cemagi
Kec. Mengwi, Kabupaten Badung, Bali
80351






Comments