Nonton pertunjukkan Tari Kecak nan historical
TARI KECAK
Tidak diiringi dengan alat musik/gamelan apapun melainkan pada saat pertunjukkan tari kecak berlangsung, pengiring pertunjukkan tari yang dihasilkan berasal dari paduan suara asli penari sebanyak 70 orang pria. Terungkap alasan mengapa Kecak dikenal sebagai satu-satunya jenis tarian Bali yang cukup unik hingga menjadi pertunjukkan yang wajib ditonton saat menginjakkan kaki ke Pulau Dewata.
.jpg)
Diketahui, Kecak berasal dari tari sakral "Sang Hyang". Pada tari Sang Hyang, seseorang yang sedang kerasukan Roh berkomunikasi dengan para Dewa atau leluhur yang sudah disucikan.

Menjadi rangkaian dari perjalanan Gathering Employee Department Inovasi Digitalisasi Data Bank Indonesia Tahun 2024, setelah melipir ke Pantai Melasti Unggasan, yang paling menarik, momen menikmati sunset juga masuk ke dalam rangkaian acara di hari pertama. Disajikan saat matahari mulai terbenam hingga malam hari tiba, dimana setiap pengunjung duduk mengitari panggung terbuka tepatnya di atas tebing tinggi persis di pinggir pantai Uluwatu, pertunjukkan Tari Kecak turut dinikmati sembari mendengarkan deru ombak yang terus berlari mendekat ke pinggir pantai.
Sumber: Sosial Media Sanggar Tari Kacak Karang Boma Desa Adat Uluwatu
Dengan menggunakan penari sebagai media penghubung para Dewa atau Leluhur untuk dapat menyampaikan sabdanya, pada tahun 1930 mulailah disisipkan cerita epos Ramayana ke dalam Tari Kecak secara singkat. Seperti apa? Baca selengkapnya disini.
Cerita Epos RAMAYANA dalam Pertunjukkan Tari Kecak
Bermula saat akal jahat Dewi Kakayi alias ibu tiri Sri Rama, ulahnya sosok putra mahkota sah yang berasal dari kerajaan Ayodya tersebut diasingkan dari istana sang ayahanda yang bernama Sang Prabu Dasa Rata. Ia diasingkan dan ditemani oleh sang adik laki-laki beserta istri yang setia. Kemudian, Sri Rama pergi kehutan Dandaka. Keberadaan mereka di tengah hutan tersebut lantas diketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana) yang merupakan seorang raja yang zalim. Siapa sangka, Rahwana pun terpikat oleh kecantikan Dewi Sita, dan berupa untuk menculik istri Sri Rama tersebut dibantu oleh Patihnya bernama Marica. Dengan kesaktian Raksasa Marica, ia kemudian menjelma menjadi seekor kijang emas yang cantik dan lincah sehingga berhasil memisahkan pasangan suami istri Sri Rama dan Dewi Sita dan laksamana, lalu menculiknya hingga membawanya kabur ke Alengka Pura.
.jpg)
Adegan Raksasa Marica yang berubah menjadi Kijang Emas
Adegan 1: Sri Rama, Dewi Sita dan Kijang EMas
Dewi Sita meminta Sri Rama untuk menyelamatkannya. Namun, Rama meninggalkan Sita yang dijaga oleh Laksamana. Tiba-tiba terdengar jeritan minta tolong yang menurut Dewi Sita, itu merupakan teriakan sang suami. Alih-alih tetap berada disampingnya, ia meminta Laksamana untuk menyelamatkan Sri Rama. Tak disangka, niat baik Laksamana ditanggapi kurang bijak bahkan dirinya dituduh mencari keuntungan atas kematian Sri Rama, ia pun naik pitam lalu memilih untuk menginggalkan Dewi Sita seorang diri.
Adegan 2: Dewi Sita, Rahwana alias Prabu Dasamuka dan Burung Garuda
Rahwana muncul untuk menculik Dewi Sita, namun upaya tersebut tidak berhasil. Terus menggunakan akal jahatnya, Rahwana kemudian berubah wujud menjadi Bhagawan (orangtua) yang kehausan dan sedang meminta diambilkan air minum oleh Dewi Sita. Setelah dibawakan air oleh Dewi Sita, ia berhasil menculik istri Sri Rama tersebut. Sontak, Sita langsung menjerit dan jeritannya tersebut kemudian didengar oleh Garuda yang sedang terbang di angkasa.
Adegan 3: Twalen, Sri Rama, Truna Laksamana dan Hanoman
Dengan ditemani oleh abdinya, Sri Rama dan Truna Laksamana yang sedang tersesat di hutan Ayodya Putra. Kembali teringat akan Dewi Sita yang dibawa kabur oleh Rahwana ke Alengka Putra, Sri Rama dibantu oleh Hanoman (Kera Putih) untuk membawakan cincin lalu diberikan kepada sang istri.
Adegan 4: Dewi Sita, Trijata dan Hanoman
Ditemani oleh keponakan Rahwana yang bernama Trijata, Dewi Sita seolah sedang meratapi nasibnya di Taman Istana Alengka. Kemudian, Hanoman alias Si Kera Putih pun muncul.
Hanoman berkata kepada Dewi Sita jika dirinya merupakan utusan sang suami. Seperti yang sudah diamanahkan sebelumnya, Si Kera Putih tersebut memperlihatkan cincin lalu menyerahkan kepada istri dari Sri Rama tersebut. Di sisi lain, Dewi Sita menitipkan sebuah pesan isyarat berupa menggunakan media bunga untuk diserahkan kepada sang suami bermaksud untuk meminta pertolongan agar diselamatkan dari upaya penculikan raja zalim.
Hanoman langsung pergi membawa pesan tersebut menuju Taman Alengka Pura untuk disampaikan Sri Rama. Sayangnya, ia membuat sebuah kekacauan dengan mengobrak-abrik tempat tersebut hingga abdi Alengka Pura terkejut melihat kondisi tersebut lalu menyuruh para Raksasa untuk mencari si pembuat onar yang merupakan Si Kera Putih. Siapa sangka, Hanoman kemudian ditangkap lalu diikat dan dibakar.
Namun, karena kesaktian Hanoman akhirnya ia bisa lolos dari maut.
Adegan 5: Hanoman, Rahwana, Sri Rama, Laksamana, Dewi SIta, Trijata
Rama dan Laksamana ditemani oleh Hanoman kemudian nekat menantang Raja Rahwana untuk berperang menggunakan kesaktiannya.
Sri Rama dan Laksamana bahkan berusaha menolong Dewi Sita dari cengkraman raja yang kejam. Atas bantuan bala tentara kera di bawah pimpinan Panglima Hanoman, mereka berhasil mengalahkan bala tentara raksasa Rahwana yang dipimpin oleh Megananda, yakni putranya sendiri. Akhirnya, Sri Rama berhasil merebut kembali sang istri dengan selamat.
📍Pura Luhur Uluwatu, Uluwatu Temple
Desa Adat Pecatu,Kec. Kuta Selatan,
Kabupaten Badung, Bali

.jpg)



Comments