Employee Gathering DIDD 2024 goes to Bali

114 Orang pegawai DIDD dijadwalkan terbang ke Bali untuk melakukan kegiatan konsinyering dan dilanjutkan dengan acara Gathering Employee. Disaat tiket penerbangan hingga pembagian kamar penginapan sudah disusun rapi oleh panitia acara gathering DIDD dari beberapa bulan sebelumnya, H-4 keberangkatan aku sempat diminta Data Innovation Specialist untuk berpartisipasi ke dalam kegiatan Konsinyering di Bali. Namun, panitia tidak menyanggupi permintaan dari DI tersebut karena sudah terlalu mepet hari. Alhasil, aku masuk ke dalam rombongan penerbangan non-konsi, karena bersama 12 orang lainnya dijadwalkan berangkat dari gedung perkantoran Bank Indonesia menggunakan bus dalam kota yang sudah dipersiapkan oleh panitia akomodasi.
Berangkat pukul 14.30 siang dan tiba di Bandara sekitar pukul 17.00 WIB, penerbangan yang sebelumnya dijadwalkan take-off 18.00 tersebut delayed sampai jam 19.00 WIB. Lantas, masih ada 2 jam lagi bagi Mbak Desi, Melinda, Hana dll untuk sholat ashar hingga berbelanja, dan aku yang langsung menuju ruang tunggu untuk bekerja secara remote.
Just landed! For me, welcome BACK to Bali...
Sudah beberapa kali menginjakkan kaki di Pulau Dewata! Akhirnya afdol dicap sebagai turis lokal karena sekarang punya swafoto di signature Bandara yang ada tulisan BALI-nya.

Kedatangan 13 rombongan yang menyusul ini pun kemudian disambut oleh pihak penyelenggara acara Konsinyering yang menyediakan akomodasi dari Bandara ke penginapan persis di dekat pintu kedatangan. Hanya berjarak 1,5 dari I Gusti Ngurah Rai, akhirnya aku bersama yang lain tiba di The Anvaya Beach Resort Bali.
The Anvaya Beach Resort Bali
Kunyit Resto, The Anvaya Beach Resort
yang terletak di pinggir jalan kawasan Kartika Plaza, Legian Bali
Aku yang menginap di room 5507 dan semula hanya mendapatkan akses sarapan di Kunyit Restaurant kemudian dibantu salah satu rekan Agendaris untuk bergabung di Sands Resto menggunakan salah satu akses pegawai sebelum melanjutkan kegiatan konsinyering di hari terakhir dan memulai perjalanan di hari pertama kegiatan gathering.
A. Konsinyering DI Workshop: Unleashing AI
Meskipun masuk ke dalam rombongan non-konsi, pada akhirnya aku tetap terlibat ke dalam kegiatan yang diadakan di Jepun Room di hari terakhir tersebut. Bahkan berpartisipasi terhadap pengadaan acara konsinyering yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh Data Innovation Specialist dari jauh-jauh hari tersebut. Aku yang sejak awal bertanggung jawab ke dalam pengajuan memorandum M.01 dan M.02 ke atasan, konfirmasi ke satu per satu agendaris ataupun tim terkait terkait nama peserta undangan konsi tanpa kecuali dari departemen lain hingga membuat klaim reimburse pembelian ataupun penukaran uang yang akan dibagikan ke narasumber dari Tokopedia dll, kini terlibat ke dalam pembagian cinderamata kepada masing-masing undangan sekaligus bertanggung jawab atas daftar kehadiran yang wajib ditandatangani peserta kegiatan konsinyering Data Innovation Workshop "Unleashing AI: Transforming Industries through Intelligent Innovation" tanpa kecuali pimpinan DIDD yang turut hadir.
B. Gathering Employee
1. Melasti Beach Unggasan
Dari Legian menuju Desa Unggasan Kuta Selatan, spot pertama yang dituju adalah Pantai Melasti, destinasi wisata yang umum dituju oleh turis lokal saat menginjakkan kaki ke Pulau Dewata. Entah mengapa dari banyaknya pantai yang indah di Pulau Dewata, pilihannya Pantai Green Bowl, Karma Kandara, Asoka, Pasir Putih dan lainnya, mengapa selalu Pantai Kuta atau Melasti Beach?
2. Pura Luhur Uluwatu
Kemudian menonton pertunjukkan Tari Kecak di Uluwatu Temple.
Menonton pertunjukkan yang mendunia sembari dihiasi pertunjukkan matahari tenggelam pula dengan hamparan laut lepas yang berada di pinggir tebing.
Diketahui, saat mengunjungi tempat suci umat hindu yang terletak di Desa Adat Pecatu, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh masing-masing pengunjung. Sama halnya ketika umat muslim yang hendak masuk ke mesjid, diwajibkan menutup aurat dan hendaknya suci, setiap pengunjung yang akan menginjakkan kaki ke Pura Luhur Uluwatu, wajib menggunakan kain sarung atau selempang yang disediakan di pintu masuk dan tidak dalam masa cuntaka (sedang haid). Namun, siapapun boleh menonton Tari Kecak, salah satu pertunjukkan khas Bali yang masuk ke dalam Wonderful Indonesia.
3. GWK
Di hari berikutnya, kembali berangkat dari Legian menuju kawasan Uluwatu untuk mengikuti agenda foto bersama di Garuda Wishnu Kencana Cultural Park. Yang menarik, masing-masing pegawai wajib mengenakan pakaian adat Bali lengkap dengan kain kamen, udeng kepala hingga baju safari bagi laki-laki. Sebaliknya, untuk yang perempuan menggunakan kebaya Bali, dilengkapi dengan payas serta mengikatkan sabuk prada/selendang di bagian pinggang.
Hasil foto ini nantinya yang akan dijadikan foto utama dan dipajang di kantor pusat, hal yang sama dilakukan di tahun lalu oleh Departemen Inovasi dan Digitalisasi Data Bank Indonesia yang sebelumnya sempat mengadakan acara Gathering ke Jogjakarta dan berfoto bersama menggunakan pakaian adat Jawa.
4. Nasi Tempong
Jika di hari sebelumnya menghabiskan waktu makan siang menggunakan fasilitas hotel, usai prosesi foto bersama di depan patung ᬢᬫᬦ᭄ᬩᬸᬤᬬᬕᬭᬸᬤᬯᬶᬲ᭄ᬦᬸᬓᬾᬜ᭄ᬘᬦ yang dibangun setinggi 122 meter, setelahnya rombongan langsung bergegas menuju Nasi Tempong Indra yang terletak di Jl. Dewi Sri Legian, Kuta Bali.
Anw, kamu tim ayam, bebek atau udang goreng?
5. Team Building
Jika dari kemaren disibukkan bolak-balik perjalanan Legian-Uluwatu, kali ini acara team building diselenggarakan tepat di belakang hotel yang menyajikan pemandangan laut di sore hari. Kemudian, masing-masing kelompok dibagi menyesuaikan warna kostum.
Aku yang ikut rombongan bus pariwisata nomor 3 kali ini pun turut serta bergabung di kelompok 3 yang mengenakan baju berwarna hijau. Lucunya dari 5 macam perlombaan, kelompok 3 memenangkan 3 perlombaan sore ini. Lantas, ada apa dengan angka 3 kali ini?
📍The Anvaya Beach Resort Bali
Jl. Kartika Plaza, Tuban
Kec. Kuta, Kabupaten Badung Bali
80361







.jpeg)







Comments