Jajanan Viral di Blok M

Beberapa dekade lalu, Blok M adalah salah satu pusat perbelanjaan paling ramai di Jakarta. Bisa dibilang, kalau orang Jakarta ingin beli kacamata atau perhiasan, pasti tujuannya ke sini. Namun seiring waktu, kawasan ini sempat meredup dan jumlah pengunjung menurun drastis, Blok M perlahan kehilangan pesonanya.

Aku tidak ingat persis kapan titik baliknya, tapi satu yang jelas kejayaan Blok M mulai terasa kembali sejak film Filosofi Kopi karya Angga Dwimas Sasongko meledak di pasaran. Sejak itu, kawasan Melawai kembali hidup menjadi tempat nongkrong, ngopi, bahkan berburu vinyl. Apalagi sekarang, akses menuju Blok M makin mudah berkat integrasi dengan MRT. Tak heran jika kawasan ini kembali menjelma jadi salah satu spot paling hits di Jakarta.

M Bloc Space

Rebranding kawasan Blok M dengan nama M Bloc Space menjadi salah satu magnet baru, terutama di tengah maraknya budaya FOMO di era media sosial. Namun siapa sangka, ruang publik kreatif yang kini begitu populer ini dulunya merupakan bekas rumah dinas PERURI (Percetakan Uang Republik Indonesia). Berlokasi di Jalan Panglima Polim No. 37, RT.1/RW.1, Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, M Bloc Space bukan sekadar tempat nongkrong. Di balik bangunan bergaya tempo dulu ini, ada banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan. Mulai dari eksplorasi kuliner, menikmati live music, hingga berburu produk lokal dan karya kreatif anak muda.

Mulai dari hunting foto, menonton berbagai event seru, mencari diska, berpose di photobox, hingga berburu barang antik, piringan hitam dan mainan nostalgia khas tahun 90-an Semuanya bisa ditemukan di sini! Tak sedikit pula yang datang ke kawasan ini hanya untuk menjelajahi ragam kuliner unik atau sekadar mencicipi jajanan viral yang tengah naik daun.

1. Suwe Ora Jamu

Berburu barang vintage di kawasan ini memang seru, tapi siap-siap juga merogoh kocek lebih dalam. Ditambah, sentuhan nostalgia dibalut suasana estetik bikin semakin betah untuk berlama-lama. Buat aku yang biasa beli beras kencur atau kunyit asam lima ribuan lengkap dengan jahe di pinggir jalan, di sini segelas jamu bisa dibanderol hingga Rp30.000. Atau mau makan mi godog dengan piring seng jadul ala tempo dulu? Harganya ternyata nggak jauh beda dengan seporsi sapi lada hitam. Xixi

Tapi satu hal yang bikin beda, cuma di Suwe Ora Jamu kamu bisa merasakan sensasi minum jamu seunik mocktail! Di sini, jamu tradisional disulap jadi minuman kekinian dengan pilihan rasa seperti Cinnamon Citrus, lengkap dengan tambahan mint, slushy, atau chia seeds. Perpaduan rasa lama dan baru yang bikin pengalaman ngopi eh, ngejamu jadi lebih segar dan nggak biasa.

Blok M

Bergeser sedikit ke seberang Taman Literasi Martha Tiahahu, kawasan Blok M kini telah bertransformasi menjadi destinasi favorit yang tak lagi hanya ramai di akhir pekan, tapi juga jadi pilihan setelah jam pulang kerja. Meski lahan parkirnya terbatas, hal itu tak menyurutkan antusiasme para pengunjung. Akses yang mudah lewat TransJakarta dan konektivitas langsung ke Stasiun MRT membuat kawasan ini kian ramai didatangi, baik oleh pencari hiburan, kuliner, maupun sekadar pelepas penat di tengah hiruk pikuk kota.

2. HAKA Dimsum

Salah satu spot kuliner yang tak pernah sepi di kawasan ini adalah HAKA Dimsum, yang lokasinya persis di seberang tangga Stasiun MRT Blok M BCA. Biasanya, antrean panjang dan daftar tunggu jadi pemandangan lumrah. Tapi sore itu aku beruntung bisa masuk kesini tanpa reservasi atau berebut tempat duduk, bahkan setibanya disana bisa langsung menaiki anak tangga menuju lantai atas.

Sambil bernostalgia dengan dua teman lama di masa kuliah, disekitar juga terlihat muda-mudi hingga orang-orang dewasa yang tampak menikmati makan malam dengan aneka hidangan khas Tiongkok.

Bersama Reisa dan Tika Auliya, kami memesan sederet menu andalan. Mulai dari Hakau, Cheung Fun Hongkong, Dimsum Asparagus Tio Chiu, Mi Chili Oil, hingga Lumpia Kulit Tahu, lengkap dengan segelas teh tarik yang menyegarkan. Malam itu, kehangatan obrolan dan lezatnya hidangan membuat suasana semakin berkesan.

3. Kopi Tuku

BLOK M Square

Padahal lokasinya bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki! Saking dekatnya, baru juga nyebrang sebentar, tahu-tahu sudah berada di tempat dengan nama yang berbeda. Lucunya, meskipun masih berada di kawasan Blok M Jakarta Selatan, setiap sudut pusat perbelanjaan di sini seolah punya identitas sendiri. Entah itu nama tempat yang berbeda, tapi tetep nyambung-nyambung juga. Bikin bingung, tapi itulah uniknya Blok M!

Jangankan netizen, jujur aja aku sendiri masih suka bingung: Apa sih bedanya Blok M dan Blok M Square?

Ibaratnya, baru aja nyebrang sedikit setelah beli Kopi TUKU di kawasan Blok M. Eh tiba-tiba udah masuk ke area Blok M Square. Lokasinya nempel, tapi namanya beda. Bingung? Sama. Tapi justru di situlah serunya jelajahi kawasan ini—setiap langkah bisa berpindah suasana (dan nama tempat), tanpa kamu sadari.

4. Love Cheese 

Tepat di seberang Kopi Tuku, langkah kakiku terarah ke satu tujuan: berburu roti dari sebuah toko legendaris yang tak pernah sepi pembeli. Dan benar saja, sesampainya di sana, antreannya sudah mengular. Aku harus menunggu sekitar 30 menit sebelum akhirnya bisa masuk dan membawa pulang roti yang jadi incaran banyak orang.

Semuanya bermula dari kemunculan beberapa konten artis yang berseliweran di explore Instagram dan YouTube. Nggak tanggung-tanggung, mereka rela antre demi mencicipi cakes yang harganya bahkan setara ongkos Grab ke kantor. Dan ya, kali ini aku harus akui—aku lagi FOMO, tapi ternyata memang worth to buy! Walaupun keinginan untuk mencoba varian Strawberry gagal terpenuhi karena stok buahnya habis, setidaknya itu jadi alasan sah untuk memilih rasa Dark Chocolate yang ternyata nggak kalah enak.

5. Festival Makanan 

Di berbagai season, ada berbagai macam festival makanan yang kerap diselenggarakan di teras mall kawasan Blok M Square. Secara kebetulan, ini kali kedua aku menghadiri acara tersebut. Jika di tahun 2019 silam, aku sempat menghadiri acara Festival Jajanan Minang bertemakan "Sumarak Minangkabau". Dan tahun ini, di tempat yang sama, aku kembali terseret dalam suasana serupa untuk kembali menjajal makanan yang kini lebih dikenal dengan istilah Street Food.

Berawal dari insiden kejebak di dalam Bus TransJakarta Rute 1 Monas-Blok M karena membludaknya penumpang di jam pulang kerja, keadaan membuatku segera mengambil keputusan lain. Tanpa berpikir panjang, aku memilih tetap meneruskan perjalanan menuju arah Blok M lalu turun di Halte Kejagung, 1 halte lagi sebelum pemberhentian terakhir Blok M. Berbekal pengetahuan minim terkait lokasi di wilayah tersebut, namun keputusan nekat ini kerap terjadi saat aku yang suka random mengunjungi tempat-tempat asing. Kali ini, aku hanya mengandalkan Maps dan insting untuk terus berjalan menelusuri tempat yang selalu padat pengunjung tersebut. Melewati Taman Literasi hingga nyasar sampai ke Blok M Square, sebuah pemandangan tak asing dan terasa seperti De Javu dengan penampakan stand makanan dimana-mana persis seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu. 

Beruntungnya tahun ini aku kembali berkesempatan menikmati jajanan bertemakan Asian Food Market yang diadakan di Teras Berlian 1–3 Blok M Square. Festival makanan yang diselenggarakan mulai dari tanggal 9 hingga 20 Juli, kali ini menyajikan beragam kuliner dari berbagai negara Asia, termasuk Thailand, Jepang, Korea, dan masakan khas Indonesia. Niat hati ingin menikmati sate padang, namun langkah kaki mengantarkan ku pada stand Mango Sticky Rice ข้าวเหนียวมะม่วง, Pempek Palembang hingga jajanan Korea Tteokbokki 떡볶이. Rata-rata dibanderol dengan harga Rp50 ribu untuk seporsi makanan, namun aku dibuat zonk pada saat menjajal stand berikutnya yang menyajikan Rojak Penang Malaysia. Untuk harga yang sangat pricy tersebut,  menurutku masih sangat jauh enakan rujak bebek abang-abang pinggir jalan,  atau rujak abang tukang buah sekalipun.

📍Blok M
Jl. Melawai 5, RT.3/RW.1, Kecamatan Kebayoran Baru Kota Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160

Comments