Catch-up dengan teman lama di café hits Petitenget, Seminyak

Senang sekali rasanya ketika mengetahui dalam waktu dekat akan kembali ke Pulau Dewata untuk agenda perjalanan dinas. Tentu saja, orang yang pertama kali dituju saat tahu dalam waktu dekat akan menginap di Bali adalah Ni Wayan Meri Monika Sari, warga lokal, teman lama sekaligus workmate di perusahaan sebelumnya tempat ku bernaung. 

Terakhir kali bertemu di tahun 2018, saat ia berkesempatan untuk melakukan pelatihan ke Jakarta, setelah itu, kami tak lagi pernah bertatap muka. Adapun sesekali bertegur sapa lewat dunia maya, aktivitas setiap hari berkirim pesan di lync kantor yang biasanya rutin dilakukan setiap saat, kini hanyalah kenangan saat aku terlebih dahulu memutuskan hengkang dari Home Credit Indonesia dan Meri yang pindah ke bagian Departement lainnya. 

Bertemu dalam chapter kehidupan baru, dimana dua-duanya sudah sama-sama menikah dan mempunyai anak, tidak ada obrolan basa-basi sejak awal bertemu karena cerita kehidupan seputar pekerjaan, kehidupan pernikahan, tumbuh kembang anak dan cerita keluarga yang sudah saling kenal menjadi topik seru pembahasan yang tak ada habisnya. 

Terakhir bertemu sama-sama masih berpacaran dengan pria yang masing-masing sudah menjadi suami, setelah tak lagi berada di tempat yang menjadi pertama kali bernaung di divisi yang sama karena Field Ops-Admin bubar, kini Meri pindah ke bagian Sales dan masih bertahan di Home Credit hampir 8 tahun bekerja, memutuskan menitipkan anak ke mertua di Tabanan dan tinggal di Denpasar berdua doang bareng suami yang bekerja sebagai Hospitality di Motel Mexicola, setiap weekend wajib bolak-balik kampung untuk bertemu dengan anak, menjalani kehidupan berpisah dengan buah hati sendiri dan kini, bercerita banyak tentang sang adik yang dulu terakhir ku temui masih remaja SMA kini sekolah di luar negeri dan survive kuliah sambil part-time di Australia. Sama halnya denganku, yang kini tak lagi bekerja di Home Credit namun bekerja di dua perusahaan sekaligus, Hops Media dan Bank Indonesia, kembali menata karir usai resign dan lama menetap di Sumatera Barat karena menjalani pengobatan non-medis, harus survive berbarengan dengan bisnis suami yang sempat bangkrut. Struggle tentang banyak hal lainnya tersebut terus tertumpahkan hingga tanpa terasa, di hari pertama di Bali, aku melewati momen indah matahari tenggelam karena selama pergantian sore ke malam yang utuh berada di dalam cafe, dibubuhi cerita yang haru biru sekaligus sharing happiness momen bersama teman lama. 

Sayangnya, di pertemuan ini pula, aku tidak sempat untuk lebih banyak mendokumentasikan suasana sekitar karena terlalu serius dengan obrolan yang tidak ada habisnya. Cerita yang dirangkum sejak 6 tahun silam, seharusnya tak cukup waktu untuk diceritakan dalam beberapa saat. Dan yah, meskipun hal-hal penting lainnya masih banyak yang ke-skip untuk bisa dijadikan sebagai bahan obrolan seru lainnya. 

Berada diantara kerumunan pengunjung lainnya yang datang ke kafe dengan agenda yang tidak jauh berbeda, ada yang bekerja dari kafe, sedang liburan di Bali, cobain kafe hits di Petitenget hingga hangout bersama teman dan bertemu teman lama sepertiku tampaknya menjadi alasan mengapa orang-orang ramai mendatangi tempat ini. Ditempat menu andalan yang dijual pun beragam.

Aku yang sore itu ditemani oleh satu cup gelato, sengaja memilih 3 varian rasa coklat, strawberry dan pistachio sebagai peneman obrolan. Rasanya yang begitu melekat, pantas jika dibanderol dengan harga yang sangat mahal. Diketahui, menu andalan disini tidak lepas dari croissants, cakes, coffe serta western food.

Sebelum menghabiskan 3,5 jam duduk di Livingstone, akupun menyempatkan diri untuk bekerja secara remote dari Bali sekaligus melakukan serangkaian persiapan lainnya yang semestinya dilakukan sebelum kegiatan konsinyering esok hari. Setelah itu, seperti biasa pula, belum afdol jikalau bertemu di satu tempat dengan Meri, dan harus bubar begitu saja. Sebelum beralih ke kafe berikutnya, terlebih dahulu kami mempertimbangkan, apakah ingin mendatangi live music atau club malam? 

📍Livingstone Cafè & Bakery
Jl. Petitenget No.88X, Kerobokan Kelod
Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali
80361

Comments