Niat jogging di GBK berujung nonton WTF 2024

Nggak sengaja nonton konser musik menjadi keberuntungan lain yang didapat saat aku yang semula berencana lari malam di GBK berakhir menonton pertunjukkan musik. 

Panggung WTF yang semula sengaja didirikan di GBK Sports Complex, Senayan Jakarta semestinya menjadi pertunjukan megah yang dikhususkan untuk penikmat musik yang sudah membeli tiket, pun bocor dan bisa disaksikan oleh orang-orang yang bermaksud untuk olahraga di stadion utama malam itu. Aku, menjadi satu diantara sekian ratusan orang beruntung lainnya yang bisa menikmati pertunjukan musisi internasional secara cuma-cuma. Tanpa harus war tiket dan menggelontorkan paling tidak sekian persen uang gaji, aku bahkan lupa jika pertunjukan musik We The Fest di hari ketiga, Minggu 21 Juli 2024 sedang berlangsung malam ini. 

Jika di tahun 2017 lalu berkesempatan menonton musik di event yang sama, ini kedua kalinya aku nonton WTF, panggung musik yang dijadikan barometer bagi musisi tanah air dalam berkarir di industri kreatif. Namun bedanya, kali ini Ismaya Live tidak lagi mengadakan di JIEXPO Kemayoran melainkan di Gelora Bung Karno. Bahkan jika di tahun tersebut, musik EDM berada di puncak kejayaan, kini aku berkesempatan menonton band Indie hingga Hardcore tampil on-stage.

Melewatkan beberapa band yang sebelumnya sudah tampil, kali ini aku berkesempatan untuk menonton pertunjukkan:

1. The Adams

Band Indie The Adams menjadi salah satu penampil yang diberi kesempatan untuk mewarnai panggung We The Fest 2014. Diketahui usai Pandu hengkang, Ario, Saleh dan Suryo Prayogo tampil membawakan beberapa lagu hits band Indie Rock tersebut seperti Pelantur, Waiting, Hanya Kau, Timur, Masa-masa hingga Konservatif. 

2. Turnstile

Jika terakhir kali berkesempatan menonton pertunjukan Hailgun, band Hardcore asal Australia yang tampil di Padang, Sumatera Barat 2012 silam, ini kali kedua ku menyaksikan musisi luar aliran musik punk asal Amerika Serikat tampil mengguncang panggung musik festival. 

Digadang-gadang sebagai band Hardcore terbesar tahun ini, diketahui, ini kali kedua pula bagi Turnstile perform di Indonesia. Membuka penampilan dengan membawakan lagu yang berjudul T.L.C (Turnstile Love Connection), suasana yang semula santai mendadak heboh. Bahkan, tak sedikit para penggemar Hardcore datang jauh-jauh dari luar kota hingga melakukan aksi mosh-pit (moshing) di tengah pertunjukan yang sudah dimulai sejak di lagu pertama dikumandangkan. Dan itu berlangsung saat lagu Real Thing, Underwater Boi, Wild Wrld, Mystery dimainkan hingga penampilan terakhir Turnstile di lagu yang ke-12 berjudul Holiday yang menjadi warna lain dari pertunjukkan musik tahun ini. 

Seolah, popularitas musik Hardcore di Indonesia kembali menjelma dan mewarnai hiburan tanah air, khususnya bagi anak muda. Mengutip wawancara Marcell, musisi Indonesia yang tampil di hari kedua pagelaran musik We The Fest 2024, dilansir dari laman pophariini, ia menjelaskan, "Sekarang karena adanya digital streaming platform, gak ada batasan genre dan selera". Marcell Siaahan, yang sejatinya merupakan penyanyi sekaligus drummer band musik keras tersebut merasa senang dengan fenomena musik Hardcore kembali diperdengarkan. Itu terjadi karena, ia merasa jendela-jendela yang seakan ditutup dieranya saat masih tergabung ke dalam grup band di Puppen, kini semakin terbuka lebar.

Line-up WTF Day 3 2024

Seperti biasa, selain WTF stage, panggung musik yang dibuat untuk anak kekinian ini selama 10 tahun terakhir selalu menampilkan musisi secara bergantian bahkan di 3 pentas berbeda sekaligus seperti This Stage Is Banana dan park Stages. Kemudian, disusul oleh penampilan dari musisi lain yang berurutan tampil sesuai dengan line-up yang sudah ditentukan oleh pihak penyelenggara seperti Gangga, Joji serta Maliq & D'Essentials perform hingga lewat dari jam 12 malam. Pada waktu yang bersamaan pula, malam itu di Plaza parkir Timur GBK juga turut menyelenggarakan konser berbeda bertemakan 'Narasi Pasar Malam' hingga turut menampilkan musisi-musisi tanah air sekelas Tipe-X.

Comments