Sambangi Optik&Co: Transformasi jadi wanita berkacamata

Memiliki mata normal dan jauh dari kerusakan menjadi satu dari sekian banyak hal yang patut untuk disyukuri sepanjang hari. Bagaimana tidak, di usia yang sudah memasuki angka 30 tahun nyatanya tidak ada permasalahan serius yang terjadi di bagian retina mataku. Meskipun di keseharian aktivitas berada di depan papan layar menjadi kegiatan yang tak terhindarkan. 

Pemeriksaan kesehatan mata

1. Autorefractor

Terpapar radiasi layar pintar lebih dari 12 jam setiap hari, untuk kedua kalinya aku memutuskan untuk mendatangi optik terdekat dan melakukan pemeriksaan mata menggunakan Autorefractor yang tersedia sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri. 

Pada saat diminta untuk duduk di depan Autorefractor lalu meletakkan dagu dan mata, sorotan mataku langsung diarahkan kepada sebuah lubang optometris yang tersedia. Awalnya aku sedikit bertanya-tanya tujuan dokter mata tersebut memperlihatkan gambar rumah atau lumbung padi yang terletak di tengah sawah hijau dengan pergerakan dan perubahan fokus yang begitu cepat. Ternyata, hal itu umum dilakukan untuk mencaritahu seberapa tajam kecepatan atau pandangan mata kita dalam menangkap sebuah objek.

2. Tes mata minus

Diminta untuk berpindah tempat duduk, selanjutnya aku diarahkan untuk melakukan tes mata minus (visus) yang menjadi rangkaian dari proses pemeriksaan ketajaman mata selanjutnya. 

Dihadapkan dengan sebuah papan yang menunjukkan huruf dalam jarak tertentu, sejujurnya aku masih bisa melihat dengan cara normal. Hanya saja, pandangan ku terhadap abjad yang ditampilkan sesekali mulai buram. 

Penggunaan Kacamata Photochromic di tahun 2008

Jika 15 tahun silam aku pernah menggunakan kacamata lensa photochromic berwarna brown dengan minus 0.25 di bagian kiri (SPH, L -0.25), kini bertambah CYL, R -0.25. 

Meskipun masih masuk ke dalam kategori mata normal dan tidak ada permasalahan serius untuk kesehatan mata, sesuai niatan awal saat pertama kali mengunjungi optik, aku tetap ingin melanjutkan proses pembuatan kacamata lensa.

Lantas, apa itu SPH, CYL, R, L?

Dikutip dari laman essilor.co.id, SPH atau Spheris merupakan gangguan rabun jauh atau dikenal dengan istilah miopi. Terbukti, hal itu turut dirasakan ketika ada perasaan buram saat melihat tulisan yang jaraknya cukup jauh dari pandangan mata.

Kemudian CYL atau Cylinder pada mata ku juga sampai di angka 0.25. Hal ini diartikan sebagai jumlah kekuatan lensa yang dibutuhkan untuk astigmatisma. 

R untuk Right (kanan), dan L untuk Left (kiri).

3. Pilih frame kacamata

Memilih kacamata dengan anti radiasi sinar UV, setelah dihadapkan dengan beberapa jenis frame kacamata akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan produk korea, Dockers original.

Comments