Jajan makeup di e-Commerce, menang packaging doang?
Berawal dari naksir packaging produk yang simpel dan elegan, akhirnya tumpukan produk yang cukup lama nangkring di keranjang e-Commerce pun check-out juga. Terlebih buat si mager yang suka menunggu produk benar-benar habis dan nyaris kadaluarsa terlebih dahulu baru refill dan update kosmetik di meja rias. Setelah timbang pilih dan menuruti rasa penasaran, akhirnya produk yang diincar datang juga. Tapi, apakah hasilnya sebanding dengan ekspektasi?
Review jujur Focallure:
1. Eye Brows dan eyeshadows patah
(4.5/50) reviews
Menggunakan Eye Brows lagi setelah sekian lama hanya terbiasa menggunakan pensil alis, aku langsung buru-buru setuju kembali menggunakan Auto Brows Pen FA 18-01 Focallure Waterproof Long-Lasting. Alasannya sesimpel karena Focallure punya variasi warna grey.
Sama seperti produk brow pen lainnya, pensil alis ini juga dilengkapi dengan spoolie alias sisir kecil untuk merapikan alis setelah dirias. Daya tahannya cukup oke, warnanya juga sesuai harapan dan kebetulan ini memang shade yang sudah lama aku incar. Sayangnya, produk yang diterima ternyata cacat karena pada saat diputar, pensil alis tersebut langsung patah. Alhasil, penggunaannya jadi nggak maksimal dan harus diakali dengan berbagai trik supaya tetap bisa dipakai.
Eyeshadow: Nggak jauh berbeda dengan pengalaman sebelumnya saat beli produk eyebrow, sepertinya produk jenis pen dan pencil memang cukup rawan patah. Hal yang sama kejadian lagi waktu aku coba Eyeshadow Pencil FA38-10 Focallure. Semula, aku sengaja pilih jenis pencil yang bisa diputar karena mikirnya lebih praktiss dan nggak perlu kuas, nggak ribet. Tapi ternyata, malah apes lagi! Begitu diputar, ujung eyeshadow-nya langsung patah. Alih-alih praktis, yang ada aku harus cari cara biar produk riasan mata ini masih tetap bisa dipakai tanpa ngebuangnya.
2. Eyeliner-nya nggak banget
(4.1/50) reviews
Eyeliner: Dulu, eyeliner adalah koenji. Namun semakin kesini, rasanya aku lebih suka melihat area mata tanpa sentuhan garis hitam atau cat eye yang bisa merubah look wajah.
Setelah sekian lama nggak ribet urusan eyeliner, niatku ingin berpenampilan lebih bold sirna saat merasa salah pilih produk Intense Eyeliner FA13 Focallure yang Black Liquid. Mungkin, dengan harga yang ditawarkan, wajar kalau daya tahannya nggak terlalu bisa diandalkan. Begitu diaplikasikan, tintanya memang terlihat hitam pekat, tapi sayangnya nggak bertahan lama. Baru dipakai beberapa jam, warnanya sudah mulai memudar dan nyaris hilang total dari garis mata. Jadi, belum sempat tampil maksimal, eh eyeliner-nya keburu hilang duluan.
3. Maskara satu-satunya produk yang bisa direkomendasikan
(4.9/50) reviews
Maskara
Terbiasa menggunakan produk Maybelline dan L'Oreal Paris volumizing Mascara, tidak ada salahnya kali ini aku mencoba menggunakan Mascara dari produk Focallure. Selain hemat ongkir karena belanja dalam satu paket, harga Focallure Waterproof Volumizing Mascara FA148 pun cukup ramah di kantong bahkan jauh di bawah produk yang biasa ku gunakan. Sesuai dengan judulnya, waterproof serta gampang dibersihkan.
4. Warna Lipmatte tidak sesuai
(4.0/50) reviews
Lipmatte
Jika dua produk riasan mata sebelumnya patah dan harus diakali agar bisa digunakan, lain halnya dengan pembelian produk bibir satu ini.
Terpaku dengan warna Nude dan Taupe, sekali-kali aku mencoba memilih warna soft pink. Siapa sangka Stay Matte Lip Ink FA134-12 Focallure Staymax yang ditampilkan Soft Nude Pink hasilnya pas dipakai beda jauh.
Realita:
5. Cushion dan Compact Powder Focallure bikin muka berminyak?
(4.2/50) reviews
Cushion: Jujur, ini pertama kalinya bagiku menggunakan Cushion. Sebelum memutuskan checkout belanjaan, aku sempat dibuat bingung dan sibuk mencaritahu, apa bedanya Cushion dan Foundation?
Secara harfiah kegunaan keduanya hampir sama karena digunakan sesudah penggunaan skincare dan primer. Dianggap hampir sama, akupun memilih produk Cover Longlasting Cushion Foundation FA162-#04 Focallure Beige yang konon bisa tahan lama 24 Jam, tapi pemakaian 3 jam saja sudah bikin penampilan kusam dan berminyak.
Secara tampilan, packaging BB Cushion jauh lebih travel friendly dari foundation karena rata-rata dikemas hampir sama dengan Compact Powder, bahkan cara mengaplikasikan ke wajahpun seringkali menggunakan sponge berbahan air puff.
Berbeda dengan foundation yang pernah ku gunakan sebelumnya karena harus di pomp terlebih dahulu dan harus diaplikasikan ke wajah menggunakan beauty blend. Tekstur Cushion dianggap lebih ringan daripada foundation yang lebih cair dan biasa digunakan beauty anthusiast untuk full coverage. Makanya produk Focallure yang merupakan kombinasi Cushion Fundation bisa digunakan medium to high coverage. Namun sayang, cushion merk ini tidak sepenuhnya bisa mengcover penampilan wajah. Terlebih, semakin banyak mengaplikasikan produk Focallure hanya akan memperparah penampilan wajah di bagian teksture pori-pori alih-alih menutupi.
Compact Powder: Katanya non-cakey! Nyatanya nggak bisa menutupi pori-pori besar juga.
Hampir sama dengan Cushion, penggunaan Oil-control Pressed Powder Matte FA16-01 Focallure Light Beige atau Lvory tampaknya tidak memberikan perubahan yang signifikan karena rata-rata produk Focallure hanya bertahan 2-3 jam pemakaian di wajah.
.jpg)


Comments