Caritahu minat dan bakat anak
Beruntungnya, Kannel adalah anak yang tidak pernah dituntut untuk menjadi apa-apa kecuali terus melakukan apapun yang ia senangi. Ia tumbuh dan berkembang selayaknya anak manusia yang ditakdirkan mengisi kedamaian di sebuah keluarga. Dipupuk dengan kasih sayang dan ketulusan, diasuh dengan ilmu serta dididik agar menjadi anak yang baik oleh kami orangtua yang terus mencoba menanamkan akhlak serta budi pekerti. Tumbuh mengikuti perkembangan usia anak, learning by doing tentu menjadi kesehariannya.
Di balik sifat polosnya, hidup beriringan dengan mood anak-anak seusia Kannel ada kalanya ia dibiarkan menangis ketika sedang meluapkan emosi, didengarkan saat bercerita atau diapresiasi saat melakukan suatu hal.
a. Makanan kesukaan
Bercerita soal kesukaan anak, Kannel suka banget makan mie! Sebut saja soun, mie jagung, bihun atau apapun jenisnya. Sayangnya, ia tidak suka sayur dan hanya mengkonsumsi makanan organik jenis tertentu. Sifat picky eater itupun terus terpupuk sampai di usia 6 tahun. Selain masih suka pilah-pilih makanan, terkadang ia masih mengkonsumsi makanan olahan. Namun di balik itu, beruntungnya ia tidak ketergantungan jajanan warung, alhasil mie instan, ciki-ciki, coklat ataupun minuman gula menjadi hal yang mahal buatnya.
Buruknya penerapan pola asuh pada anak di awal dan pengetahuan orangtua baru yang terbatas turut berdampak pada kebiasaan anak, and it's my fault. Jadi kalau ada yang bilang anak pertama kerap menjadi percobaan orangtua, mungkin itu salah duanya.
b. Stimulasi kemampuan berbicara anak dengan hal yang disukai
Sebagai orangtua, tak sedikit yang mengkritik pola asuh kami. Hal itu terlihat di saat anak-anak lain sudah bisa merangkai kata dan kalimat di usia 3 tahunan, namun Kannel belum menunjukkan gelagat yang sama dengan anak-anak seumuran pada saat itu. Tak bisa dipungkiri, ada sedikit kekhawatiranku apakah ini gejala speech delay?
Kannel yang belum bisa menyebutkan kalimat dengan jelas serta pertanyaan orang-orang sekitar yang kerap di dengar:
"kok udah umur segini anaknya gak bisa ngomong?"...
Membuat mentalku sebagai orangtua sedikit terusik. Hingga suatu hari, Kannel yang kerap dibelikan mainan hewan tersebut mulai bisa menyebutkan satu per satu jenis binatang yang ada. Si..nga... Di..no.. atitimauuw... aka Harimau! Sejak saat itu, satu per satu kosakata mulai terlontar dari mulutnya hingga terus bertambah dan lancar berbahasa. Bahkan kini, ia tumbuh menjadi anak cerewet yang punya 1001 pertanyaan diusianya.
KEGEMARAN
1. Kannel Suka Hewan
Satu hal yang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, ketertarikan dengan binatang membuat aku yang anti binatang tiba-tiba harus berurusan dengan kucing kampung, mendadak punya ayam jago lengkap dengan sangkak, dibekali ayam warna-warni hingga suatu hari angku sampai rela bikinin kandang ayam di belakang rumah. Kalian tahu betapa riuhnya rumah dengan sepasang lovebirds kesukaan Kannel? Tak sampai disitu saja, ia pun suka menangkap capung terbang, bermain dan bercerita bersama kura-kura brazil, dibelikan hamster beserta kandangnya hingga setiap saat papa transaksi ikan koi dan cupang bersama abang-abang gerobak.
KEHIDUPAN DI SEKOLAH
Basic Knowledge: Pelajaran Agama
Ya, beragam hal yang disuka dan tidak disukai turut dalam pengamatanku sebagai orangtua yang selalu mendampinginya. Terlahir dari keluarga muslim, dalam keterbatasan ilmu pengetahuan kami dalam memupuk keimanannya, sebagai orangtua ingin rasanya memiliki anak yang paham ilmu agama. Pondasi agama soal ibadah yang terus diperkenalkan seperti solat, mengaji, puasa ramadhan dan bersedekah tak luput dari materi wajib didikan orangtua milenial. Untuk itu, aku dan suami lantas menyerahkannya ke Madrasah yang menjadi pilihan kami agar membersamai pengajaran anak dalam mendidiknya di sekolah ataupun di rumah. Pokoknya, semenjak diserahkan ke sekolah, kesenangannya pun mulai terlihat. Walau pada akhirnya, aku menemukan jawaban dari kalimat awal tulisan ini. Yap, draft wishlist-ku sebagai orangtua tidak sepenuhnya tercentang, bahkan beberapa sepertinya terlewatkan. Again, Kannel tidak pernah dituntut untuk menjadi apa-apa kecuali terus melakukan apapun yang ia senangi.
1a. Mencoba memahami kemampuan berpikir dan daya ingat anak dari perspektif lain
| it means: menulis angka 1-5 |
- Kerap menulis dengan pola terbalik
- Kannel selalu skip huruf ta (ت) dan angka 6
- Sampai saat ini, ia tidak bisa menyebutkan alfabet secara berurutan, namun mampu spelling dan menuliskan huruf apapun secara acak.
- Ketika menggaris pola dalam menulis huruf dan angka, anakku menunjukkan pola kebalikan. Menarik garis dari bawah ke atas, bukan atas ke bawah.
KREATIVITAS
2. Kannel Suka Menggambar
Walaupun Kannel tidak suka kelas belajar ilmu basic, namun ia kerap menunjukkan bakat seni sejak usia 5 tahun. Hal yang sama turut diutarakan oleh wali kelas dalam buku rapor anakku di semester kedua:
"Kreativitasnya sangat terlihat dalam kegiatan seni, dimana Kannel sering membuat karya yang imajinatif dan unik".
Aku bisa menyimpulkan jika ia memiliki kecerdasan spasial. Hal itu terlihat saat berada di kelas kreativitas ataupun dikesehariannya.
Dilansir dari sebuah sumber yang mengatakan jika 🔎Kecerdasan Spesial merupakan kemampuan seseorang dalam memahami, membayangkan, mengingat, dan berpikir dalam bentuk visual. Kecerdasan spasial juga dikenal sebagai kecerdasan bayang ruang (spatial intelligence).
2a. Berkreasi dengan pensil dan crayon
Kannel sangat suka menggambar, bisa dibilang history tontonan YouTube Kannel bukanlah film kartun seperti kebanyakan anak-anak melainkan cara menggambar dan mewarnai suatu objek. Saking sukanya menggambar, ia kerap menyalurkan imajinasi atau hal yang ia pikirkan dari sebuah karya atau dikenal dengan istilah Picture Smart.
Bikin akuarium dari kardus bekas, lalu dijadikan pajangan rumah |
Tidak harus apa-apanya di beli! Kerap kali, Kannel menciptakan mainannya sendiri.
Di usianya yang penuh dengan keinginan untuk memiliki mainan baru setiap hari, Kannel selalu menemukan cara kreatif untuk mewujudkannya. Salah satunya ketika ia mendambakan sebuah akuarium. Dengan ide cemerlangnya, ia memutuskan untuk membuat tempat ikan sendiri dari kardus bekas sisa belanja online. Dengan crayon warna-warni yang ia punya, Kannel bergitu bersemangat menyulap kotak tersebut seakan-akan menjadi dunia bawah laut lengkap dengan gambar ikan nemo, udang, kelomang, bahkan terumbu karang yang ia gambar.
![]() |
| Karya pertama yang muncul setelah menonton Sonic The Hedgehog di Netflix |
Semula saat bakat itu pertama kali terlihat, aku cukup takjub ketika mendapati anakku menggambar berbagai jenis alat transportasi, beragam satwa, karakter kartun di film serta hal-hal yang ia lihat. Misalnya usai menyaksikan penayangan How to Train Your Dragon di XXI, saat pulang ke rumah kemudian ia menggambar ulang Dragon Night Fury lengkap dengan detail ekor kepotongnya yang menjadi salah satu tokoh utama di film fantasi buatan Amerika tersebut di atas secarik kertas, persis seperti apa yang dilakukan Hiccup di dalam buku catatan kecilnya. Tidak habis sampai disitu saja, suatu hari ketika market day di sekolah alih-alih membeli jajanan/makanan, Kannel justru membawa pulang clay/lilin mainan warna-warni sebanyak uang yang diberikan lalu membuat beragam hewan mamalia, reptil dan segala jenis binatang kesukaannya, atau membuat kepala burung atau unggas lainnya detail dengan bola mata khas hewan, ukiran yang sama persis aslinya atau segala jenis ikan paus seperti paus bungkuk, paus horka, paus beluga, paus sperma, paus kepala busur serta klasifikasi lainnya.
Ia juga suka menggunting kertas. Membuat prakarya seperti bus sekolah dari bekas bungkusan pasta gigi atau rumah dengan kardus yang digunting sesuai dengan benda-benda yang dilihat. Kompor gas misalnya, atau sapu, tempat tidur dan perlengkapan rumah yang ia tahu dngan menatanya persis seperti rumah barbie versi kearifan anak kecil. Dalam kesehariannya di rumah, Kannel juga suka bermain peran dengan hal-hal yang ia buat.
Seolah, kegiatan yang dapat mengembangkan keterampilan motorik halus pada anak satu ini menjadi kesehariannya saat bermain dengan menciptakan permainan sendiri di rumah alih-alih screening time.
2b. Implementasikan keinginan di atas selembar kertas
| Rumah impian Kannel Sab, 12 April 2025 |
Dengan keterbatasan ruang tempat tinggal, suatu hari Kannel berujar ingin punya kamar sendiri. Dengan ide-ide kreasi yang terus bermunculan di kepala, ia tampak sedang seru memainkan pulpennya sambil terus menggambar rumah impian. Uniknya, ia pun menceritakan detail gambar apa yang sedang dicoretkan di atas buku yang sengaja dikhususkan untuk corat-coretnya. Yang menarik, ia tampak asyik menarasikan keinginan untuk memiliki hunian dan kendaraan yang proper.
"Ada bunga (he knows mama suka tanaman hijau yang ditaruh di dalam rumah), TV, meja makan, jendela, jam dinding, bendera, itik dan burung Kane. Ada bus sekolah juga," ujar anak 6 tahun tersebut.
Sontak, akupun tertegun mendengar celetukan yang keluar dari Kannel yang lagi gemar sekali story telling. Seorang anak yang selama ini hanya menunjukkan ketertarikan terhadap hewan, tetiba menggambar rumah impian sebagai sebuah keresahannya lengkap dengan kendaraan, furnitur serta hewan ternak yang diinginkannya.
2c. Suka Gunting Kertas
Kumpulan kertas sisa di kantor yang semestinya dihancurkan atau diserahkan ke loak, kini bisa di alihfungsi Kannel yang akhir-akhir ini mulai menampakkan minat baru. Selain suka menggambar,
Dari speech delay hingga suka storytelling
Kannel yang sudah pandai mengutarakan hal yang diinginkan, kini memiliki pendapat terkait apa yang ingin dan tidak ingin dilakukannya serta suka menceritakan apa yang terlintas di kepala kini kian cakap dalam berbahasa. Terlebih semenjak pelajaran story telling yang diajarkan oleh guru di sekolah, ia semakin sering membagikan hal-hal yang ada dibenakkan dan mengalir ke dalam sebuah cerita lucu versi anak 6 tahun. Selain menirukan narasi tontonan yang ia suka, bahkan kini sebelum tidur acapkali bak sedang dibacakan buku dongeng anak. Kannel sangat gemar menceritakan ulang gambar-gambar yang sudah dibuatnya ke dalam sebuah buku, sebuah cerita yang tak pernah jauh dari animals world.

.jpeg)


Comments