Tips makan All You Can Eat agar gak cepat kenyang
Kembali mengunjungi All You Can Eat dengan orang-orang dan konsep makan yang sama, akhirnya aku bersama dua rekan lainnya berangkat dari Jakarta Pusat menuju Alam Sutera - Kota Tangerang untuk mengisi perut kosong di akhir pekan.
Kebetulan kami datang di saat weekend, jadi tidak tersedia pilihan paket selain reguler. Oh iya, sempat waiting list di urutan kedua dan disuruh menunggu selama 30 menitan, akhirnya dipanggil juga. Setelah itu, kami diarahkan untuk berjalan menuju ke meja makan.
Sembari menyiapkan alat makan, pramusaji yang bertugas akan selalu bertanya terlebih dahulu mengenai kuah apa yang ingin dihidangkan? Kamipun mengikuti rekomendasi yang ada emotikon jempol di pilihan menu yaitu kuah ayam dan juga kuah tomyam. Jika sebelumnya kami makan di meja terpisah, kali ini bisa bergabung dalam satu tabel. Di atas meja, ada kompor listrik dan juga alat pemanggang. Jadi tidak hanya fokus pada makanan berkuah saja, tapi bisa juga makan daging yang dibakar sepuasnya dengan menu pilihan lainnya yang juga tersedia.
Sembari menunggu kuah mendidih, secara bergantian kami menuju buffet counter untuk memilih menu yang ingin di santap. Dan aku kebagian tugas untuk memilih aneka daging yang akan di makan, betapa senangnya karena ini part yang paling ku tunggu - tunggu.
Pilihan jatuh kepada hampir semua jenis daging yang tersedia, mulai dari daging sapi dengan bermacam olahan (daging striploin, daging sapi slice, daging dengan saus bulgogi, dan daging yang sudah ditaburi saus lada hitam); kemudian daging ayam (saus thai dan teriyaki); dan juga aneka seafood (cumi - cumi, kerang ijo, udang segar, ikan bawang putih) yang semuanya siap untuk di bakar.
Di sisi lain, rekan ku yang lain menyiapkan side dish, bahan pelengkap ataupun memilih menu ala carte yang disajikan oleh chef yang bertugas di sana. Berbeda dari tempat sebelumnya, di sini variannya jauh lebih lengkap dan tidak terpaku kepada masakan Jepang saja. Ada chicken collagen broth, beef herb soup, tom yam kung, wild mushroom soup, Szechuan hot boiling soup, and miso seaweed soup. Mau makanan khas Timur Tengah seperti kebab? Ada. Western food seperti hotdog, pizza, spaghetti, pasta atau menu khas nusantara seperti kambing guling, asinan, soto, ayam betutu, bakpao, es lilin, dan jus buah segar juga semuanya ada di resto ini karena terdapat lebih dari 100+ jenis menu termasuk Korean, Chinese, American food di sini.
Cara agar tetap bisa makan banyak tanpa harus kenyang duluan
Aku punya sedikit tips and tricks nih untuk pemula yang ingin makan di AYCE agar tetap bisa menikmati hampir semua hidangan yang tersedia tanpa harus merasa kenyang duluan atau sudah merasa begah di pertengahan. Kira - kira seperti ini rules nya :
Pertama, pilih bahan makanan yang akan direbus ke dalam hot-pot bersamaan dengan beef yang sudah tersedia di atas meja sesuai selera, kita bisa memilih mulai dari aneka mushroom (jamur enoki, shimeji, shitake); kerang atau aneka seafood, kemudian mie kuning; aneka sayuran hijau, ikan dori, bakso, dan tofu di buffet counter. Pastikan pada saat memakan hidangan soup, untuk tidak terlalu banyak seruput kuah kaldu agar tidak cepat kenyang.
Kedua, tidak usah terlalu banyak minum air terutama di awal pada saat makan, jika perlu segelas teh ocha seduh secara perlahan dan itu dirasa cukup.
Ketiga, pilih menu side dish seperlunya saja, agar tidak cepat kenyang bisa juga diterapkan hitungan kali dua, entah itu takaran sendok atau piece pokoknya tidak usah banyak - banyak. Ada pasta, chicken karage, french fries, ataupun aneka gorengan lainnya. Atau jika tertarik dengan aneka sushi, kalian juga bisa coba memakannya menggunakan shoyu ataupun sauce yang sudah diracik sesuai petunjuk arahan agar rasanya semakin mantopu.
Keempat, racik sendiri sauce sesuai selera. Biasanya, hidangan restoran Jepang selalu identik dengan kecap asin (shoyu), wasabi, wijen, atau juga bubuk cabe.
Kelima, konsumsi makanan pencuci mulut atau makanan manis seperti puding, brownies, ice cream dengan tiga varian rasa coklat; strawberry dan vanilla.
Keenam, tutup dengan aneka buah - buahan seperti buah semangka, melon, rambutan atau buah lain sesuai dengan yang diinginkan.
Ketujuh, jadikan soft drinks beverages sebagai hidangan penutup.
Sesuai dengan yang sudah dibahas di atas, makan di buffet seperti all you can eat mempunyai time limit dan biasanya 15 menit sebelum meninggalkan tempat makan ada yang datang untuk memberitahu kami.
Do :
- Selalu gunakan sarung tangan plastik apalagi pada saat memilih hidangan menggunakan sendok atau alat capit yang biasa disentuh oleh pengunjung yang datang guna menjaga kebersihan ataupun peralatan yang tetap higienis.
- Sangat dianjurkan untuk datang ke sini dalam keadaan perut kosong. Puasa setengah hari jika perlu atau usahakan belum makan dari pagi sangat disarankan sebagai persiapan pada saat ingin makan menu apapun sepuasnya, kita bisa lebih leluasa hingga benar - benar kenyang.
- Pada saat memilih side dish, bahan makanan, menu pelengkap, minuman maupun dessert ambil seperlunya. Kita pasti lebih paham dengan kondisi tubuh sendiri, termasuk seberapa banyak porsi makanan yang biasa masuk di dalam tubuh.
- Kurangi banyak minum air pada saat menikmati jamuan, agar tidak cepat kenyang. Tahan dulu hasrat minum beverages lainnya dan minum teh ocha secara perlahan sangat direkomendasikan karena tidak bikin cepat kenyang dan juga kembung, alasan lainnya agar lebih menetralisir makanan yang masuk ke lambung.
- Di masa pandemi, kita tetap harus menggunakan masker pada saat memilih menu makanan agar tidak menularkan virus ke makanan lainnya.
Don't :
- Tidak boleh membawa pulang sekalipun makanan sisa karena semua hidangan yang tersedia hanya bisa dinikmati pada saat di restoran saja.
- Jangan kalap dan ingin ini itu semuanya, tau - tau tersisa karena jika kedapatan meninggalkan sisa makanan akan dibebankan denda sebanyak 50k / 100gr.
Review & Comparison
- Jika di Shaburi waktu yang bisa digunakan hanya 1,5 jam; di Onokabe justru bisa sampai 2 jam.
- So far, jenis daging yang ada di Shaburi better and juicy daripada Onokabe. Selain tekstur, rasa dan kualitas dagingnya juga lebih berasa sih.

- Di dua tempat ini sama - sama menyediakan nasi, seperti misalnya di Shaburi menyediakan takikomi gohan, yaitu sejenis nasi Jepang yang sudah dibumbui. Namun aku memilih untuk mengkonsumsi sushi daripada jenis makanan berat satu ini karena sudah biasa memakannya sehari - hari.
- Menu makanan yang tersedia di Onokabe jauh lebih banyak dan lengkap. Karena di tempat ini menyediakan aneka makanan dari beberapa negara sekalipun asal muasal restoran ini tetap dari negara Jepang. Di sini juga kita bisa menemukan chef yang beraksi menggunakan peralatan masak dan bisa mengajukan permintaan makanan.
Jl. Alam Utama Kav. 26 | Opposite of Flavor Bliss





Comments