#KFOOD: is SOGOGI Shabu & Grill Padang worth it?
Setelah sekian lama menetap di kampung halaman, akhirnya kembali lagi menginjakkan kaki di Kota Padang. Banyak hal yang sudah berubah. Kota yang dulu penuh dengan kenangan, kini menjelma menjadi pusat kuliner dan destinasi yang jauh lebih hidup.
Pernah menghabiskan waktu selama mengikuti bimbingan belajar hingga kuliah disana, dulu belasan tahun lalu, Padang terasa bgitu sederhana. Belum ada XXI, Transmart dan Beach Club. Tapi sekarang, wajahnya sudah berbeda. Tempat-tempat baru bermunculan dan menjelma menjadi lokasi strategis untuk berburu makanan. Termasuk restaurant Jepang dan Korea yang tak luput jadi incaran. Penasaran untuk mencoba All You Can Eat Shabu and grill yang ada di Kota Padang, apakah kali ini ekspektasiku akan terpenuhi?
Setelah menghabiskan waktu seharian mengikuti pelatihan, membuat janji dengan sahabat yang tinggal di Padang menjadi agenda selanjutnya yang harus ku penuhi sore itu.
Membuat pesanan GoRide di aplikasi Gojek untuk langsung menghampiri lokasi yang ingin dituju, menyusuri sepanjang jalanan Khatib Sulaiman yang penuh kenangan hingga melewati bangunan Mesjid Raya Sumatera Barat, akhirnya aku tiba di sebuah Restoran yang menyajikan makanan ala Korea dan berada persis di persimpangan dan depan Ibis Hotel Padang.
Tiba sekitar pukul 17:30 WIB di lokasi, akhirnya aku kembali bertemu dengan Ira setelah beberapa waktu lalu dikunjungi.
SHABU OR(+) GRILL
Disambut dengan layanan waitress hingga tiba di meja makan, aku langsung dihidangkan menu pilihan.
Sebagai pecinta hidangan daging bakar, seleraku jelas bertolak belakang dengan Ira yang lebih menikmati sajian rebus-rebusan. Untuk menyiasati perbedaan itu, kami akhirnya sepakat memilih paket reguler Shabu & Grill dengan kuah spicy miso sebagai penengah.
Sama seperti aturan yang diterapkan di AYCE lainnya, setiap pengunjung dibebaskan untuk bebas menyantap hidangan yang tersedia di restoran untuk 90 menit ke depan.
Review Jujur makanan Korea di Padang
Tak bisa dipungkiri, aku memiliki ekspektasi yang cukup tinggi saat ingin mendatangi Resto Korea yang terletak di daerah Alai ini, mengingat pengalaman makan di AYCE sebelumnya aku merasa cukup puas dengan menu hidangan yang super complete. Unfortunately, kali ini harapan itu justru berbalik. Sejak pertama kali melangkah masuk, aku mulai merasakan kekecewaan yang seiring dengan pengalaman bersantap yang jauh dari ekspektasi.
Pertama, pilihan sauce yang terbatas.
Kedua, kondisi sayuran yang cukup layu dan sayatan daging yang sangat tipis hingga lebih didominasi lemak sapi.
Ketiga, banyak pilihan menu yang tak tersedia.
Biasanya, saat bersantap di restoran AYCE, pengunjung dimanjakan dengan beragam hidangan. Mulai dari American, Italian, Chinese, hingga French cuisine. Appetizer, main course, dan dessert pun disajikan lengkap, sampai-sampai kadang bikin gelap mata saking banyaknya pilihan. Tapi sayangnya, hal itu tidak aku temukan di sini. Pilihannya sangat-sangat terbatas. Selain nasi goreng sebagai satu-satunya hidangan khas Indonesia, pilihan minuman pun minim. Hanya tersedia jus dengan kandungan gula tinggi yang rasanya nyaris seperti meminum larutan gula. Dengan hidangan minum tinggi gula yang disajikan, hal ini hanya akan membuat pengunjung kenyang terlebih dahulu sebelum menikmati menu utama. Air mineral? Ada, tapi harus dibeli terpisah di kasir.
Untuk pilihan dessert pun tak banyak: hanya ada es krim dengan tiga varian rasa. Tak ada buah-buahan segar atau pilihan pencuci mulut lainnya seperti yang biasa disajikan di restoran sejenis.
Akhirnya aku punya jawaban, mengapa rating di restaurant ini cuma 4,0/5.0
📍SOGOGI SHABU & GRILL
Jl. Cimandiri No. 12 (Depan Hotel Ibis)
Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara
Padang-Sumatera Barat







Comments