Anak gemar meniru tingkah orang dewasa
Melakukan aktivitas yang sama dan berulang kali di depan anak, aku dibuat speechless dengan perkembangan Kannel baru-baru ini. Sejujurnya, aku typical perempuan, pasangan atau ibu yang memperlihatkan bahasa cinta dengan memberikan sentuhan (physical touch). Aku suka memeluk hingga dipeluk oleh orang-orang terdekat. Bahkan sentuhan kecil dari seseorang rasanya begitu berarti di dapat. Hal itu juga yang kemudian ku lakukan kepada Kannel saat dirinya terlelap di tempat tidur.
Mengusap bagian dahi, alis, memeluk tubuh kecilnya saat tidur menjadi rutinitas yang dilakukan hingga suatu hari, anakku melakukan hal yang sama kepada mamanya. Magicnya tangan mungil itu mampu membuat ku lebih cepat terlelap, sentuhan tulus itu mampu membuat hati dan pikiran menjadi tenang.
Di fase yang gemar meniru, apapun yang dilihat oleh Kannel pasti akan tersimpan dimemori kepalanya. Anak kecil yang baru akan menginjak usia 4 tahun tersebut kini sudah bisa diajak sebagai teman jalan-jalan sore ku berkendara, teman makan yang baik di luar rumah atau sekedar memberikan bahunya untuk bersandar. Kini, ia juga paham bagaimana cara:
1. Mengingatkan untuk sholat tepat waktu
Kebiasaan melalaikan sholatku mendadak hilang saat Kannel kini menjadi alarm di waktu adzan berkumandang. Seolah, Tuhan benar-benar mengirimkan malaikat kecil di kehidupanku untuk menjadi pengingat terbaik saat waktu sholat tiba.
Di saat adzan berkumandang, Kannel menjadi orang pertama yang bergegas mendatangi sambil meraih tanganku untuk mengajak wudhu' dan bilang "Allahu akbar", pastinya dengan bahasa Kannel sendiri. Bergegas menuju tempat wudhu, ia mulai ku ajarkan urutan membasuh organ tubuh dari awal sampai akhir dengan hitungan 3x yang selalu diawali dengan bacaan bismillah, bahkan turut diakhiri dengan do'a selesai wudhu:
Asyhadu allaa ilaahah illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rosuuluh. Allaahummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriina, waj’alnii min ‘ibadikash shaalihiin.
sambil menampung kedua tangan saat sedang berdo'a dan ditutup dengan آمين (Aamiin).
2. Menutup jendela rumah saat mulai petang
Menempati rumah panggung, aktivitas menutup jendela rumah saat senja tibapun menjadi aktivitas mandatori yang dilakukan oleh penghuni rumah, terlebih aku dan juga ibu. Namun kini, Kannel kerap menirukan hal serupa ketika matahari hampir terbenam di bagian barat.
Anak kecil yang kini sudah beranjak 4 tahun ini tahu jika waktu malam akan tiba, itu artinya lampu di rumah harus dihidupkan.
3. Tahu urutan menggunakan mesin ATM
Kerap dilibatkan ke dalam aktivitas harian yang dilakukan oleh orang dewasa, ingatan di memori kepala Kannel tak luput merekam urutan menggunakan mesin ATM. Kannel tak hanya dianggap tahu diri, terkadang sikapnya juga terlihat dewasa sebelum waktunya. Saat di ajak keluar rumah, ia tak bisa menyimpan ekspresi bahagia kala diajak masuk ke dalam ruangan mesin ATM.
Ia pun menjadi tahu seperti apa proses pengambilan uang dari dalam mesin, seperti:
- Proses memasukkan kartu ke dalam mesin,
- Menyaksikan ku memencet tombol untuk memasukkan PIN,
- Kannel selalu inisiatif dan suka melibatkan diri untuk selanjutnya mengambil uang kertas, hingga
- Tak sabar menunggu struk hasil transaksi keluar dari mesin sambil menadahkan telapak tangan di dekat mesin, dan
- Langsung meremas dan membuang struk ke tempat sampah.
Kannel pun bukan typical anak yang suka mencoba suatu hal yang baru, mewarisi perilaku si papa plek-ketiplek yang tak masalah bagi mereka terus disajikan makanan yang itu-itu melulu. Oleh karenanya, anakku pun paham bagaimana cara mengolah telur hingga dimasak di atas kompor dan penggorengan.
Rules seperti mengambil telor ayam bras di dalam kulkas, mengaduk dengan bumbu di dalam sebuah wadah hingga disajikan di atas penggorengan yang less-oil. Bahkan, sempat ada di satu fase Kannel WAJIB menyaksikan proses memasak telor dadar tersebut di depan mata sendiri, tanpa tambahan daun ataupun irisan bawang seperti hidangan telor dadar pada umumnya.

Comments