Recharge dengan bertemu teman kecil di pinggir danau
Sudah tiga tahun lebih rasanya aku menghilang kabar dari sahabat sekolah. Terakhir kali bertemu pun kalau tidak salah saat mereka diberi kabar jika aku baru saja melahirkan. Aku masih ingat jika Seli, Ira dan Wara bela-belain datang ke rumah untuk menyambut kehadiran Kannel, tanpa Tya dan juga Yola karena memiliki rentang waktu lahiran yang nyaris berdekatan.
Bisa dibilang, mereka semua memang selalu ada dan hadir di setiap momen penting dalam hidupku, wisuda, menikah hingga melahirkan anak pertama. Lain halnya dengan Lucy, meskipun tak turut serta datang ke rumah hingga beberapa kali kerap absen dipertemuan, namun dirinya cukup memiliki peran penting dalam proses kelahiran Kannel. Dari awal, ketika aku mendadak memutuskan ingin melahirkan di Rumah Sakit Anak ditempat dirinya bekerja, Lucy sangat membantu sejak awal hingga proses lahiran. Mulai dari administrasi, persiapan masuk ke ruang operasi, Bidan yang membersihkan anakku hingga mencari ruangan rawat inap. Namun, bukan hal itu yang inginku tunjukkan kali ini.
Aku ingin berkisah mengenai pertemuan kembali kami setelah sekian lama hilang kabar. Tampaknya beberapa dari kita masih ada yang tetap menjaga berkomunikasi, namun tidak bagiku. Bisa dibilang, aku sempat memutus komunikasi beberapa tahun terakhir usai memutuskan menghilang dari peredaran di sosial media. Tak hanya kehilangan kontak mereka saja, aku sama sekali tidak pernah membangun komunikasi hingga nyaris menjalani kehidupan masing-masing.
Perlahan ketika aku kembali membuka akses karena alasan pekerjaan yang menuntunku harus tetap hidup bersosial media, aku kembali mengakses instagram hingga mencoba untuk menghubungi mereka satu per satu via DM.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku berkesempatan bertemu dengan Wara. Seperti biasa, pertemuan singkat itupun berlangsung di Bakso urat 88 Tanah Garam, Solok yang selama ini kerap dijadikan titik temu. Merasa kurang puas, aku dan Wara kembali membuat kesepakatan untuk bertemu, pastinya dengan mengajak teman-teman yang lain untuk menyediakan waktu di akhir pekan.
Semenjak lulus kuliah, kami tak pernah lagi berkumpul dengan formasi lengkap karena prioritas dan keberadaan yang sudah berbeda. Ada yang keterima PNS di Aceh, Payakumbuh, bekerja di Padang hingga bentrok dengan dinas malam. Setelah menyocokkan jadwal, pertemuan yang diinisiasi olehku dan Wara ini terwujud jua. Bahkan, Ira sengaja datang dari Padang hanya untuk menghabiskan waktu bersama. Aku? No kiddies today.
Berkendara menggunakan mobil clasic sembari diiringi lagu yang hits di tahun 2000an menjadi keputusan paling tepat saat kami menyusuri satu per satu sudut jalan yang biasa dilalui di kota kecil ini. Bagi Wara dan Lucy, Solok mungkin menjadi tempat yang tidaklah asing karena sehari-hari menghabiskan waktu masih di kota yang sama. Namun hal ini berbeda bagiku yang tak ingin menyia-nyiakan agenda pulang kampung untuk bertemu dengan teman lama.
Mereka yang selalu dijadikan objek pengambilan gambar
di kamera ponselku
Menyusuri kawasan Dermaga yang terletak di pinggir Danau Singkarak, seolah mengingatkan memori 2005 silam saat aku, Ira, Lucy dan Wara pernah ikut regu menari. Time flies, anak yang tadinya bertemu di sekolah menengah kini sudah menapaki kehidupan yang cukup jauh hingga tiba dipengujung angka 30 tahun dengan pencapaian masing-masing yang luar biasa. Membawa banyak kenangan, cerita yang dibagikan serta obrolan seru seputar kehidupan masa kecilpun tak luput dari buah bibir sambil menyantap makanan.
Memang tak akan cukup waktu jika sudah bertemu dengan mereka, apalagi rindu bertahun-tahun tersebut hanya diwujudkan dengan satu hari. Alhasil, kami harus kembali melanjutkan perjalanan dan kembali ke kota awal bukan karena terburu-buru melainkan ingin berpindah ke tempat lain.
Sibuk membahas Bakmi Raos dari awal, sejujurnya bukan karena aku ingin banget kesana. Hanya saja, dari sekian banyak tempat makan yang ada di Solok, tempat tersebut selama ini kerap dijadikan titik temu kami selain Bakso 88. Cita Rasa dan kenangan kemudian membawa kami kembali mengenang segala hal yang pernah dihabiskan bersama, namun ide lain pun muncul ketika ada tempat lain yang jauh lebih seru untuk bisa kami kunjungi.
📍DANAU SINGKARAK
Kec. X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Comments