Intermittent Fasting: The 18-6 method
Sebelumnya...
Saat konsistensi diri dipertaruhkan kala kebiasaan penerapan Defisit Kalori yang selama ini dijalankan di kehidupan sehari-hari mulai tak begitu berjalan, akhirnya program gaya hidup yang sudah diterapkan dengan susah payah itu pun terancam buyar.
Semua bermula ketika aku kembali pulang ke kampung halaman dan dihadapkan dengan sajian gorengan hingga sarapan gulai setiap harinya yang bisa di dapat dengan mudah. Kemudian, timbangan yang tadinya sudah menyusut hingga 11 kg pun kembali lagi ke arah kanan. Sempat naik 3-5 kg, kini aku kembali digerakkan untuk menyelesaikan misi yang sempat terbengkalai. Pernah menerapkan gaya hidup disiplin terkait asupan yang akan dimasukkan ke dalam tubuh yang selalu dihitung kalorinya, namun menjadi bablas ketika beberapa bulan terakhir kembali melahap apapun jenis makanan yang selama ini sempat dijauhi, dan rasa berdosanya sungguh luar biasa.
Tidak seperti BMI angka awal yang mulai di 31,1 kg/m2, kini aku kembali melangkah dari angka 28.33 kg/m2.
Berbekal dari ilmu penerapan sebelumnya, aku kembali melancarkan aksi dengan melakukan metode baru lagi dengan cara Intermittent Fasting.
Apa itu Intermittent Fasting?
Dilansir dari laman hellosehat.com, Intermittent Fasting atau diet puasa merupakan metode untuk mengatur pola makan di waktu tertentu dengan cara berpuasa.
Jika dibandingkan dengan diet karbo, vegetarian atau jenis diet lainnya yang dianggap kerap menyiksa diri karena membatasi hasrat untuk konsumsi jenis makanan tertentu, Intermittent Fasting cenderung lebih kepada mengatur jadwal makan untuk berpuasa sampai 18 jam per hari.
Secara medis, puasa dapat memberikan efek yang cukup baik pada kesehatan tubuh. Selain bisa menurunkan gula darah hingga bisa kembali normal, puasa juga bisa mengendalikan tekanan darah yang selama ini kerap menyebabkan manusia dihinggapi beberapa penyakit seperti kolesterol, jantung koroner dan sebagainya. Selain itu, selama menjalankan Intermittent Fasting juga tubuh tengah melakukan pembakaran lemak yang cukup efektif di jam-jam tertentu, setelah melewati 3 jam pertama berpuasa sehingga membuat hormon insulin menjadi lebih sensitif terhadap makanan.
Jika menilik kepada aspek keagamaan, di dalam ajaran islam juga menjadi sebuah kewajiban di bulan tertentu untuk melaksanakan puasa. Adapun kebiasaan puasa sunnah dan sebagainya juga kerap dilakukan oleh seorang muslim. Tidak hanya mengamalkan perbuatan baik, puasa juga membantu manusia untuk memperoleh kesehatan tubuh, mencegah kerusakan organ bahkan bonusnya bisa mendapatkan tubuh lebih ideal.
1. Aplikasi Pelacak Puasa
Masih sejalan dengan cara defisit kalori agar mendapatkan porsi tubuh yang diinginkan lebih cepat terwujud, kemudian aku menemukan kembali formula yang sempat hilang ketika muncul iklan bersponsor terkait salah satu testimoni orang-orang yang sukses menjalankan diet puasa.
Masuk ke Play Store, akupun bertemu dengan salah satu aplikasi yang mempunyai rating 4.9.
- Sebelum menggunakan aplikasi Pelacak Puasa, lantas ada beberapa hal yang harus diisi untuk validasi pengguna, misalkan jenis aktivitas yang biasa dilakukan, goals timbangan yang diinginkan etc.
- Kemudian, bermain di metode16-8 terlebih dahulu.
Artinya:
- 16 jam berpuasa dilakukan mulai pukul 7 pm to 11 am
- dari jam 11 siang sampai jam 7 malam bisa mengkonsumsi makanan,
Disclaimer:
Tidak ada pemula yang langsung berhasil di awal misinya. Namanya juga di tahap membiasakan diri 'lagi'.
Di hari pertama, perasaan lupa diri pun muncul ketika kebiasaan bangun pagi langsung ikut menyantap cemilan anak yang sengaja di taruh di meja sebelah tempat tidur masih saja dilakukan.
Kemudian di hari kelima, aku sengaja naik tingkat ke tahap medium dimana durasi puasa berubah menjadi 18-6. Agar tidak terlalu siang, aku menyiasati untuk mulai terbiasa hidup dengan berhenti konsumsi makanan di atas jam 4 sore, dan berakhir pada 10 pagi keesokan harinya.
Ketika timer terus berjalan dan muncul di layar notifikasi sebagai pengingat, ia akan memberitahu lalu berhenti di angka 18 jam setelah hampir seharian berpuasa.
a. Pantau level puasa melalui aplikasi
Ada beberapa tahapan yang dihitung berdasarkan level-level tertentu dimana:
b. Pantau asupan mineral setiap hari
Kebiasaan malas sarapan pun cukup membantu ku bertahan ketika bangun tidur masih bisa bergerak leluasa hingga jam 11 siang. Intermittent Fasting bukan berarti tidak bisa mengisi perut sama sekali lho, karena air merupakan minuman 0 kcal yang tidak membatalkan diet puasa. Bagaimanapun juga peran air sangatlah penting bagi tubuh manusia. Saking pentingnya, aplikasi ini juga selalu mengingatkan pengguna agar tidak dehidrasi dikala menjalani aktivitas diet puasa ini. Agar memudahkan pengguna untuk update program diet di aplikasi ini, dibuatkan pula takaran saji berapa banyak sehari mengkonsumsi cairan mineral tersebut agar kebutuhan tetap terus terjaga.
Selang 16 jam, aku bisa menunda lapar dengan konsumsi air mineral hangat yang memberi perasaan nyaman di perut. Jika perlu konsumsi teh hijau tawar, asal tidak perasan lemon hangat. Air perasan lemon sangat tidak direkomendasikan untuk yang sudah berjam-jam melakukan diet puasa. Bukan pembakaran lemak tubuh lagi, yang ada penderita GERD seperti ku akan merasa semakin menggila atau bisa pingsan sekaligus.
Tergolong malas berolahraga di rumah dengan alasan pusat kebugaran cukup jauh untuk bisa diakses membuat ku tak patah semangat untuk mewujudkan mimpi memiliki tubuh yang lebih proporsional tersebut. Banyak metode yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan, walaupun tidak ada cara instan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Lagi-lagi, berproses untuk mendapatkan fisik yang ideal menjadi target yang ingin sekali diwujudkan. Tidak lupa, aku bisa selalu update sudah berapa persen progress berjalan menuju hasil yang diinginkan disini.
c. Tetapkan target badan ideal












Comments