Akhirnya anak minta makan sendiri tanpa harus dipaksa

Setelah 3 tahun melewati hari-hari selalu dengan rasa cemas, bimbang, insecure, ditambah komentar orang-orang disekitar yang kerap mempertanyakan kenapa dan mengapa perihal kebutuhan gizi anak, kini tanpa harus dipaksa akhirnya anak ku sudah bisa mengutarakan keinginannya sendiri untuk menyantap makanan di pagi dan sore hari. 

Semua bermula ketika Kannel baru saja mengalami kesehatan tubuh yang cukup menurun akhir-akhir ini usai dilanda pilek, batuk, demam hingga diare dalam waktu yang hampir bersamaan hingga membuat tubuhnya memiliki asupan gizi ekstra. Anak yang selama ini hidup ketergantungan terhadap susu UHT yang bisa dengan mudah didapatkan di mini market terdekat, hidup dari sebungkus roti tawar sehari-hari kini kebutuhan gizinya bisa dibilang hampir mencukupi. Bahkan sekarang, tidak hanya kebutuhan karbohidrat dan vitamin saja yang didapat dari produk makanan yang dibungkus dalam kemasan, namun juga dari menu makanan yang diolah dirumah dan juga susu Curcuma plus ekstrak temulawak rasa coklat yang dikonsumsinya secara rutin hingga menimbulkan hasrat untuk makan nasi beserta lauk pauk.

Nyatanya, bukan hanya aku saja seorang diri yang menjadi ibu dengan masalah anak GTM, namun banyak ibu-ibu lain diluar sana yang mengahadapi permasalahan yang sama atau mungkin lebih parah. Tidak ada alasannya selama ini mengapa ada orang tua tidak memberikan sang anak makan, menurut ku ini hanya permasalahan kebiasaan dan juga waktu. 

Kemudian banyak yang mempertanyakan: 

Masakannya gak enak kali! 

Tadinya, sempat terbesit dipikiran mengapa anakku tidak mau makan? 
Apa iya masakan ku tidak enak? 
Perasaan rendah diri ini muncul dikala anak terus-terusan menolak untuk menyantap makanan yang dihidangkan. Ternyata praduga tersebut langsung terbantahkan kala melihat ketertarikan Kannel saat menyantap masakan momma nya ketimbang sajian yang dibeli diluar. 

Muncul sepersekian persen harapan bagi ku agar selalu senang membuatkan hidangan untuknya meskipun di 3 tahun pertama, sajian tersebut hanya terbuang begitu saja. 

Harus diakui, keinginan makan anak seperti Kannel tidak bisa diprediksi akan seperti apa. Jika hari ini tampak menerima suapan diarahkan ke mulutnya dengan menu yang ia suka, kemudian keesokan harinya ia bisa saja menolak jenis makanan yang pernah dikonsumsi sebelumnya. Rules yang tidak beraturan dan keinginan anak yang tidak bisa diprediksi ini membuat aku sebagai orangtua merasa sangat bingung dengan ketertarikannya dengan makanan. 

Begitu juga ketika aku menghidangkan makanan yang diolah oleh ibu, dimana menurut ku masakan ibu masih menjadi yang terbaik. Nyatanya, Kannel tetaplah anak yang tidak menerima makanan jenis apapun dan kerap menolak diberikan sajian nasi beserta lauk pauk. Tidak ingin menyerah sampai disitu saja, akupun mencoba untuk menyajikan masakan yang bisa dibeli di luaran, ternyata nihil.

Mungkin variannya tidak menggugah selera makan anak

Diusia 1,5 tahun, ada satu kebiasaan Kannel jika disajikan makanan. Ia tidak suka jika menyantap hidangan nasi beserta lauk pauk, justru ia bisa menyantap nasi saja tanpa tambahan apapun, atau menyantap lauknya saja tanpa menggunakan nasi. Berjalannya waktu, kebiasaan tersebut tidak lagi dilakukannya. Bahkan kini, anakku justru merasa risih jika melihat hidangan makanan yang banyak variannya. 

Misalkan ketika aku memberinya makanan sop daging yang selama ini menjadi kesukaan Kannel. Jika ada bagian yang sengaja di potek atau sedikit saja menyisipkan potongan daging sapi dan juga wortel, ia akan reflek melepeh makanan yang sudah dimasukkan ke dalam mulutnya tersebut. Begitu juga ketika aku memberikan hidangan sop ayam juga sop kentang dan wortel. Ya, baik Kannel dan juga aku terbiasa dari kecil menyantap makanan seperti ini, karena sop buatan ibu rasanya sangatlah khas. 

Aku sangat paham jika dari awal anak ini gemar sekali menyantap hidangan sop, karena sudah menjadi kebiasaan turun temurun. Bedanya, mungkin anakku justru lebih menyukai hidangan kuah kaldu sop daging sapi dan juga ayam ketimbang aku yang lebih menyukai isian sop kentang dan juga wortel. Baginya, tidak harus ada potongan seledri dan daun bawang karena dianggap seperti pengganggu.

Mandatori menu

Jika sebelumnya, Kannel mewarisi kesukaan ku yang gemar dengan hidangan makanan sop, begitu juga kebiasaan yang ditiru oleh sang anak dari orang tua lainnya, dimana Kannel begitu menyukai telor dadar persis seperti papanya. Setiap hari, kini Kannel mulai kecenderungan masakan telor dadar yang diolah hanya menggunakan bubuk penyedap rasa dan juga bubuk lada hitam. Baginya, irisan bawang merah dan juga bawang putih hanya akan disingkirkan begitu dihidangkan kepadanya. Jadi aku berani menyimpulkan bahwa anak ini tidak begitu suka varian makanan. 

Tampaknya hidangan seperti ini terlihat begitu membosankan, bahkan ekspektasi ku ketika hamil kala itu tidak sesuai dengan realitanya. Sempat terpikir untuk belajar membuat hidangan MPASI yang menyenangkan seperti Mac and Cheese, olahan daging yang digabungkan bersama sayur sehat hingga jenis makanan lainnya namun anak ini hanya tertarik dengan telor dadar dan sop semata, sekali lagi persis seperti papanya yang suka menyantap makanan yang itu-itu saja. 

Sangat picky urusan makanan

Memang semuanya butuh proses, bahkan bisa berada dititik ini menjadi mukjizat yang luar biasa bagiku sebagai orangtua yang kerap dilanda perasaan tidak karuan saat anak tidak pernah mau menyantap jenis makanan apapun yang dihidangkan didepan matanya. 

Sebelum sampai dititik ini, anak bisa makan 1x selama dua minggu saja sudah menjadi berkah luar biasa bagiku. Kebiasaan Kannel yang suka pilih-pilih makanan yang ingin dikonsumsinya membuat kegiatan makannya baru terbentuk beberapa hari ini. 

Kini, tanpa harus diingatkan dan juga dipaksa, ia akan meraih tangan ku dan berjalan menuju rak piring dan memandu ku kemudian berjalan ke arah penghangat nasi, lalu minta diambilkan makanan yang biasa disajikan kepadanya, yaitu masakan telor dadar yang dimasak dan disaksikan olehnya secara langsung. Setiap hari, aku harus menyediakan paling tidak 3 butir telur untuk diolah menjadi telur dadar. Sekali lagi, hidangan tanpa tambahan irisan bawang merah, bawang putih dan juga daun bawang maupun seledri.

Comments