Melengkapi pengalaman bekerja di Industri Media (Showbiz)

Sempat menjadi budak corporate yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan laptop, bolak-balik menggunakan Transportasi umum di Jakarta hingga terbiasa menghadang kemacetan ibukota untuk datang ke kantor, sejujurnya terdengar cukup aneh ketika perempuan yang gila kerja seperti ini tiba-tiba memilih resign. 2 Tahun berlalu, tidak terasa! Aku yang tadinya berencana untuk full time mengurus anak di rumah kemudian berubah pikiran saat suami memberikan kebebasan untukku kembali berkarir. 

1. Latar belakang pendidikan media dan jurnalistik

Menilik sedikit ke belakang terkait background ku di industri media, semuanya bermula ketika aku berangkat dari jurusan yang dipilih saat berada di bangku sekolah yaitu jurusan Broadcasting. Di bangku kelas dua, kemudian mendapatkan kesempatan untuk magang di Industri Pertelevisian lokal Minang TV yang kini sudah diakuisisi oleh iNews TV Padang. 

Selang beberapa tahun, aku memilih kembali untuk kuliah di konsentrasi jurusan yang sama, Jurusan Bahasa Inggris yang mendalami Public Speaking dengan konsentrasi penerapan ilmu Penyiaran Radio dan juga Televisi. Dimana pada semester 5 tersebut, aku kembali mendapatkan kesempatan untuk magang di Industri media sesuai dengan materi kuliah yang biasa dipelajari. Mulai dari pengisi suara serta kerap mengikuti pelatihan menulis skrip siaran di radio dan menjadi reporter lapangan di televisi lokal hingga nasional, lalu berada di industri televisi swasta dan bergabung bersama production team yang menggagas seputar gaya hidup selebriti, hingga menjadi asisten marketing di media iklan berbasis LED dan billboard

Menjajaki hampir seluruh aspek media menjadi pencapaian ku sejauh ini, sebut saja seperti sekarang yang baru saja menandatangani perjanjian sebagai penyunting artikel di media berita online. 

Jika dulu orang-orang hanya terpaku dengan profesi wartawan/jurnalistik, kini muncul sebutan lain seperti Content Writer, SEO Writer, Technical Writer, UX Writer, Copywriter dan lainnya.  

2. Kedudukan di Redaksi Media Online

a. Content Writer, Editor or Publisher

Content Writer semata boleh mengakses CMS atau mengirimkan tulisan melalui e-mail, namun yang berhak menyunting hingga menaikkan tulisan ialah editor.

Begitupula dengan publisher yang hanya bertanggung jawab dengan tulisannya sendiri.  

Berbeda dengan Editor, posisi ini diberi kesempatan untuk menyunting sekaligus mempublish artikel press-release, kiriman Reporter di lapangan atau dari Content Writer ke dalam Content Management System.

Masing-masing peran pun di bayar dengan sistem yang berbeda, misalkan Content Writer akan menerima bayaran yang dihitung berdasarkan performance base lalu bagi hasil dengan perusahaan induk dengan hitungan 60:40. 

Begitupula dengan Editor, mereka dibayar sesuai gaji per bulan serta mendapatkan bayaran terpisah dari revenue yang dihitung berdasarkan pageviews, sama halnya dengan upah Content Writer. 

b. dari mana penulis mendapatkan sumber berita?

Jika dulu, untuk mendapatkan sepenggal berita yang akan disiarkan biasanya para jurnalis diminta untuk turun langsung ke lapangan, meskipun profesi ini masih aktif dilakukan oleh reporter untuk mendapatkan berita, namun kini sudah banyak media perantara yang bisa di akses dari mana saja. Berkarya di platform Media Online dengan misi menyampaikan informasi berdasarkan story-telling dan gaya tulisan sendiri, aktivitas scroll berita di reels yang tadinya dianggap wasting time kini menjadi sumber inspirasi dalam menerbitkan sebuah artikel Showbiz. 

Terlebih di era teknologi yang semakin berkembang, penulis berita tidak harus selalu turun ke lapangan untuk mendapatkan informasi yang ingin disiarkan kepada pembacanya. Sindikasi konten, postingan di sosial media berupa unggahan foto, potongan video singkat, tayangan live streaming, YouTube hingga Podcast menjadi media informasi yang layak untuk diberitakan ulang oleh penulis menggunakan bahasanya sendiri. Oleh karenanya, esensi jurnalistik terkait penerapan Kode Etik Jurnalistik dan penekanan 5W1H perlahan mulai pudar karena aturan terbaru lebih mengandalkan SEO untuk mengejar trafik dan performance. Tidak heran muncul istilah artikel dengan judul klikbait. 

c. Berapa pendapatan Content Writer per bulannya? 

3. Work From Home

a. Ngantor remote tanpa harus keluar rumah

Semenjak kasus Pandemi Covid-19 mencuat hingga kini beralih ke masa Endemi, ada satu kebiasaan yang tadinya para pekerja termasuk eks karyawan swasta sepertiku setiap pagi harus dipaksa bangun dan berangkat ke kantor, kini semuanya bisa dilakukan secara remote. 

Zoom meeting kemudian menjadi media penghubung ku bersama tim di tempat kerja baru, bahkan jika sebelumnya sengaja menghilang di jejaring sosial, mau tidak mau aku harus menginstall ulang aplikasi whatsApp sehingga kontakku kembali dipenuhi oleh orang-orang baru beserta group chat yang kembali meramaikan notifikasi di layar ponsel. Meskipun bekerja secara daring dan bisa dilakukan dimana saja, sejujurnya aku belum pernah melakukan tatap muka dengan tim yang berada di satu payung yang sama denganku secara langsung. 

Content Writer became Editor dalam hitungan yang kurang dari 3 months trial, menjadikan perkembangan karirku terbilang paling kilat sejauh ini.

b. Rutin adakan pelatihan dan meeting via daring

Setelah beberapa kali mengikuti pelatihan yang difasilitasi Promedia Teknologi, Hops Media juga memberikanku kesempatan untuk berpartisipasi mengikuti pelatihan yang diperuntukkan untuk para penyunting berita secara gratis. 

b.1 Gathering Akhir Tahun Virtual

Gathering akhir tahun bareng penulis, editor dan seluruh tim redaksi yang bertugas

b.2 Undangan Meeting Evaluasi Bulanan

Contoh undangan meeting evaluasi bulanan virtual
bersama Promedia Teknologi Indonesia. 

Alternatif bekerja di tengah kesibukan lainnya, rapat kerja yang nggak harus bertatap muka namun bisa dilakukan dimana saja.

4. Search Engine Optimation (SEO)

a. Tulisan kerap merajai Google Discover

Apa yang terbesit dibenak kalian ketika menemui tulisanmu bertengger di pencarian, Google Discover ataupun Berita Utama untuk pertama kali? 







Adapun kiat-kiat yang dilakukan agar tulisan mendapatkan trafik yang tinggi, bisa dilakukan dengan cara:

a.1. Tim Sosmed unggah postingan di Instagram

Tak bisa dipungkiri jika bekerja di sebuah perusahaan media yang sedang berkembang akan memiliki progress yang luar biasa. Mendatangkan musisi untuk promo album di kantor, trafik yang selalu meningkat serta di gadang-gadang sebagai media kompetitor akun gosip kenamaan, kini unggahan media sosial Hops.ID di akun Instagram tampil dengan perubahan signifikan. 

Fokus mengembangkan informasi dunia hiburan, sosmed paling banyak digunakan oleh user saat ini. Bahkan, akun Instagram tersebut kini mulai bergandengan dengan akun gosip kompetitor lainnya hingga tak satu dua akun gosip tandingan re-post unggahan dari akun Instagram Hops Media. 

Ini dia salah satu tulisanku beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk naik.

a.2. Share tulisan kepada orang yang diberitakan

Ku anggap ini pekerjaan yang paling menyenangkan untuk dilakukan mengingat bisa memberitakan seorang tokoh/public figure/pelaku seni yang selama ini kerap diikuti kisahnya kemudian menceritakan ulang menggunakan gaya bahasa sendiri dengan menyantumkan nama pribadi sebagai penulis sekaligus penyunting artikel. 

Ini salah satu tanggapan mantan personel Band Dewa 19 saat aku mengirimkan link artikel ke DM Instagram

b. Beritain artis, bukan berarti nggak pernah dicekal

Ada fase dimana aku yang terbuai Pageviews gede lalu mulai meninggalkan idealisme yang di punya. Meskipun tetap berpegang teguh kepada keabsahan berita yang dibuat, namun tak bisa dipungkiri ketika terjun ke ranah gosip, pada akhirnya mulai terbiasa dengan editan judul artikel bernuansa boombastis hingga terbawa arus. Ada satu momen dimana orang yang diberitakan kemudian merasa tidak suka.

Bahkan untuk pendatang baru sepertiku langsung berurusan dengan artis sekelas Deddy Corbuzier. Panik! Pastinya. Respon pertamaku ketika mengetahui hal tersebut adalah langsung take-down berita tersebut tanpa arahan Pemred. Ternyata, hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan. 

Comments