Drama anak telan peniti, untung cuma prank!

Tumbuh menjadi orang tua yang terus berproses, tidak heran jika muncul satu dua kejadian yang tidak pernah diduga-duga sebelumnya. Mengalami drama anak telan peniti dimalam hari bahkan di tengah hujan deras, mengingat keberadaan yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan membuatku menjadi orangtua yang paling panik sedunia, namun ternyata semua itu hanyalah prank belaka. 

1. Kronologi anak diduga telan peniti

Hal itu bermula ketika sehari sebulan kejadian, Kannel yang kini berusia 3 tahun tersebut dibiarkan bermain jarum peniti, dimana jarum tersebut sengaja ditaruh dimeja rias untuk disematkan saat menggunakan kerudung. Ya, aku rasa Kannel sudah bisa membedakan mana saja hal-hal yang akan membahayakan bagi dirinya atau tidak. 

Di beberapa situasi, asal masih dalam pantauan, aku membiarkan anakku mengeksplore dirinya bermain uang koin maupun benda-benda kecil yang ditakuti oleh orang tua jika tertelan oleh anak. Apakah aku sosok ibu yang ceroboh? Atau tidak ingin menakut-nakuti anak dengan hal apapun? Entahlah. Nyatanya, aku selalu memperkenalkan suatu hal yang akan membahayakannya atau tidak, itulah alasan mengapa bagiku pada saat itu tidak melarangnya, alih-alih hanya mengawasi. 

H-1 Kannel sengaja menyematkan jarum peniti yang ditusukkan ke tempat tidur karena baginya tampak seru. Bahkan pada malam itu kami bermain bersama, sekali lagi apapun yang dilakukan oleh sang anak dan cukup membahayakan, alih-alih melarangnya justru aku tyipical orang tua yang memilih untuk mendampinginya. Hingga aku lupa untuk mengembalikan beberapa jarum yang dimainkan oleh anakku ke tempatnya, bahkan benda tersebut kemudian masih berada ditempatnya saat di malam kejadian.

Malam itu, aku meninggalkan Kannel dikamar sendirian karena harus ke dapur untuk mengaduk susu yang akan diseduhnya sebelum tidur.  Saat balik ke kamar, tiba-tiba aku melihat reaksi Kannel yang sedikit berbeda. Reaksi seperti tertelan sesuatu dan membuatnya sedikit gelagapan hingga akupun ikutan panik. Orang tua mana yang tidak akan parno mendapati sang anak bereaksi seperti baru saja menelan sesuatu. Situasipun semakin mencekam hingga membuatku berasumsi karena Kannel diusianya yang sudah lebih dari dua tahun namun belum bisa menjelaskan apa yang dilakukannya dengan benar. 

Tahu jika baru saja membuat satu tindakan yang membuat orangtuanya panik, Kannel langsung tertidur dan meninggalkanku dengan perasaan khawatir yang luar biasa.

Membuat vonis berdasarkan spekulasi seorang ibu yang sedang panik sangatlah tidak realistis, nyatanya aku hanyalah orangtua yang penuh kecemasan dan langsung blank ketika dihadapkan dengan peristiwa yang mengerikan. 

2. Pertolongan pertama pada anak 

a. Searching Google 

Google memang segalanya di zaman yang sudah canggih seperti ini. 

b. Konsultasi kepada orang yang tepat

Namun sebelum bertindak lebih gegabah lagi, aku memilih untuk menghubungi satu kontak yang merupakan teman lama sekaligus Bidan yang bekerja di RSIA. Bisa dibilang, ia cukup sering menerima pesan dariku sebagai teman sekaligus momma yang datang untuk bertanya-tanya, konsultasi dan membahas seputar penanganan kepada sang anak. Terlebih ketika ada satu kejadian yang baru saja dilakukan oleh Kannel, seperti anak tidak mau makan, membutuhkan penanganan medis, rekomendasi konsultasi dengan dokter anak, apa yang harus dilakukan ketika anak menelan Omega 3 lebih dari takarannya hingga kejadian yang baru saja dialami tersebut. 

Kali ini, ia tidak menyarankan untuk ku langsung menepuk pundak untuk mengeluarkan jarum yang diduga masuk melalui tenggorokannya, alih-alih memberinya minuman dan langsung di tangkis, teman ku yang bekerja di bidang kesehatan tersebut kemudian menyarankanku untuk langsung membawa anak ke IGD di salah satu Rumah Sakit Umum yang ada di kota kecil ini. 

c. Anak dilarikan ke Rumah Sakit

Dengan perasaan takut, aku harus mengambil suatu tindakan lalu memberitahu ibu atas kejadian yang baru saja menimpa anakku, ku tepis segala ketakutan hingga reaksi kecewa beliau karena aku sadar bahwa anak ini sedang butuh pertolongan. Alih-alih berbohong, aku tidak ingin membiarkan anak ku dalam keadaan yang diduga tengah berbahaya tersebut.

Dengan sigap kemudian aku ditemani ibu dan juga paman kemudian membawa Kannel ke Rumah Sakit. Sesampainya di sana, aku masuk melalui pintu depan ruangan IGD yang buka 24 jam. Pertama kalinya bagiku memasuki lorong rumah sakit untuk penanganan darurat seperti ini, apalagi hal ini terjadi pada 00.41 WIB. Ternyata hanya ada beberapa petugas dan dokter muda yang sedang berjaga. 

Setelah mengisi formulir administrasi, kemudian dokter muda datang menyambangi secara bergantian, tampaknya dokter THT tidak bisa dihubungi apalagi kondisi pada saat itu tengah malam. Beberapa menit menunggu, kemudian ada salah satu petugas kesehatan yang langsung mengajak kami mendatangi ruang radiologi untuk dilakukan rontgen. 

d. Ditangani oleh Ahli

d.1 Rontgen

Dilansir dari laman Alodokter, Rontgen merupakan prosedur pemeriksaan menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik atau sinar-X untuk menampilkan gambar atau bagian dari tubuh untuk mendeteksi masalah kesehatan pada organ tubuh bagian dalam. 

Biasanya, ini merupakan bentuk radiasi yang melewati tubuh untuk mengekspose potongan film yang membentuk gambaran tubuh. Untuk mendapatkan hasil rontgen yang lebih akurat, dilakukan 2 kali pengambilan gambar menggunakan X-ray yaitu dengan cara rontgen Thorax dan Cervical.

  • Rontgen Thorax

    Dikutip dari laman Wikipedia, Radiografi dada atau foto sinar-X di bagian dada adalah diagnostik yang dilakukan untuk menampilkan gambar dari tenggorokan, saluran pernafasan, rongga dada serta bagian tubuh lainnya seperti jantung, paru-paru tulang dada hingga tulang belakang.

    Rontgen Thorax anak

    Setelah menjalani rontgen Thorax yang melihatkan organ tubuh pencernaan Kannel secara detail, tidak ada terlihat satupun benda aneh terutama jarum peniti didalam tubuhnya. Seketika aku merasa sangat lega, rasa was-was yang mencekam berubah menjadi plong. Namun, untuk memastikan kembali petugas tersebut menyarankan untuk melakukan rontgen sekali lagi dengan metode lainnya.

  •  Rontgen Cervical

    Menurut prodia.co.id, Rontgen leher atau disebut juga dengan rontgen cervical spine adalah pengambilan gambar Sinar-X dari tulang leher bagian samping. Untuk cases yang dialami Kannel, pengambilan rontgen cervical difokuskan pada bagian Epiglotis atau flap jaringan yang mencakup bagian tenggorokan untuk menelan pada manusia.

Proses ini dilakukan dengan cepat, setelah menjalani dua kali pemeriksaan dengan angle yang berbeda, petugas kemudian memberikan hasil tersebut ke bagian IGD, lalu dibacakan oleh dokter yang bertugas pada saat itu. 

dr. Rahman menjelaskan hasil rontgen yang menunjukkan tidak adanya indikasi benda tajam masuk di organ tubuh Kannel
dr. Rahman menjelaskan hasil rontgen yang menunjukkan tidak adanya
indikasi benda tajam masuk di organ dalam Kannel

d.2 Datang ke Poli THT

Secara teknis, memang tidak ada benda asing yang masuk ke dalam tubuh Kannel, namun untuk memastikannya lagi aku disuruh mendatangi poli THT dimana dokter spesialis yang tidak bisa dihubungi dari tadi biasa praktek keesokan harinya. Dan benar saja, tidak ada hal yang harus diragukan karena hasil rontgen menunjukkan bahwa didalam tubuhnya tidak ada benda asing atau jarum peniti yang ditakuti tersebut. Nyatanya, ini hanyalah praduga ku saja yang keburu panik saat anak menunjukkan reaksi yang berbeda. Hasilnya Kannel baik-baik saja, tidak ada hal berbahaya yang ia telan atau dimasukkan kedalam mulutnya. Kedepannya ini akan menjadi pelajaran bagiku untuk ekstra hati-hati memperhatikan anak yang sedang aktif ini dalam melakukan hal apapun.

Comments