Profesi: Penulis
Mantap kembali berkarir sebagai seorang Penulis menjadi salah satu pencapaian duniawi yang sudah bisa dicontreng, karena selama ini cukup lama mengantri di lembar daftar keinginan.
Terkadang, manusia hanya perlu berjalan mengikuti garis takdir yang sudah dirancang Sang Pemilik, bahkan untuk bisa mendapati jawaban atas pencarian 'pekerjaan menyenangkan apa yang ingin dilakukan', aku benar-benar harus melewati proses yang tidak mudah.
Sempat merasa terjebak di dalam situasi yang salah, kini aku sadar tidak ada yang namanya kebetulan. Walaupun terasa hampa, seperti orang tersesat bahkan suatu hari, aku pernah bertanya-tanya:
"Ngapain kuliah Jurnalistik kalau ujung-ujungnya kerja ngurusin pembayaran?"
Semakin kesini, seleksi alam membawaku berada di titik ini. Karir yang bahkan sudah dibangun selama 5 tahun tiba-tiba harus dilepas karena pilihan hidup yang ku buat, namun aku percaya jika Tuhan hanya memberikanku waktu untuk rehat sejenak. Perlahan, Ia sedang membawaku ke tempat yang ku inginkan.
1. Nge-blog
Punya banyak waktu luang, terlebih berbarengan dengan situasi dan kondisi yang masih belum kondusif usai penyebaran virus corona jenis baru Omicron yang terus berkembang di Indonesia membuatku lebih sering berkutat di depan layar. Menulis blog kemudian menjadi keseharianku, dimana mimpi dan passion kemudian menjadi dua hal yang seharusnya berjalan beriringan hingga suatu hari aku bertemu dengan pintu pembuka karir sebagai penulis artikel di Media Online.
2. Penulis artikel
a. Pelatihan
Masa pencarian membawaku berkesempatan untuk mengikuti pelatihan penulis konten secara daring yang diadakan oleh Promedia Teknologi Indonesia. Sebuah online media or publisher yang menyediakan teknologi, infrastruktur monetisasi untuk media digital di Indonesia yang berbentuk layanan berjaringan dan bekerja sama dengan beberapa media network lokal lainnya sebagai Media Preneur dimana tempatku mendaftar salah satunya yaitu Hops.ID.
Di sesi awal pelatihan, pengenalan sistem kerja dan penjelasan lainnya disampaikan langsung oleh moderator yang merupakan CEO dari perusahaan Promedia sekaligus menjabat sebagai CEO Pikiran Rakyat Media Network, bernama bapak Agus Sulistriyono.
Setelah kelas pengenalan, kemudian masuk kepada kelas pelatihan. Dalam sehari, terdapat dua kali sesi pertemuan. Usai menjelaskan materi, moderator akan memberikan tugas yang kemudian dikumpulkan untuk dikoreksi di kelas berikutnya, dan hal tersebut berlangsung selama enam hari ke depan. Beberapa bekal yang diberikan mulai dari panduan penulisan konten, pengenalan SEO hingga penjelasan mengenai Kode Etik Jurnalistik bagi calon penulis.
b. Tandatangan Kontrak
Nah! Selesai mengikuti pelatihan kemudian hal yang harus dilakukan ialah menandatangani perjanjian kerjasama untuk satu tahun ke depan, dimana aku mulai praktek kerja selama tiga bulan di awal bersama Hops Media. Selama kurun waktu tersebut, performa dan penilaian tetap terus berjalan. Apakah aku bisa berlanjut atau tidak untuk perpanjang kontrak kerja di perusahaan? Dimana pada sesi terakhir inilah, jika dinyatakan layak aku bisa menerima sertifikat dan juga kartu pers dari Promedia. Sebuah kerjasama yang menarik dan tentunya pekerjaan yang menyenangkan juga bagiku karena sejatinya sangat menyukai kegiatan menulis.
c. Sertifikasi
Penulis artikel bersertifikat di media online
Dari yang tadinya menulis di blog pribadi, kini beralih ke portal media online. Paling tidak, memulai karir dari freelancer yang mendapat upah berdasarkan sistem performance base tidak jadi masalah dilakukan asal kembali produktif.
d. Peluang Karir
Belum sempat menjalani 3 months trial, pimpinan redaksi kemudian membagikan informasi terkait recruitment untuk 10 orang calon Editor di perusahaan media tempatku bernaung. Bahkan dalam waktu dekat langsung dijadwalkan interview user, jelas ini menjadi sebuah kesempatan yang tidak ingin dilewatkan untuk menemukan jenjang karir yang lebih baik lagi pastinya.
Jika awalnya aku
hanya bisa menulis artikel yang akan dimuat lalu mengirimkan email
tersebut ke tim editorial yang berhak untuk published tulisan
dari para penulis, kini sudah bisa mengakses Content Management System
(CMS) tersebut, artinya aku memiliki akses penuh untuk proses penulisan
artikel berita dari awal hingga sudah layak tayang di portal media.
Saat mendapati diri sendiri bisa kembali berkecimpung dan melengkapi pengalaman bekerja di industri media, mulai dari Radio, TV lokal, TV Swasta, TV Nasional, Periklanan dan kini di Media Online (pengganti media cetak), aku bersyukur akhirnya kembali berada di lini karir yang sudah dibangun sejak awal.
e. Menulis berita
Aktivitas menonton infotainment, tayangan OTT, YouTube, penghafal lirik lagu terbaru di Spotify hingga scroll akun gosip menjadi salah satu keseharian ku hampir tiga tahun terakhir ini di rumah. Kini selain bisa menghasilkan karya tentunya pundi-pundi ikut bersamaan.
Sejujurnya menulis menjadi sebuah hobi yang sudah cukup lama ditekuni, pastinya aku merasa begitu senang ketika bisa menyampaikan informasi melalui artikel yang dimuat. Memilih untuk fokus menulis pemberitaan yang berhubungan dengan dunia entertainment atau kini dikenal dengan istilah Showbiz, lalu memunculkan hal-hal yang biasanya menjadi konsumsi pribadi atau sekedar scroll akun-akun berita yang kini bisa disampaikan kepada pembaca.
Kehidupan dan cara kerja kemudian berubah sejak pandemi covid-19 mewabah, termasuk kebiasaan para pekerja yang tadinya menjalani kehidupan perkantoran kemudian bisa bekerja secara remote.
Muncul istilah-istilah baru sebagai work from office (WFO) hingga beralih pada julukan work from home (WFH). Ada lagi yang namanya pelatihan virtual hingga Zoom Meeting menggunakan aplikasi. Dunia dan teknologi kini berjalan beriringan sesuai perkembangan zaman dan juga waktu, tanpa kecuali untukku yang tetap bisa produktif sekalipun masih bisa bekerja di rumah menggunakan kecanggihan teknologi tersebut sebagai akses untuk mencari berita, informasi juga melakukan komunikasi dengan tim di tempat bekerja.
3. Penulis Wattpad
Kerap menghabiskan banyak waktu dirumah dengan membaca e-book, karangan di platform daring ataupun buku-buku yang diterbitkan, membuat hasrat muncul untuk kembali menulis. Setiap kali berhadapan dengan narasi yang dikisahkan, memoriku langsung terbawa dengan kejadian belasan tahun yang lalu saat buku-buku novel masih menjadi bacaan remaja anak-anak seusia, lantas iseng menulis karangan yang terinspirasi dari imajinasi. Sayangnya setelah dicari-cari lagi, file tersebut lenyap begitu saja entah kemana. Namun kali ini, aku memutuskan kembali mengasah kemampuan menulis dengan mencoba hal baru.
Seketika, imajinasiku ikut bermain ketika aku kembali di doktrin oleh bacaan fiksi, kemudian terbesit keinginan untuk mendokumentasi cerita hidup yang selama ini cuma dipanggil melalui ingatan-ingatan masa lalu untuk bisa dijadikan sebuah karya.
Aku kembali bermain merangkai kata. Jika sebelumnya susunan peristiwa yang berlangsung di kehidupanku sebagian sudah tersusun rapih melalui tulisan di blog, kali ini aku mengemasnya dengan cara yang berbeda. Barangkali, ada beberapa part yang bisa dideskripsikan dengan sajak ataupun keresahan-keresahan yang tidak pernah dinarasikan sebelumnya, dan ini menjadi caraku terus produktif dengan mengasah kemampuan melalui website, portal media hingga platform daring menggunakan internet.
Sejauh ini, aku sudah melahirkan satu karya yang mudah-mudahan suatu saat bisa saja dibukukan atau menghasilkan uang.



Comments