Car Free Day : Gaya hidup urban di ibukota
Fun Fact:
Indonesia menjadi negara pertama ASEAN yang menerapkan hari bebas kendaraan motor, tepatnya pada tahun 2012 lalu. Awalnya CFD diadakan sebulan sekali, kemudian frekuensinya bertambah menjadi dua kali dalam sebulan. Namun semakin kesini, car free day menjadi agenda wajib yang bisa dilakukan setiap hari minggu pagi.
Untuk kesekian kalinya, aku kembali mendatangi lokasi bebas kendaraan bermotor ini. Kegiatan Car free Day yang berada di kawasan Sudirman - Thamrin, Jakarta Pusat menjadi salah aktivitas yang bisa dinikmati oleh warga DKI dan sekitarnya yang diterapkan oleh pemerintah ibukota dengan tujuan salah satunya untuk menurunkan ketergantungan warga terhadap kendaraan bermotor. Betapa membahayakannya fenomena pemanasan global yang disebabkan oleh gas kendaraan yang seringkali berlalu lalang di jalanan sehingga menimbulkan polusi terutama di tengah kepadatan ibukota. Makanya ada satu hari di periode tertentu setiap minggunya di mana kendaraan bermotor kecuali Bus TransJakarta tidak boleh melintasi kawasan atau ruas jalan tersebut.
Nah, biasanya yang terjadi ialah adanya penutupan jalan dan juga pengukuran kualitas udara. Selain bisa menikmati suasana pagi, ada satu pesan lagi yang bisa diterima bahwa jalan pagi dan bersepeda juga lebih menyenangkan untuk dilakukan.
Antusiasme masyarakat ibukota memang masih cukup tinggi, dan keberadaan CFD telah berhasil mendorong masyarakat kita untuk melakukan aktivitas fisik di minggu pagi. Tentunya dengan mengadopsi salah satu budaya luar ini bisa yang dijadikan salah satu hal positif dalam mempraktekan gaya hidup sehat. Kemudian, setiap orang yang datang kesini pun dilatarbelakangi oleh alasan yang berbeda, ada yang bersepeda; lari marathon; jalan pagi; dan sekedar mencari sarapan. Coba tebak, aku termasuk tipe yang mana?
Baru saja berjalan sekitar 1 KM dari rumah, next stop yang dituju ialah pedagang gerobak kaki lima yang menjajal makanan enak di sepanjang kawasan Thamrin tersebut. Ini waktu yang tepat bagiku melakukan cheating di tengah proses penurunan berat badan, di mana jumlah energi yang dikeluarkan cukup seimbang dengan kalori yang kemudian dimasukkan ke dalam tubuh. Cukup lama menahan diri dari makanan less sugar dan terbuat dari olahan tepung yang digoreng, hingga hari ini aku bisa merasakan nikmatnya jajanan tradisional ini. Pada dasarnya, aku selalu tergiur dengan masakan dimsum dan juga es perasan jeruk. Bahkan terkadang, bubur ayam dan sate Padang pun menjadi pilihan ku jika ingin membungkus makanan lalu di bawa ke rumah untuk di santap lagi. Sebagai jaga - jaga, aku selalu membawa tote-bag agar tidak ketahuan barang bawaan ku yang semuanya isian jajanan ini. Mana ada orang yang niat berolahraga menggunakan sendal Brodo slides seperti di foto di bawah?
Selain itu, hal yang menarik perhatian ku untuk kembali ke kawasan ini adalah aku suka sekali dengan tatanan kota yang ada di sekitar jalanan dan kawasan elite ini, tampak jelas bahwa di sini bangunan kota yang di didirikan sangat terstruktur rapi terutama di sekitaran lokasi foto ini. Selain perlintasan ganjil genap; bangunan mall; hotel berbintang lima; gedung perkantoran; di lokasi ini juga terdapat halte dan perlintasan TransJakarta; juga yang terbaru ialah stasiun kereta bawah tanah MRT.
Next time, mungkin aku akan memboyong anak ku untuk mencoba naik Moda Raya Terpadu arah ke Fatmawati dengan rute bolak - balik.
Lagi, mengikuti gaya hidup di ibukota salah satunya dengan ikut berpartisipasi dan rela bangun pagi untuk menyusuri jalanan ibukota yang cukup ramah untuk pejalan kaki karena adanya penyekatan jalan yang diawasi oleh petugas meskipun di tengah pandemi yang belum juga usai menjadi salah satu rutinitas baru ku jika tidak ada kesibukan lain yang sedang dilakukan.
Comments