̶B̶u̶k̶a̶n̶ seduh Kopi selamat pagi, di siang hari.
Setelah keadaan Jakarta kian membaik, banyak masyarakat yang mulai beraktivitas normal namun masih syarat akan prokes, begitu juga denganku yang akhirnya memutuskan keluar rumah lagi setelah sekian lama.
Di kesempatan kali ini, aku bisa bertemu dengan teman kuliah yang tengah hamil dan sebentar lagi akan melahirkan, namanya Dori. Jika teman - teman mengikuti postingan sosial media ku dari awal, pasti cukup familiar dengan circle pertemananku pada saat kuliah. Salah satunya Dori, dan juga suaminya yang ternyata masih teman kampus kita.
Bagiku, Tomang merupakan lokasi yang cukup asing dan jarang untuk didatangi. Saat mengamati keadaan sekitar dimana lokasi ini sangat strategis sebagai kawasan yang dekat dengan dua mall besar, bersamaan dengan area yang tidak jauh pula dengan bangunan kampus Trisakti dan juga Tarumanegara membuat lokasi ini banyak peminat. Banyak bangunan bertingkat di sepanjang jalan, coffee shop pun menjadi incaran pebisnis yang pintar melihat peluang untuk mengembangkan usaha kedai kopi di kawasan elit ini.
Setelah tiba, aku buru-buru berjalan menuju pintu masuk. Aku bertemu Dori, finally.
Setelah sekian lama rencana pertemuan selalu menjadi isian pembahasan di kolom chat, akhirnya terselesaikan juga. Aku tidak sabar untuk mendengarkan cerita yang menjadi kabar gembira ini, karena tahu persis bagaimana ikhtiarnya sebelum di tahap sekarang untuk bisa mendapatkan keturunan. Namun sebelum itu, sebelum pembahasan lebih lanjut aku menyetop pembicaraan terlebih dahulu karena sebelumnya namaku pun dipanggil oleh pelayan yang menginstruksikan kita berdua untuk pindah tempat duduk di lantai tiga agar bisa berada di tempat yang lebih nyaman dan leluasa untuk bercerita.
Doripun berusaha melewati anak tangga menuju lantai 3 sambil tertatih - tatih, karena aku tahu bagaimana rasanya menjadi ibu hamil. Kemudian aku memintanya untuk menaruh barang bawaan di bangku yang telah tersedia terlebih dahulu, persis di sebelah tangga dengan view di atas untuk kami segera menuju ke meja kasir dan memesan minuman juga cemilan.
Menu andalan yang mendominasi di cafe ini adalah berbagai macam kopi, karena memang berangkat dari warung kopi. Namun pengecualian bagi :
- Aku yang sama sekali tidak bisa mengkonsumsi kafein, bukan tanpa alasan. Seringkali aku menderita sakit kepala yang hebat setelah mengkonsumsi minuman yang bikin melek ini, selain itu aku juga menjadi mual dan kliyengan. Bukan dibuat - buat, tapi begitulah adanya. Oleh karenanya, setiap kali mendatangi kedai kopi baiknya aku memilih opsi lain, entah cuma sekedar greek yogurt, breads atau cakes. Namun disini, pilihannya hanya terdapat es sirup rosella yang dinamakan Es nona Rosie. Untung hari ini sedang cheating days, jadi memberi rewards untuk konsumsi sirup dan juga gula karena sebelumnya sudah berhasil menurunkan 10kg.
- Kemudian Dori yang sedang hamil dan sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi kafein. Makanya diganti dengan es susu coklat saja.
Sebagai extras, kami memilih donat kentang yang pas banget prosinya. Adonan donatnya soft banget pada saat di gigit, manisnya pun juga berasa pas bahkan porsinya cukup. Dua saja sudah bikin kenyang. Pokoknya, baru kali ini aku menemukan donat yang bisa pas di lidah, worth it lah jika satuannya di bandrol dengan harga 15 ribu rupiah, dengan kualitas dan cita rasa yang seperti ini ya. Meskipun kalau belanja ke pasar tradisional, satu donat itu cuma se-harga dua ribuan/pc.
Anyway, aku memilih lokasi ini karena sudah lama ingin mengunjungi tempat ini.
Tidak bisa dipungkiri meskipun berada di luas bangunan yang cukup kecil, tapi kafe ini tidak pernah sepi dan selalu ramai. Pantesan setiap yang datang dan ingin ber-swafoto di atas, setiap yang datang hanya diberikan time limit 45 minutes kemudian harus rolling dengan pengunjung berikutnya.
Typical yang datang pun berbeda - beda. Ada yang datang untuk foto produk jualan di bisnis online, di sana aku juga bertemu banyak anak muda dengan tampilan outfit yang total untuk cekrek dan tampil demi kepentingan feed instagram mereka, dan juga kami berdua yang butuh tempat bercerita setelah melanjutkan obrolan yang sempat terputus tadi dengan berbagai peristiwa yang terjadi dari masing - masing part kehidupan kami.
Jakarta Barat 11440





Comments