Ke Shaburi & Kintan Buffet di masa pandemi, ini protokol yang harus dijalankan

Setelah menjalani quarantine life 1xx7 days dimana keadaan ibukota yang semakin berangsur membaik dan juga kondisi kesehatan ku pun kian pulih, akhirnya hari ini aku melangsungkan perayaan kelulusan #bebasviruscorona karena hampir sebulan terakhir ini sibuk bertarung bagaimana caranya berjuang agar pulih dari anosmia dan ageusia. 

Destinasi pertama yang diincar adalah restoran makanan Jepang terdekat yang bisa makan banyak sepuasnya. Awalnya Hanamasa menjadi pilihan ku bersama dua ipar lainnya, Annisa dan Nurul. Sayangnya, saat mendatangi meja resepsionis untuk bertanya kepada concierge yang bertugas di sana, ia menginformasikan bahwa counter yang ingin kami datangi sedang tutup. Tersirat ekspresi kecewa yang kentara keluar dari wajah, kepalang tanggung dan sudah terlanjur tiba, kami pun memilih opsi All You Can Eat lainnya yaitu Shaburi & Kintan Buffet.

Shaburi & Kintan Buffet

Seperti di beberapa restoran lain pada umumnya, di mana ada satu stand yang di taruh persis di depan pintu masuk dengan melampirkan menu makanan. Sudah pasti tujuannya agar sebelum memasuki restoran tersebut, pengunjung bisa melihat-lihat apakah menu makanan yang tersedia sesuai dengan selera? Ketika berjalan mendekati menu tersebut, kedatangan kami langsung disambut oleh waitress yang bertugas di sana. 

Hal yang kemudian ia lakukan adalah :

  • Menanyakan jumlah reservasi yang ingin dilakukan selalu menjadi kalimat pembuka yang diucapkan pramusaji, juga mengucapkan kalimat tanya jawab dengan calon pengunjung; 

  • Menawarkan pilihan paket yang tersedia di restoran. Dikarenakan masih dalam situasi pandemi, main menu yang tersedia sangatlah terbatas bahkan tidak seperti biasanya, hingga kami memilih 2 plates regular tasty beef shabu dengan rebusan kuah konbu

  • Sedikit informasi, shabu-shabu merupakan hidangan berupa irisan daging tipis, tahu dan sayur-sayuran yang dimasak dalam kaldu. Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan condiment seperti goma (saus wijen). Aku juga baru tahu bahwa sebenarnya nama Shabu-shabu berasal dari suara yang keluar ketika bahan-bahan makanan direbus dalam panci. 

  • Sedangkan original Konbu menjadi salah satu kuah yang paling banyak dipesan karena lebih gurih yang dipercaya kaya akan kalsium dan juga mineral. Kuah konbu berwarna coklat bening yang terbuat dari dashi dan rumput laut yang dipanaskan hingga mendidih dan kemudian dicampurkan dengan aneka pelengkap.

  • Kemudian waitress tersebut menjelaskan protokol kesehatan yang diberlakukan, dimana penerapan physical distancing masih tetap diberlakukan. Yang tadinya satu meja bisa di isi oleh empat orang, sekarang hanya dua orang saja; 

  • Ataupun menjelaskan prosedur lainnya bagi setiap pengunjung yang diberlakukan di dalam restoran. Sebagai formalitas, ia juga menginformasikan mengenai aturan waktu yang ditentukan kepada setiap pengunjung yang datang yaitu selama 30 menit. Padahal sebelum pandemi idealnya bisa sampai 90 menitan.
📍SHABURI KINTAN LIPPO MALL PURI
Lt GF, Puri Indah CBD
Jl. Puri Indah Raya Blok U 1
Jakarta Barat

Comments