Terindikasi Virus SARS-CoV-2

Dari awal kemunculan penyebaran virus Corona di Indonesia, aku mulai membatasi segala hal yang bisa memicu penyebaran virus terhadap diri sendiri dan juga orang - orang terdekat yang berada di sekitar. Selama ini, aku memilih untuk isolasi bahkan menarik diri dengan pulang ke kampung halaman, dimana lokasi penyebarannya tidak setinggi jabodetabek. Sekitar empat bulan lebih, bisa dibilang hanya beberapa kali aku bepergian keluar rumah, itupun untuk keadaan darurat seperti belanja kebutuhan di Minimarket, berurusan dengan mesin ATM atau sekedar mencari bahan masakan di warung yang terdekat. 

Aku selalu menghindar saat harus menghadang keramaian, salah satu upaya untuk terus menjaga protokol kesehatan dengan rela menunggu jadwal hingga tidak terlalu padat saat hendak vaksinasi, menunda hajatan tasyakuran anak hanya karena tidak ingin menciptakan kerumunan di rumah bahkan untuk menghadiri pesta pernikahan saja, aku memilih untuk tidak mau datang. 

Melihat berita kematian yang terus-terusan bertambah akibat wabah tersebut membuat sikap ku kerap melarang keras ibu untuk datang melayat atau berpartisipasi hadir di acara pernikahan kerabat terdekat sekalipun. Hal itu ditakutkan, bisa saja beliau lebih rentan tertular virus Covid-19. Alasan ku sesimpel lebih ingin menjaga orang - orang sekitar seperti nenek yang sudah lansia, ibu yang mempunyai riwayat kesehatan diabetes maupun keberadaan anakku yang masih kecil dan belum cukup umur untuk di vaksin. Bak punya PR agar ekstra hati-hati lagi dalam upaya diri untuk menjaga kesehatan tubuh! 

Satu setengah tahun berlalu, usaha ku selama ini untuk terhindar dari bahaya penularan C19 terasa seperti sia - sia hanya dalam rentang waktu hitungan detik saja.

Seharusnya aku tidak memaksakan diri untuk melakukan perjalanan darat yang justru memakan banyak waktu selama di perjalanan hingga berbaur dengan orang - orang yang kita tidak pernah tahu tentang riwayat kesehatannya. Apakah terbebas oleh virus? Terlebih, usai menempuh perjalanan darat dan laut selama 3 hari 2 malam, seharusnya aku memilih untuk isolasi mandiri selama 14 hari ke depan di dalam rumah, namun keadaan memaksaku harus tetap bolak - balik Tangerang - Jakarta mengunjungi kediaman seorang kerabat. 

Hari pertama dan kedua berjalan seperti biasanya, tidak ada yang gelagat yang berbeda. Hanya saja badan mulai terasa pegal. Aku pikir usai melewati perjalanan menggunakan bus selama berhari - hari, wajar jika merasa kurang tidur dan badan terasa tidak fit. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk istirahat dengan tidur hampir seharian di rumah. 

1. Demam

Di hari ketiga, aku diboyong suami dan juga mertua kembali ke Jl. Kebon Kacang - Jakarta Pusat untuk bergabung dengan keluarga lain di sana, to be honest aku terjebak dalam keadaan dan waktu yang kurang tepat untuk bertemu orang banyak disaat kondisi belum kondusif. Keadaan semakin diperparah dengan orang - orang sekitar yang ternyata juga mengidap gejala yang sama. Ada yang mengalami diare, demam hingga panas tinggi, meriang, dan bersin - bersin, semua berbaur dalam satu ruang. Rasanya, suhu tubuh anak ku ikut panas mencapai 38,6 derajat celcius. 

2. Batuk pilek

Di hari ke empat, ternyata satu per satu gejala sudah mulai dirasakan. Selain demam, aku juga mengalami hidung tersumbat kemudian disusul oleh batuk berdahak, kepala pusing, it feels complex. Googling menjadi andalan ku saat sedang buntu, aku mulai mencari tahu kira - kira apa saja yang mengindikasikan gejala covid19? 

Salah satu source mengatakan jika flu, influenza dan covid19 mempunyai ciri - ciri gejala dan penularan yang berbeda. Akhirnya bisa sedikit bernafas lega!  Namun di satu sisi, aku harus tetap waspada dan melanjutkan isolasi mandiri.

3. Ageusia

Di hari ke lima, barulah aku semakin yakin jika hal yang sedang ku alami ini bukan sekedar flu biasa. Tiba - tiba indera perasa ku mulai tidak bisa merasakan manis asin dan gurih pada makanan, at all. Hasrat makan banyak ku seketika menjadi berkurang dan itu terbukti setelah beberapa kali order makanan via online, namun tidak satupun ada bergairah. Padahal semua menu yang ku pilih rata-rata mengandung rasa makanan yang cukup kuat seperti Mac & Cheese, Ayam penyet sambal Kemangi, minuman Xi Bo Ba, kebab, dll.  

4. Anosmia

Tidak hanya indera perasa namun indera penciuman ku perlahan turut menghilang. Di waktu yang bersamaan, setelah empat bulan sebelumnya siklus haid ku tidak beraturan pun akhirnya aku mengalami period di hari pertama. Seharian dibuat tepar karena kondisi tubuh yang benar-benar tidak fit.

Hal ini masih berlanjut hingga 4 hari ke depan. Di hari kesembilan, aku memutuskan untuk melakukan konsultasi secara online dengan menggunakan aplikasi Halodoc dan berkesempatan berinteraksi dengan dr. Yuriko Feris spesialis dokter umum. 

Salah satu upaya agar indera penciuman ku bisa lekas pulih ialah dengan merangsangnya menggunakan bau-bauan yang menyengat dan tajam seperti minyak kayu putih dicampur dengan rebusan air mendidih hingga mendapati uapnya yang diklaim sebagai therapy penciuman. 

5. Ruam kulit

Di hari ke sepuluh, aku mendapati punggung bawah serta pergelangan tangan mengalami ruam seperti bentol - bentol kecil. Padahal aku tidak pernah bermasalah sama sekali di bagian kulit seperti mendapati tubuh terjangkit alergi air, udara, kosmetik atau makanan.

Disarankan untuk melakukan tes swab PCR serta diberikan resep dokter seperti:

  • Hi - D 1000 Vitamin D3
    Berguna untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor yang penting untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat. Selain itu bisa juga mendapatkan asupan Vitamin D3 lain dari sinar matahari maupun makanan seperti ikan sarden, kuning telur, jus jeruk, yogurt etc.

  • Sanmol Forte , jaga - jaga bila demamnya muncul lagi.

  • Multivitamin Becom - Zet
    Obat ini berguna sekali sebagai penunjang vitalitas dan kesehatan, memelihara daya tahan tubuh, serta membantu pemulihan setelah sakit.

  • Acetylcysteine 200 mg
    Bermanfaat sebagai mukolitik atau pengencer dahak, sehingga dahak bisa lebih mudah dikeluarkan melalui batuk.

  • Rhinos SR 
    Mengatasi gejala rinitis alergi, seperti bersin-bersin, hidung gatal, hidung berair, dan hidung tersumbat.

6. Mual

Ternyata reaksi obat-obatan yang dikonsumsi berbarengan dengan siklus menstruasi yang masih berlangsung konon menyebabkan mual dan muntah. Parahnya intensitas darah haid yang keluar menjadi berkurang dan nyaris terhenti. Entah itu memang merupakan bagian yang dialami oleh penderita C19 atau sepertinya ada pengaruh lain pada saat meminum obat - obatan dengan dosis tinggi. Walaupun tidak ada riset yang membuktikan bahwa ini sebuah kebenaran fakta, namun aku memilih untuk memberhentikan minum obat yang di resep oleh dokter tersebut hingga haid sudah berhenti dengan sempurna. 

Good news-nya, aku mulai bisa merasakan sedikit rasa manis yang terdapat di dalam makanan walaupun indera penciuman ku yang masih flat di hari ke lima. 

7. Tenggorokan serak

Tenggorokan terasa sakit dan susah menelan ini terjadi setelah aku melakukan isoman di hari ke tiga belas. Solusinya, aku memilih untuk banyak minum air mineral dan juga berusaha untuk tetap makan makanan dengan asupan gizi yang sehat bahkan mengkonsumsi buah - buahan yang kaya akan serat. Pilihan buah jeruk, pisang, minuman yogurt dan juga makanan rebus menjadi teman menuju sehatku. 

8. Diare

Mudah - mudahan ini hanya perkara salah makan saja, namun tidak bisa dipungkiri bahwa di hari ke empat belas aku mengalami BAB encer dan perut sama sekali terasa tidak nyaman.

Hari ke lima belas, ku putuskan untuk mulai beraktivitas normal seperti sediakala. Selain memakai masker dua lapis di dalam rumah atau hanya sekedar pick-up makanan di depan pagar, salah satu kegiatan lain yang tidak kalah menyenangkan adalah dengan ikutan berenang di backyard bersama anak dan suami sambil menikmati matahari di sore hari yang masuk ke dalam rumah. Anosmia membuat apapun terasa hambar. How to avoid my anxiety



Bersamaan dengan rumah baru, kami mulai berbenah dan berkegiatan. Mulai dari mencuci semua kaca rumah hingga terlihat baru kembali, menata perabotan untuk menaruh ditempat yang tepat, mengganti sprai, menyemprot seluruh area menggunakan disinfektan dan juga menyapu, pel lantai dan lap bagian sisi rumah lainnya yang dipenuhi oleh tumpukan debu. 

Idealnya isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari ke depan, baik indera penciuman maupun pengecap ku masih dalam proses pemulihan terhitung 23 hari dan perlahan mulai bisa merasakan meskipun belum sepenuhnya bisa memakan makanan asin, begitu pula dengan penciuman ku yang hanya bisa mengenal bau dengan jarak dekat. 

Sedikit penjelasan ilmiah mengenai Covid-19

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. 

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia.

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). 

Menjaga pola hidup sehat itu penting! Suntik vaksin juga harus, penerapan protokol kesehatan apalagi. Tidak bosan - bosannya pemerintah selalu mengingatkan kepada kita semua untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh sesuatu yang bisa menularkan bakteri, selalu menggunakan masker saat berada di luar ruangan apalagi jika tubuh tidak terasa fit dan usahakan menggunakannya dua lapis, menjaga jarak dengan siapapun yang kita temui, menjauhi kerumunan apalagi untuk yang pertama kali berpapasan karena kita tidak pernah tahu seperti apa kesehatan tubuh mereka dan yang terakhir  kurangi mobilitas di luar rumah untuk yang tidak punya kepentingan sama sekali di luar sana. 

Comments