Proses Menyapih pada Anak full ASI Eksklusif H+ 1 Month 18 Days
Anak ku yang selalu di dekapan dan tidur bersama di tempat tidur ini sebentar lagi akan melalui transisi ke fase yang lebih mandiri. Padahal rasanya baru kemarin berurusan dengan mual, nyeri punggung dan hal – hal seputar kehamilan, sekarang Kannel sudah memasuki fase transisi a newborn becomes a toddler dimana tumbuh kembang Kannel yang semakin lebih aktif, kebiasaan makannya yang sudah mengenal nasi, sabun mandi yang sudah berganti dengan label kids dan tumbuh gigi yang semakin hari kian bertambah di bagian geraham. Termasuk saat anak ku menuju tujuh belas bulan dimana sebentar lagi ia akan berpisah dengan kebiasaan nen dan meninggalkan ASI Eksklusif, kemudian memperkenalkan susu bantu juga menjadi salah satu prioritasku.
Berbeda dari anak – anak lain yang ditinggal ibu bekerja lalu menyetok ASIP sebanyak mungkin di freezer dan akan menjadi masalah pelik disaat mati lampu berkepanjangan. Nah anakku mungkin sudah lupa bagaimana cara menggunakan dot.
Pernah sekali, saat ia masih berusia tiga puluh lima hari dan mau tidak mau harus ku tinggal keluar kota selama tiga malam untuk urusan pekerjaan. Dari dua minggu sebelumnya, aku sudah mulai mempersiapkan stock dan sibuk pumping bolak - balik dari bagian kiri - kanan - balik ke sebelah kiri lagi hingga seret untuk menyetok kebutuhan paling tidak 5 – 7 bungkus ASI Perah. Untungnya pada saat itu tidak ada kendala sama sekali bahkan setelah kembali, aku tetap membiasakan bonding bersama anak dengan melakukan ASI eksklusif.
Ini juga akhirnya yang membuat ku berfikir :
“Oh! Sudah waktunya nih, memperkenalkan botol susu lagi ke anak”
Namun salahnya adalah karakter suka due-date di hari H dan segala sesuatu yang dianggap remeh ini mendadak menjadi problematik saat anak bereaksi tidak sesuai prediksi saat proses menyapih dengan:
1. Mencari kecocokan dengan susu UHT
Ingat banget susu formula SGM 0-6 Bulan menjadi susu bantu pertama yang pernah diberikan kepada anak saat ku tinggal keluar kota, jaga - jaga kalau ASIP habis, dan benar saja ternyata ibu memberi anakku produk susu ini bahkan tidak ada masalah dengan Kannel. Sayangnya susu ini hanya tersedia rasa vanilla saja, tidak ada pilihan lain.
Setelah memasuki 15 bulan, aku memperkenalkan susu cair UHT Frisian Flag hingga Indomilk yang sudah siap minum dengan kemasan kotak mulai dari varian chocolate, strawberry maupun vanilla kepada Kannel. Ternyata itu semua tidak bekerja dengan baik karena setiap kali anakku minum susu tersebut, ia langsung mengeluarkan BAB berwarna hijau lumut dan sedikit encer, sepertinya ada sedikit masalah dengan pencernaannya. Aku pun langsung menghentikan upaya tersebut dan mencoba produk Dancow. Setelah mencoba rasa Vanilla dan coklat ternyata responnya biasa - biasa saja, berapapun takaran yang disajikan selalu tersisa hingga beralih ke rasa madu 1+ dan untungnya cocok hingga sekarang.
2. Perkara botol susu anak
Karena tidak dibiasakan menggunakan dot dari bayi, alhasil anak ku selalu menolak saat diberi susu formula menggunakan botol yang ada dotnya.
Pertama, aku mememperkenalkan tipe botol susu pigeon 50 ml, kemudian yang ada gagangnya agar anak lebih gampang menggenggam.
Kedua, memasuki 10 bulan aku juga memperkenalkan Sippy Cup Philips Avent 12+ namun tidak berjalan dengan baik meskipun training cup ini terbuat dari polypropylene plastic dengan material BPA free.
Tidak hanya untuk minum susu botol saja, selain itu Kannel juga mulai diajarkan untuk menggunakan cup ini sebagai transisi kebiasaannya pada saat minum air putih yang bisa di pegang sendiri karena terdapat handle di bagian sebelah kanan dan kirinya, yang pasti anti tumpah dan hanya bisa keluar pada saat di hisap oleh anak.
Tergantung kondisi sih, biasanya jika sedang berada di rumah, aku lebih suka memberi anak segelas minuman dan belajar seruput walaupun masih suka tumpah dan membasahi pakaiannya di bagian dada, atau jika sedang berada di luar rumah barulah menggunakan sippy cup tersebut karena balik lagi semuanya dikondisikan tergantung kebutuhan dan tempat.
Ketiga, belum puas sampai di situ dan sepertinya penggunaan air panas ke dalam botol susu plastik sedikit membuat perasaan worry hingga akhirnya aku menemukan Botol susu merk lain yaitu Piko Bello Brown yang menjadi pilihan.
Yap! Soft hygienic silicon baby bottle satu ini terbuat dari bahan mineral silika bahkan bisa digunakan hingga sepuluh tahun lamanya. Elastis tapi bisa di taruh dan tidak tumpah, bahkan mempunyai selang ventilator yang bisa dibuka dan dipasang sesuai dengan kebutuhan anak, karena Kannel anaknya sangatlah aktif jadi aku selalu memasang selang tersebut karena bisa digunakan saat duduk maupun sambil tiduran. Cuma yang jadi permasalahan disini bukannya dipakai untuk ngedot malahan dijadikan mainan seperti squishy oleh Kannel, huh.
Beranjak menuju dua tahun, aku menambah aksesoris dari wide neck ke straw cup dan juga bagian gagang yang masih dari produk dan warna sama agar bisa digunakan sesuai usia anak yang sudah tidak butuh lagi susu dot.
Keempat, dan untuk kedua kalinya aku memutuskan untuk membeli botol susu anak namun bedanya kali ini aku memilih bahan yang berbeda dari sebelumnya dimana tekstur botol, dot dan semuanya benar - benar silikon yang elastis dan fleksibel, sangatlah mirip payudara. Namun baru - baru ini aku beli variasi lain berbahan plastik Mag - Mag Pigeon Training Cup 4 in 1 set, dimana ada 4 steps yang lebih lengkap untuk penggunaannya yang dirancang sesuai dengan perkembangan pola minum anak secara alami dan juga melatih sesuai 4 tahapan berikut : nipple; spout; straw and drinking cup.
Sejauh ini aku masih dalam proses terus mencoba hingga benar - benar menemukan produk yang pas dan cocok dengan kebutuhan anak tanpa mengabaikan riset untuk setiap pilihan. Dan masih banyak faktor yang membuat semuanya terlihat ribet, yah namanya juga ibu - ibu ya! Faktor X seringkali menghalangi proses yang sebenarnya, karena memang sudah mendekati dua tahun barulah aku mencoba untuk mengumpulkan niat, tenaga dan perhatian ekstra kepada anak namun tidak semudah yang dipikirkan. Bahkan semua ini tergantung tekad sang ibu, ya jika masih on - off kemungkinan besar proses menyapih tidak akan berhasil. Dan aku baru menemukan waktu yang tepat lebih dari usia dua tahun, dimana usia yang tepat ditentukan untuk menyapih anak di usia tersebut.
Caranya :
1. Daun Sambiloto (Ampadu Tanah)
Kannel punya istilah sendiri bagaimana saat ia meminta bantuan untuk menidurkannya dengan cara menarik jemari ku dan mengajak berjalan ke kamar untuk naik ke tempat tidur sambil bilang "Syu..syuu! Boo..boo" lalu mengusap dada dan mendesis "sttt..stttt" pertanda bahwa dia sudah mulai mengantuk dan ingin di kelon. Namun dengan kekuatan hati yang sudah dipersiapkan dari beberapa hari sebelumnya, malam itu aku memutuskan untuk menghindar setiap kali anak ingin disusui.
Berkali - kali ia mencoba untuk mendapatkan posisi tidur sambil menyusui, namun selalu ku halangi hingga membuatnya merasa kesal. Ya! Dari usia satu bulan aku menggunakan cara menyusui anak sambil tidur disebelahnya agar ia lekas terlelap, dan ternyata ini menjadi sedikit masalah karena kebiasaan tersebut membuat anakku memiliki kecenderungan karena intensitas menyusui di malam hari yang sangatlah lama dan itu dilakukan setiap malam hingga ia tertidur pulas.
Ditambah beberapa orang memberi ku masukan terkait penggunaan Sambiloto atau lebih dikenal dengan istilah Ampadu tanah yang rasanya sangat amat pahit. Banyak mendengar selentingan pengalaman teman - teman yang berhasil menggunakan cara ini dengan mengusapkan daun pahit tersebut yang sudah diencerkan terlebih dahulu lalu lumuri di bagian anak biasa menghisap ASI, ternyata hal ini tidak begitu efektif pada anak ku. Suasana malam itu mendadak berubah dari biasanya dan hanya akan membuat jiwanya menjadi sedikit shock, namun mau bagaimana lagi. Aku sudah terlanjur mencoba dan tidak ingin untuk mundur lagi seperti sebelum - sebelumnya.
Anakku yang jaraaang sekali menangis pun mendadak cengeng, ya karena keinginannya tidak dituruti seperti biasanya. Butuh waktu lebih dari dua jam hingga akhirnya ia tertidur dengan sendirinya, namun terbangun di sepertiga malam. Lagi dan lagi ia meminta untuk di kelon dengan cara tidur menghadapnya sembari menyusui, namun gagal karena efek rasa pahit yang luar biasa masih terasa di lidahnya dan membuat ia semakin rewel karena tidak seperti kebiasaan yang ia lakukan agar terlelap. Akhirnya aku butuh bantuan ibu, dengan cekatan beliau menidurkan Kannel dengan cara menggendongnya, namun saat terlelap dan ingin di taruh ke tempat tidur ia kembali bangun dan selalu begitu hingga tiga kali, wah pokoknya drama banget deh! Aku pun menggunakan alternatif terakhir yang menjadi cara agar anak tidak terus - terusan minta ASI yaitu menyetel youTubekids dan menyediakan cemilan, buah pisang, dan susu formula yang dihidangkan secara bersamaan di depan matanya sebagai pengganti asupan yang bisa di cerna oleh perutnya malam itu, namun pengaruh tontonan lah pagi itu yang membuat ia terlelap sendirinya karena ternyata memang tidak ada celah lagi untuk ia bisa minum ASI seperti biasa.
2. Mengurangi frekuensi menyusui
Semaksimal mungkin aku berusaha untuk tegar dan tidak goyah, walaupun cara pertama ternyata salah karena terlalu memaksanya untuk berhenti minum ASI. Well! Kali ini aku mulai dengan cara lebih santai. Pada saat anak menginginkan ASI, aku mengalihkan perhatiannya dengan mengajak bermain atau berkegiatan lain walaupun mengorbankan waktu tidur siangnya agar malam hari bisa tertidur lebih pulas. Kannel adalah typical anak yang belum akan berhenti berkegiatan jika energi yang ada di dalam tubuhnya masih tersisa, yap! Ia pun tertidur dengan sendirinya dan aku menganggap perubahan ini cukup signifikan dari hari sebelumnya.
3. Berdampak demam, mual dan muntah
Ketika sudah menemukan susu yang cocok untuk anak dan ia mulai rutin mengkonsumsinya 2-3 kali per hari dengan takaran 150 ml, ternyata ada lagi faktor yang membuat semuanya tidak berjalan sesuai dengan rencana dan kembali on - off saat tengah proses menyapih Kannel. Terlihat baik - baik saja pada malam hari, anakku justru terbangun karena muntahan yang keluar setiap kali diberi susu, dan itu terjadi lebih dari empat kali. Tidak hanya itu, yang membuat suasana semakin mencekam adalah anakku juga mengeluarkan cairan buang air besar yang sangat encer di waktu yang bersamaan. Tanpa berfikir panjang, pagi itu aku dan ibu memutuskan untuk membawa Kannel ke pusat kesehatan yang ada di dekat rumah dan petugas kesehatan yang ada di sana menjelaskan semua ini ternyata ada hubungannya dengan kondisi menyapih yang sedang dialami oleh Kannel.
Kemudian bidan tersebut memberi 3 macam obat - obatan antibiotik seperti :
Mirasic syrup Paracetamol 60ml: Varian lain dari Paracetamol rasa apel hijau yang masih berhubungan dengan obat demam dan membantu menurunkan panas demam anak.
Citoprim Suspensi (Sulfamethoxazole trimethoprim) 60 ml rasa Strawberry: Obat ini berguna sekali untuk meredakan indikasi saluran pencernaan disebabkan oleh kuman yang masuk ke dalam tubuhnya hingga menyebabkan buang air anak menjadi encer. Namanya juga anak kecil yang terkadang masih suka memasukkan benda sekitar ke dalam mulutnya yang kita tidak pernah tahu bakteri apa yang terdapat di benda tersebut.
Tablet Vosea Metoclopramide HCL 10 mg: yang per tabletnya harus di bagi menjadi empat terlebih dahulu lalu dicampurkan ke dalam syrup paracetamol untuk meredakan mual dan muntah pada anak.
Apakah kali ini aku harus bersyukur atau merasa was - was mengenai kebiasaan anak yang malas minum obat? Mengingat aku pun dari kecil lebih dibiasakan untuk mengkonsumsi obatan herbal dan alami seperti racikan daun hijau yang dipercayakan sebagai ramuan obat penyembuh daripada antibiotik dan obat - obatan berbahan kimia seperti di atas.
Kali ini aku lebih setuju dengan petugas kesehatan yang menyarankanku sebaiknya memberi anak Joybee madu multivitamin plus rasa jeruk yang manfaatnya selain bisa membantu memperbaiki nafsu makan juga terdapat suplementasi vitamin untuk pertumbuhan anak karena didalamnya mengandung sari kurma, curcuma, propolis, lysine, minyak ikan Omega 3 dan juga Vitamin B&C. Sangat cocok menjadi pengganti cairan yang masuk ke dalam tubuh Kannel yang sedang sakit. Namanya juga sedang tidak enak badan makanya sebesar apapun kiat untuk mengisi asupan tubuhnya tetap saja di tepis dan bisa dibilang tidak satupun yang berhasil masuk ke dalam mulutnya kecuali air mineral dan ASI.
4. Mengurangi intensitas kontak fisik dengan anak
Tiga hari berlalu, namun kadar BAB yang keluar tak kunjung menyusut. Sudah berbagai upaya dilakukan untuk meminimalisir tingkat cairan diare yang keluar agar berkurang mulai dari obat tablet yang selalu gagal masuk ke dalam mulut, cairan oralit, kerupuk kulit yang biasanya sangat ampuh begitupun pucuk daun jambu klutuk yang sudah pasti di tepis. Sempat berfikir apa harus di bawa ke dokter spesialis anak saja, namun aku mematahkan niat tersebut karena percaya ini cuma masalah waktu dan kebiasaan saja, sehingga aku memutuskan untuk menghindar dalam beberapa hal agar anak ku pelariannya tidak seperti biasa yang setiap saat mencari mamanya untuk minum ASI, untungnya oma dan neni (nenek noni) nya mau diajak kerja sama agar proses menyapih anak bisa berjalan lebih baik walaupun konsekuensi yang harus diterima adalah anak jadi lebih banyak rewel, menangis dan gelisah.
Setelah panasnya turun, anak ku sempat kembali ceria, ya karena bantuan ASI memang dirasa ampuh menurunkan panas anak secara alami tanpa bantuan obat - obatan, namun mengingat anak ku yang tidak berhenti diare barangkali dikarenakan kualitas ASI ku yang semakin buruk makanya aku benar - benar bertekad untuk menghentikan kebiasaan anak yang kecenderungan ASI. Memikirkannya saja sudah membuat ku sedih apalagi mendengar tangisan anak, ini dia yang seringkali membuat proses menyapih selalu terhalang namun kali ini aku harus menahan ego, orangtua mana yang tidak kasihan melihat anak yang tidak pernah cengeng sama sekali mendadak rewel dan lesu?
Alhasil, cara Kannel mencari perhatian dengan terlelap di tempat yang tidak diduga - duga misalkan di bawah kolong meja, di sudut lemari, dekat tangga dan tempat krusial lainnya. Siang hari aku memilih untuk jarang menunjukkan wajah di depan anak dengan tujuan agar ia tidak minta minum ASI sesering biasanya, untuk mengganti suasana agar tidak ketergantungan yang biasanya tidur di kamar utama denganku mendadak ditemani oleh oma, karena sebenarnya yang paling susah dihindari adalah ketergantungan Kannel mencari ASI saat terbangun tengah malam atau pagi menjelang subuh.
Selama dua hari ke depan, setiap malam terasa sangatlah panjang dimana saat anak terbangun di jam biasa, dan dengan sigap ibu membantuku back - up. Beliau lah yang menggantikan peran saat anakku merasa haus dan memberinya air mineral sekaligus menggendong Kannel saat rewel karena tidak berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan.
Payudara bengkak
Semua hal baik harus diakhiri, dan menyusui tanpa terkecuali. Beberapa hari ini, selain menderita karena perasaan sedih melihat anak menjadi rewel, aku juga merasa payudara penuh dan sakit saat tidak sengaja tersentuh. Iya, menyapih merupakan proses yang harus dilalui seusai menyusui. Bahkan setelahnya, aku pun akan terus mencari tahu cara mengatasi payudara bengkak ketika menyapih.
Hal ini terjadi karena kemampuan luar biasa tubuh untuk memproduksi air susu di dalam tubuh tidak bisa langsung berhenti dalam sekejap, alhasil tiga hari belakangan baju ku sering rembes dan basah alih - alih memompanya menggunakan alat untuk memeras ASI dan aku rasa pilihan mengompres dengan air dingin pun nyatanya tidak cukup membantu karena tetap saja bengkak sehingga gerak tubuh menjadi terbatas. Selain itu, aku juga membantu dengan pijatan di area tersebut agar air susu yang membeku di dalamnya pelan pelan pecah hingga keluar guna mengurangi pembengkakan dan nyeri di bagian dada, dan terakhir aku tidak lupa untuk memberi ruang agar terasa longgar di bagian pinggang atas akibat penggunaan bra seperti biasanya.
Ya! Tiga hari belakangan merupakan saat - saat tersulit bagi ku terlebih untuk Kannel. Bagaimana tidak, ia yang dipaksa berhenti menerima asupan nutrisi langsung dari ibunya apalagi secara tiba - tiba pasti mebuat dirinya merasa kaget karena belum terbiasa. Selain itu, perubahan yang terjadi secara mendadak hanya akan membuat perasaan anak sedih dan tidak nyaman. Kebiasaan pun berubah sehingga anak dituntut harus menyesuaikan diri dengan cepat. Proses tersebut tentu tidak mudah, terutama ritual sebelum tidur siang maupun malam hari atau menjelang subuh yang ketergantungan dengan ASI mendadak berubah. Alhasil jam tidur siangnya pun terganggu, mendadak pendiam, tidak ingin menerima asupan gizi dari sumber manapun entah itu bisa didapat dari air susu maupun zat makanan lainnya. Walaupun untuk alasan lain, sebenarnya full ASI hingga usia 2 tahun atau lebih bukan menjadi masalah besar apalagi tidak semua anak bisa mendapatkan momen tersebut, namun alangkah baiknya dari awal aku serius untuk mempertimbangkan keputusan memberi anak susu formula atau UHT sebagai selingan. Sekarang, setelah melalui proses yang dramatis ini aku bisa menobatkan bahwa Kannel sudah lulus ASI Eksklusif for + 1 month 18 days, congratulations!


Comments