New Passport Stamp & First Country : SINGAPORE

"Sukaesih! Ayo dong jalan - jalan ke luar negeri pake passport

Rengek Elma yang sangat antusias saat melihat aku sibuk scroll aplikasi Traveloka di smartphone sambil menikmati sejuknya udara Kota Bandung.

And this is a short travel post about our journey from Jakarta to Singapore.

Cerita bermula saat aku mengunjungi Elma, salah satu rekan kerja di kantor cabang Bandung. Saat itu, semua itinerary yang sudah ku buat se-ciamik mungkin terancam gatot alias gagal total karena si tukang pelor seperti ku lebih memilih untuk stay di kamar sambil tiduran, nonton tv, ngemil segala macam jajanan Bandung lalu scroll up-down layar gadget, yah daripada menghadang kemacetan Bandung menuju Lembang di tanggal merah hari itu, lebih baik aku memilih untuk tidak jadi pergi kemana - mana. Random aja sih sebenarnya, tiba-tiba iseng melihat harga tiket di aplikasi Traveloka, Elma pun datang dari arah belakang kemudian melirik ke layar ponsel ku sambil berkata, "Yuk ke Singapore!" Tadinya aku pikir, anaknya lagi bercanda seperti biasa karena seringkali tutur yang terlontar dari mulutnya mending tidak usah ditanggepin. Namun kali ini, aku cukup menanggapi obrolannya ketika ia sudah membahas mau bikin paspor segala macam, dan saat itu juga booked ticket dan langsung menuju Indomaret di Jl. Riau - Bandung untuk melakukan transaksi pembayaran di Merchant yang bekerjasama dengan paltform travel tersebut.

Here, we are landing after over 2hours from JK! 

Akhirnya kami pun menginjakkan kaki di Terminal 1 Changi International Airport. Bagi Elma, ini adalah trip pertama kalinya menggunakan pesawat terbang, dan bagi ku ini pertama kalinya juga bepergian menggunakan pasport. Setelah lolos pemeriksaan imigrasi, kami berdua harus naik Skytrain terlebih dahulu sebelum menuju terminal 2 dan membeli MRT (Mass Rapid Transit) Card. Sadar sebagai turis yang tidak begitu paham dengan aturan di Negara asing, pada saat itu ada seorang warga lokal yang memandu kami untuk mengikuti petunjuk "Train to City", karena sempat merasa bingung apakah setelahnya kami harus naik eskalator untuk turun ke bawah tanah dahulu agar bisa sampai di stasiun MRT, atau bagaimana? Kira – kira 45 menit kemudian kami pun tiba di stasiun pemberhentian yang dekat dengan penginapan yaitu Rochor Station.

Ternyata selama penerbangan, Elma sempat berkenalan dengan beberapa orang Indonesia yang juga memiliki agenda yang sama ke Negeri Patung Singa ini. Lucunya, setelah turun dari pesawat pun beberapa kali kembali bertemu dengan rombongan tersebut, salah satunya saat berada di dalam Skytrain. Nah, pas banget momennya saat turun MRT aku belum sempat beli Sim Card lokal jadi tidak bisa mengakses waze ataupun aplikasi penunjuk jalan lainnya untuk mencari penginapan yang terletak di Little India St. Untungnya bisa bertemu dengan rombongan tadi dan ternyata penginapan kita depan - depanan. Selama bercengkrama di perjalanan menuju Hotel, seketika suasana menjadi lebih akrab satu sama lain hingga akhirnya salah satu dari mereka menawarkan diri untuk mengajak jalan bareng ke Marina Bay usai istirahat sejenak dan berganti pakaian. Aku pun menggunakan kesempatan ini untuk saling bertukar kontak whatsApp satu sama lain. Hingga sore harinya, kami pun turun di Raffless Place St bertepatan orang - orang lokal yang baru saja keluar dari gedung perkantoran. Kami ikut menyisiri jalanan di "busy city" tersebut sambil melewati One Fullerton dan menikmati Sunset hingga akhirnya tibalah di Merlion Park.

Trip to Singapore

Bisa dibilang, Singapore adalah negara pertama yang pernah ku kunjungi. Menurutku tata kota nya keren banget yah, di satu titik bahkan bisa menikmati semua destinasi hits yang sering muncul di pencarian Google. Mulai dari indahnya langit senja di sekitar Marina Bay dan secara bersamaan selain bisa melihat Patung Merlion kita juga bisa melihat Singapore Flyer dari dekat, banyak warga lokal bahkan turis asing pun yang jogging di sekitar Helix Bridge, bahkan ada Shopping Mall terbesar yang terkenal hingga Art Science Museum di sana.

Suasana malam hari di Singapura

Helix Bridge

Puas mengitari Marina Shopping Mall Singpore

Keesokan harinya, kami balik lagi mengunjungi area sekitar Marina Bay the Bay. Maksud hati seharian ingin mengeksplor seharian tempat - tempat keren di daerah yang disebutkan diatas.

Hijup and accessories! Fits my outfit of the day in Singapore Flyer.

Sebelum sampai di sana, aku gak mau ketinggalan untuk mengabadikan pose di jembatan yang di belakang nya terlihat Singapore Flyer dan destinasi pertama yang kami kunjungi di hari kedua ini adalah Garden Bay the Bay. Ternyata, jika memilih untuk berjalan kaki cukup jauh lho. Worth-it banget lah karena setiap part yang dilewati bener - bener menakjubkan. 

Garden Bay The Bay Singapore

Garden Bay The Bay

Hal yang bikin perjalanan ke Singapore menyenangkan:

Pertama, aku adalah typical pelancong yang gak mau ketinggalan moment untuk mengabadikan setiap spot bagus di setiap sudut penglihatan ku yang terlihat menarik. Kepuasan terbesarku adalah mendapatkan hasil jepretan yang bokeh sambil menikmati tempat - tempat yang kami kunjungi. 

The Exhibiton Of Us Singapore

The Exhibiton Of Us

Orang Indonesia pertama kali mengunjungi Singapura

Fort Canning

Kedua belanja. Setelah puas bermain hingga sore hari, kami pun bergegas menuju Mustafa Centre. Dari awal sebenarnya aku sudah menyusun itinerary seapik mungkin untuk perjalanan kali ini. Dan di hari kedua aku memutuskan untuk menemani Elma berbelanja oleh - oleh mulai dari souvenir, kaos, coklat dan lainnya.

Hingga di hari ketiga, aku masih menemani si Elma belanja oleh - oleh namun kami beralih menuju Arab St. Setelah menyusuri jalanan untuk mencari cinderamata dan menyusuri Boutique di sekitar Haji Lane, tadinya sekalian ingin mengabadikan moment di tempat Hits ini, tapi apes nya ketika berkunjung kesana malah sedang di renovasi. 

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Fort Canning lalu ke Orchard Road. Ini dia nih puncaknya, moment yang paling ku tunggu - tunggu. Jujur misi aku dan si Elma bisa dibilang beda banget. Aku typical orang yang lebih menikmati diri sendiri, bisa dibilang aku berbelanja buat diri sendiri, ga mau ribet bawa kantong banyak apalagi mikirin sekedar oleh - oleh buat orang lain. Hehe ini sih namanya antara pelit atau gimana yah? Dan di saat Elma sibuk memikirkan belanja oleh - oleh untuk orang di rumah, tetangga hingga keluarga besar, aku justru ribet nyari discount dan pulang-pulang ngantongin Charless & Keith, Sephora dan bisa jajan Ice Cream Singapore 1$.

Ion Orchard Singapura

Setelah puas berbelanja seharian, ujung - ujungnya kami pun balik lagi ke kawasan Marina Bay the Bay untuk menikmati senja di sana. Oiya, kali ini kita sengaja turun di Station MRT yang berbeda. Hingga akhirnya aku dan Elma melewati Singapore National Museum dan menelusuri dari luar bangunan serba abu tersebut lalu Victoria Memorial Hall. Disana pemandangannya bagus banget buat duduk - duduk sore di rerumputan hijau sambil selonjoran.

National Gallery Singapore

Victoria Memorial Hall Singapore

Victoria Memorial Hall

Pada saat ingin mengunjungi Art Science Museum, petugas keamanan di sana sempat tidak memperbolehkan kami untuk masuk dikarenakan membawa beberapa barang bawaan sehabis belanja. Kesel kaaan? Capek? Bangeeet. Namun lagi - lagi terbayar dengan keindahan sunset diiringi suara aliran sungai. Bisa dibilang sore itu kami memutuskan duduk persis di sebelah Patung Merlion dalam waktu yang cukup lama sambil mendengar gemuruh air yang keluar dari mulut singa putih. Setelah sunset hilang, kami pun mengitari Marina Bay dan menemukan pertunjukan Light Night 3D Water Show di sepanjang sungai Marina Bay.

Marina Bay Sands

Marina Bay Sands

Ketiga, Kuliner. Menutup malam terkahir di Singapore, kami pun memutuskan untuk makan di kampung etnik sekitar jalanan Little India sebelum akhirnya balik ke penginapan untuk melakukan packing dan kembali ke Indonesia. 

Selama tiga malam disana, lidah kami ternyata masih belum terbiasa dengan rasa makanannya, namun dari banyaknya jenis makanan yang sudah pernah dicoba ternyata yang lumayan cocok dan paling mendekati dengan lidah orang Indonesia adalah Kari. Oleh karenanya, kami memutuskan untuk kembali melipir ke salah satu restoran India yang menyajikan Roti Naan. Lupa sih nama restonya apa, untungnya salah satu pelayan disana ada yang bisa berbahasa Melayu jadi kami bisa mendapat penjelasan lebih detail mengenai menu makanan apa yang biasa dikonsumsi pendatang seperti kami, takut salah order lagi! 

Sejujurnya, melakukan interaksi dengan orang India sedikit membuat ku bingung karena aksen dan  pronunciation mereka masih asing didengar dan cukup susah untuk dimengerti oleh orang Indo seperti kami.

Anyway, di balik perjalanan yang terkesan rapih kayak orang - orang, tersimpan beberapa momen-momen paling awkward selama trip di SG. kenapa hanya beberapa? Karena apapun yang terjadi selalu ada unsur - unsur kegoblokannya Hehe.

  • Pertama, salah pengisian data pada saat reservasi tiket. Sebulan berlalu dan baru ketahuan saat H-1 online web check-in sebelum keberangkatan. Setelah melakukan konfirmasi ke bagian Customer Service maskapai penerbangan, mau nggak mau aku harus berangkat 8 jam sebelum jadwal keberangkatan. Kebetulan kami memilih penerbangan jam 11 siang, otomatis jam 4 dinihari kami sudah harus standby di Bandara dan melapor ke bagian terkait.
    Di saat yang lainnya masih bisa tidur nyenyak, aku dan Elma sudah harus terjaga di jam setengah tiga pagi untuk bersiap menuju Bandara. Tentunya dengan keadaan mata sepet dan bisa dibilang setengah tidur! Mengingat ini penerbangan Internasional pertama kita, aku sedikit pesimis jika mengandalkan alarm, alhasil kami memutuskan untuk tidak tidur semalaman.

  • Ada drama - drama geli selama perjalanan dari rumah menuju Bandara Soetta dimana Elma kelupaan membawa kartu identitas. Saat itu aku berfikir perjalanan kami masih menggunakan e-KTP, padahal kan sudah ada Passport. Kalau kata si Elma "Deblo yah!!!" hahaha. Dan yang bikin suasana makin drama, selama perjalanan di Taxi, Elma nangis - nangis dan bilang "Yaudah! lo aja yang liburan sendiri, gih!" Dalam hati, "Yakaleeeeee".

  • Setelah landing dan baru masuk di bagian imigrasi Bandara Changi, Elma kedapatan mengeluarkan kamera DSLR dengan maksud mendokumentasikan suasana di sekitar. Sontak saja pihak Imigrasi langsung menegur aksinya, seingatku petugas Bandara tersebut menggunakan bahasa inggris dengan aksen India. Persisnya aku lupa, karena diwaktu yang bersamaan sedang menganteri di toilet. Pas balik, aku cukup kaget melihat petugas tersebut tampak serius mengultimatum Elma dengan informasi yang disampaikan. Sebaliknya, dengan wajah innocent, teman ku hanya bereaksi kebingungan, katanya sama sekali tidak mengerti dengan apa yang diutarakan oleh petugas di sana. Dengan gaya khasnya, Elma nyeletuk: "Mong naon sateh!" 

  • Niat hati ingin buru - buru tiba di penginapan berujung lupa membeli local SIM CARD di Singapore. Alhasil, aku tidak bisa mengakses GPS atau pun Maps saat turun dari MRT menuju ke penginapan yang sudah di booking via Traveloka. Untungnya selama perjalanan di pesawat menuju Singapore, Elma sempat berkenalan dengan beberapa rombongan muslim yang memiliki agenda yang sama serta penginapan di sebelah kami. Berkat ke-SKSD an Elma, sore itu kami jadi sedikit terselamatkan deh.

  • Elma lagi-lagi ditegur warga lokal dan dilempar kain sarung disuruh menutup aurat karena kedapatan menggunakan mini dress saat beada di dekat rumah ibadah!

  • Puncaknya, akhir dari perjalanan selama tiga hari di negeri orang sedikit terbayar oleh pertunjukan Light Night 3D Water Show di sepanjang sungai Marina Bay. Namun pada saat pertunjukkan berakhir, tiba - tiba ratusan orang berlarian menuju titik point, dan ternyata... Orang-orang cuma mengejar titik Poke Coin POKEMON GO.  

Sebenarnya masih banyak hal gila lainnya selama perjalanan empat hari disana, saking banyaknya bahkan aku tidak bisa menjelaskan secara detail seperti apa karena setiap hal yang dilakukan disana pasti ada unsur dramanya.

Semoga, passport ku segera terisi oleh destinasi - destinasi selanjutnya, Aamiin.

Comments