Terimakasih anakku!

Hadirnya Kannel, menjadi awal mulai perjalanan hidup mama sebagai seorang ibu. Peran baru dengan segala hal - hal baru yang kerap terjadi dalam kehidupan mama untuk pertama kalinya. 

Maafin mama, yang sampai detik ini masih belum sepenuhnya bisa mengontrol diri
dan selesai dengan permasalahan diri sendiri

Sikap emosi saat tingkah anaknya tidak sesuai dengan yang diharapkan karena pelampiasan orang tua yang belum sepenuhnya berdamai dengan dirinya sendiri membentuk karakter Kannel hari ini

Saat memutuskan untuk berhenti bekerja dan ingin mengasuh Kannel, itu bukanlah sebuah pengorbanan. Mama hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan, buktinya mama bisa full selama 24 jam di sebelah Kannel. 

Pagi hari di kala Kannel bangun dari tidur, mamalah orang pertama yang Kannel lihat.

Mama juga orang pertama yang selalu diberi senyum manis.

Meskipun belum sikat gigi, main dan uyel - uyelan ditempat tidur sekarang menjadi sebuah rutinitas kita.

Di kala rasa ingin tahu Kannel yang teramat tinggi, jemari ku selalu menjadi mainan olehnya dan tidak jarang juga Kannel sering megangin pipi ku sambil menatap seolah dari pancaran matanya benar - benar ada cinta yang tersirat.

Tatapan tulus seorang anak yang merasa sang mama adalah orang yang paling diandalkannya, seolah menyiratkan kasih sayang yang nyata. 

Mama yang merasa kurang disupport, kehadiran Kannel kini memberikan banyak kenyamanan dalam diri. Mama bersifat apa adanya, menyebalkan sekalipun tapi Kannel selalu datang seolah tak pernah terjadi apapun sebelumnya

Sama halnya saat sedang ditimang. mama selalu menjadi orang yang paling dicari dikala haus.

Malam hari, Kannel juga anak yang tidurnya selalu dalam dekapan dan harus bersentuhan biar semakin nyenyak.

Dan itu semua sama sekali tidak bisa diukur dengan bayaran yang biasa diterima setiap bulannya dari kantor. 

Yang terbaru adalah Kannel sudah bisa berdiri dan bersandar ke dinding. 

Ada yang sudah tumbuh gigi bawahnya dua dan sekarang sudah bisa bilang "Mama.. Pa pa paa!" lalu diikuti kata per kata lainnya. 

Ribuan kali banyaknya Kannel melontarkan senyum sumringah sekalipun tidak sedang diajak tertawa.

Punya anak yang hobi ngoceh dan tidak bisa diam membuat mama menjadi lebih siaga lagi  menjaganya dan tidak bisa dipungkiri juga kadang kala dihampiri oleh rasa capek kala menemani saat Kannel asyik bermain. 

Kadang ada masanya Kannel susah diajak tidur cepat sekalipun sudah bermain lebih dari jam mainnya. 

Ya. Rasa lelah, emosi yang menguras tenaga, selalu merasa bersalah selalu datang. Kadang mama berfikir, apa iya mama se amanah ini di kasih kepercayaan sama Tuhan? 

Apalagi tetiba rewel karena mengantuk tapi belum mau diajak tidur. 

Tapi bisa langsung ketiduran tanpa harus di kelon kalau sudah tiba saatnya dia ingin beristirahat. 

Mama paham, Kannel belum bisa mengerti untuk semua itu. Bahkan mama yang terkadang masih susah mengontrol hati dan pikiran hingga menjadikan anaknya sebagai objek pelampiasan, maafin mama. 

Namanya juga ibu baru yang masih kurang ilmu, namun terima kasih sudah menjadi guru kehidupannya mama. 

Untuk anak mama, terima kasih ya. Terima kasih

Mari bersama - sama berjalan untuk saling menemukan versi terbaik kita, nak!

Comments