Rambut Rontok Bayi dan Air Ludah yang Berlebih

A. RAMBUT RONTOK PADA ANAK

Satu per satu cerita para ibu - ibu yang tadinya menurutku hanya sebuah mitos belaka ternyata ada benarnya juga. Di usia 3-4 bulan pertumbuhan bayi merupakan fase dimana dia mulai mengalami rambut rontok, hal ini juga yang dialami oleh anak ku Kannel. Bahkan konon katanya hal seperti ini sangat umum terjadi sebagai pertanda adanya pertumbuhan rambut baru. 

Kerontokan pada rambut bayi dikenal dengan istilah Telogen effluvium, dimana hal tersebut terjadi dalam dua fase, yang pertama merupakan fase pertumbuhan rambut yang terjadi selama 3 tahun dan kedua sebagai fase istirahat dan terjadi dalam kurun waktu 3 - 6 bulan. Salah satu source yang pernah ku baca juga menjelaskan bahwa kadar hormon estrogen yang sangat tinggi selama masa kehamilan membuat rambut kepala si ibu maupun bayinya menjadi rontok. Namun hormon tersebut segera berkurang pasca melahirkan. Penyebab lainnya justru dikarenakan bayi sering menarik - narik rambut sendiri atau dikenal dengan istilah Trikotilomania. Setiap bayi terlahir dengan pola rambut yang berbeda, dan saat Kannel lahir rambutnya cukup lebat untuk bisa dibilang tebal. Makanya sekarang aku merasa sedih lantaran satu per satu helai rambutnya mulai berkurang dan semakin hari kian menipis. 

B. AIR LUDAH BERLEBIH

Hal lain yang menjadi fokus ku juga adalah air ludah yang keluar pada mulut bayi. Setahuku hal ini sangat wajar dialami karena bayi masih belum bisa menelan dan menahan keluarnya air liur. Atau karena bayi ku sudah mulai beranjak 4 bulan dan sebentar lagi akan tumbuh gigi? Bisa saja terjadi. Lagi - lagi aku tidak ingin percaya sama sekali dengan mitos seputar ngidam yang tidak kesampaian yang menyebabkan anaknya lahir dan terpengaruh pada air liurnya yang berlebihan, meskipun di ilmu kedokteran sendiri ngidam itu memang terjadi pada ibu hamil.

Comments