Cara Bijak Menyiasati Baby Fingerteeth

Sebagai seorang ibu, aku sangat bersyukur karena diberi kesempatan full-time bermain bersama buah hati di rumah. Selain menjaganya selama 24 jam penuh, aku juga bisa menyaksikan sendiri tumbuh kembang anak tanpa pernah melewatkan sedikitpun momen-momen penting yang terjadi di dalam hidupnya. Ada saja hal - hal baru yang dilakukan secara spontanitas dan itu selalu membuatku merasa takjub, karena bayi ku selalu menunjukkan tingkah yang menggemaskan. Di fase tertentu inilah biasanya bayi seringkali melalui tahapan perkembangan seperti menangis secara tiba - tiba; mulai belajar mengenal orang - orang yang biasa ia ditemui di lingkungan sekitar; berinteraksi dan menatap mata lawan bicara; bahkan sudah bisa meresponnya. Setelah mengunjuk kebolehan dengan semakin sering membalikkan badan, terbaru Kannel lagi senang - senangnya memasukkan sesuatu ke dalam mulut termasuk jari dan juga sebagian tangannya. Awalnya aku merasa ia sedang mengeksplore diri. Melakukan suatu hal baru sebagai perkembangan bayi seusianya. Bahkan setiap kali dia memasukkan tangan ke dalam mulut, Kannel masih bisa dialihkan dengan memindahkan tangan tersebut ke posisi semula. Kadang kala dibiarkan sejenak, walaupun tiba – tiba keselek sama jari sendiri karena sampai menyentuh ke rongga hingga langit - langit lidah, tapi anaknya tetap melakukan hal yang sama.  Aku pikir ia bakalan kapok, eh ternyata enggak.


Bukan bermaksud untuk melarang apa yang dilakukan oleh anak, namun semakin kesini aku sedang mencoba mengurangi kebiasaan tersebut, mulai dari :

  • Empeng, Sayangnya Kannel tidak suka dot sama sekali. Bahkan setiap kali diberikan, ia langsung melepeh. Kannel jarang sekali minum ASIP, jadi bagi dia empeng bukanlah hal yang biasa dicoba. Suatu hari, aku pernah meninggalkan bayi ku bersama neneknya untuk urusan kantor dan harus pergi keluar kota selama tiga hari ke depan. Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, aku harus menyetok ASIP untuk beberapa bungkus dan di taruh ke dalam freezer. Untungnya pada saat itu semua baik - baik saja, bahkan tidak ada kendala sama sekali. Setelah itu, aku kembali membiasakan anak minum ASI langsung bersama ibunya, guna membangun kedekatan emosional dan juga kenyamanan pada anak bahkan anakku tidak pernah lagi minum di botol susu. Namun semakin kesini, Kannel tidak mau diberi susu botol. Agar tidak ketergantungan, kini Kannel mulai dibiasakan untuk minum air putih, atau jika perlu dibantu dengan susu formula (jarang banget) dengan sendok kecil. Jadi selama ini tidak menjadi masalah. Baik dot maupun empeng bukanlah tools yang menjadi kebutuhannya. Otomatis, upaya ku untuk menjauhkan anak dari kebiasaan menghisap jempol atau pun menggigit jari menggunakan empeng pun gagal. 

  • Baby Teether : Aku pikir bayi ku akan sering bermain dengan alat bantu berbentuk buah pisang ini, eh enggak juga ternyata. Ya! Bayi ku akhirnya diperkenalkan untuk terbiasa menggenggam teether nya sendiri, sekalian untuk merangsang pertumbuhan gigi. Seringkali ia berhasil memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri, cuma ya tidak bertahan lama dan kalau sudah bosan pasti dilepas lagi. Biasanya teether di design bersamaan dengan brush nya juga yang berfungsi untuk membersihkan area di bagian lidah bayi, jadi sejauh ini tools tersebut safety banget kok dan banyak sekali kegunaannya untuk anak bayi. 

  • Bedong : Terakhir dengan cara melilit badan dan tangannya menggunakan kain bedong sampai ke bahu. Sesekali, aku masih suka memasangkan kain bedong ke tubuhnya. Agar merasa lebih hangat, faktor lain yang mempengaruhi salah satunya agar ia tidak terlalu sering memasukkan jari tangan ke rongga mulut.

Comments