Birth Preparation Sundries
Jelang kelahiran bayi, kini aku mulai concern terhadap persiapan melahirkan mengingat usia kehamilan yang mulai memasuki minggu ke – 30, diantaranya:
1. Memilih Rumah Bersalin
Dari awal kehamilan, aku disibukkan dengan perencanaan dan segala hal yang berkaitan dengan birth plan, termasuk mempertimbangkan Rumah Sakit mana yang sekiranya paling memungkinkan untuk melakukan persalinan. Adapun aspek yang dikaji dilihat dari lokasi, budget lahiran hingga dokter yang menangani.
Mendapatkan dua fasilitas kesehatan dari perusahaan tempat ku bekerja sekaligus, menjadi pertimbangan lain karena merasa sangat terbantu dengan keringanan biaya yang didapat, meskipun di beberapa tempat tidak bisa tercover sepenuhnya.
- Asuransi Generali hanya bisa diakses di kota-kota besar. Kalaupun di daerah, hanya dibatasi untuk beberapa Rumah Sakit tertentu, tanpa kecuali di Sumatera Barat. Sayangnya, di kota ku belum tersedia RS/Klinik atau RSIA yang dicover oleh produk kesehatan.
BPJS Kesehatan kelas 1 sebagai alternatif jika rencana melahirkan di kampung benar-benar terealisasikan. Dari sekarang, aku mulai mencari mengenai tata cara penggunaan fasilitas kesmas satu ini. Ternyata, penggunaan BPJS agak sedikit ribet yah.
- Harus pindah faskes terlebih dahulu
Berangkat dari Puskesmas Karet Kuningan lalu dipindahkan ke dr. Azra Solok menggunakan aplikasi Mobile JKN di apps Mobile. - Mendekati hari-H, pasien harus meminta surat rujukan atau rujukan online agar BPJS Kesehatan bisa digunakan
2. Menyiapkan nama calon bayi
Memikirkan nama anak jauh sebelum pernikahan berlangsung. Gimana coba? Haha imajiner seperti ku memang sangat sering memikirkan hal - hal yang bahkan orang lain pun belum tentu melakukannya. Untungnya suami menyerahkan sepenuhnya hal seperti ini kepadaku, cuma kita sudah membuat kesepakatan untuk memberi nama anak tidak usah terlalu panjang, tidak terlalu susah buat dihafal bahkan yang gak mau ribet sampai tiga atau empat suku kata, menurut ku dua saja sudah cukup. Saking anti mainstream nya, ide nama anak ku dipersiapkan bukan dari hasil pencarian google atau seperti calon ibu lainnya yang mencari inspirasi nama anak dari bahasa Italia, sansekerta atau pun Inggris.
Selain harus menyiapkan hospital bag, apa saja kira - kira yang harus dibawa ke Rumah sakit ketika persalinan tiba, yang paling penting belanja kebutuhan bayi sudah mulai ku persiapkan dari minggu ke dua puluh enam kehamilan. Sebenarnya sudah ada list, kira - kira apa saja yang akan ku beli. Ya namanya juga persiapan kelahiran anak pertama, ekspektasi ingin beli ini dan itu rasanya sangat menggebu – gebu terlebih setiap kali melihat barang yang lucu, pasti bawaannya langsung buru-buru check-out.
Pada akhirnya, proses kelahiran sudah berada di depan mata. Pastinya ini akan menjadi proses yang sangat mendebarkan dimana sebentar lagi aku bisa bertemu dengan sosok yang juga mempunyai kehidupan sendiri di dalam tubuhku, janin yang sering ku ajak berbicara akhir - akhir ini. Selain minim resiko, aku rasa hampir seluruh calon ibu di dunia ini menginginkan proses persalinan normal.

Comments