Internee Voyage
Masa magang adalah momen pencarian jati diri seorang Avi yang pernah bercita–cita menjadi wanita karir yang sukses, ekspektasi seorang anak daerah yang sangat ingin berkarir di ibukota. Pokoknya dari dulu selalu bilang ke ayah ibu: Pengen balik ke Jakarta, yah!
And it happens!
Menjelajah di hampir seluruh industri media, mulai dari periklanan, radio, televisi lokal, televisi swasta hingga nasional mengantarkanku sampai menemukan tujuan akhir di media online. Namun sebelum masuk ke dunia kerja dengan status kontrak reliever, outsourching, freelance hingga full-time, untuk pertama kalinya aku memulai karir dari seorang internee.
Praktek Kerja Industri
Semua bermula saat aku memasuki Sekolah Kejuruan Negeri. Dipilihkan jurusan oleh orangtua di bagian Broadcasting (Produksi Program PerTelevisian / P3TV) membuat ku awalnya merasa terjebak di lingkungan yang membuat ku tidak merasa nyaman. Namun semua kekecewaan ku terbayar ketika aku bisa membuktikan bahwa sebenarnya dunia Photography juga menyenangkan untuk ditekuni. Perlahan tapi pasti, aku terus mencoba menggali potensi lebih dan ternyata minat dan bakat ku bertemu di pencarian pertama dan begelut di dunia Cinematography.
Dua belas tahun yang lalu kualitas kamera belum secanggih sekarang. Aku ingat betul pernah punya Kamera Handycam merk Sony. Untuk aktivitas fotografi, saat itu kami masih menggunakan Nikon D3100 begitupun pada saat praktik lapangan di sekolah, siswa jurusan Broadcasting di sekolah ku terbiasa memegang MD-10000.
Istilah tripod, burning, lighting, shooting, and wardrobe adalah kata – kata yang tidak asing lagi di telinga ku.
2008: PKL di TV Lokal
iNews TV Padang
Di tahun 2008, untuk pertama kalinya aku mendapat kesempatan menjadi pemagang di TV Lokal sebagai reporter berita di Minang Media Televisi yang sekarang sudah diakuisisi oleh iNewsTV Padang.
Selama tiga bulan kedepan, aku harus tinggal di luar kota, terpisah dari orangtua. Pengalaman pertama gadis belia 16 tahunan yang harus dilalui saat melewati fase kehidupan.
Di hari pertama praktek kerja industri (prakerin), bersama dengan wartawan senior beserta staff kantor, aku dan tiga rekan magang lainnya ditaruh di bagian tim yang berbeda - beda. Semula, aku mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan reporter berita dimana segala aktivitas lebih banyak dilakukan di luar kantor, liputan dan belajar teknik pengambilan gambar secara langsung, melihat cara mewawancarai narasumber serta meliput berita untuk satu bulan ke depan. Senang sekali rasanya bisa lebih banyak bertemu dengan reporter lain yang bertugas di lapangan hingga mempunyai banyak kesempatan untuk bertemu dengan wartawan media cetak maupun elektronik lokal lainnya.
Rolling dengan tim lapangan di season berikutnya, aku kemudian ditempatkan di bagian tim naskah. Selain diarahkan, aku juga diajarkan bagaimana caranya menulis skrip sebuah berita dengan selalu melibatkan unsur 5W1H.
Di bulan terakhir, aku ditaruh di bagian pasca produksi dan bergabung dengan tim editor. Jika di dua bulan pertama aku diberi kesempatan mendatangi kantor berita daerah Tarandam, lalu pindah ke kantor pemancar TV Ulu Gadut, Padang. Disana, aku bisa tahu semua proses pembuatan sebuah berita, mulai dari pra - produksi dan pasca hingga mengenal apa itu burning, editing video dan proses sebuah berita dimuat hingga tayang.
Tidak hanya itu saja, beberapa kali aku juga berkesempatan untuk melihat proses pembacaan naskah berita yang disiarkan langsung oleh Padang TV hingga melihat proses shooting di dalam studio.
Usai menyelesaikan program magang, di tahun ketika setiap siswa kemudian diminta untuk membuat sebuah projek Iklan Layanan Masyarakat (ILM) beserta melakukan ujian praktek dengan mendatangkan langsung tim penguji dari luar. Hal ini dilakukan sebagai salah satu syarat kelulusan hingga mendapatkan sertifikasi berbasis media Televisi lokal.
2014 - Magang
Di semester ke lima, mahasiswa kampus Politeknik Negeri Padang diwajibkan melaksanakan program magang di Perusahaan/Industri selama tiga bulan ke depan. Di saat teman - teman D3 Bahasa Inggris masih disibukkan mencari perusahaan tempat magang, aku dan dua orang teman lainnya yang memilih konsentrasi TV dan Radio Broadcasting sudah di terima di Metro TV yang ada di Kebon Jeruk - Jakarta Barat sebagai Translator untuk 6 bulan ke depan.
Sebuah opportunity yang bagus dan sayang untuk dilewatkan. So far, ini pencapaian yang cukup bisa dibanggakan karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan dan peluang sebagus ini. Namun sangat disayangkan, pihak kampus tidak mengizinkan kami untuk berangkat magang di awal jadwal keberangkatan yang sudah diatur oleh kampus sebagai pihak penyelenggara. Walaupun dari awal kami sudah siap dengan resiko yang akan diambil sekalipun harus mengundur jadwal penulisan Tugas Akhir hingga perayaan wisuda, namun peraturan kampus yang super ketat membuat kami mengubur mimpi. Sebaliknya, aku dan dua rekan lainnya mencari tempat praktek industri lain, yang cocok dengan terms and conditions kampus hingga akhirnya kami pun di terima magang di TVRI Nasional, Senayan.
TV NASIONAL
Di saat anak - anak lain magang di satu perusahaan selama tiga bulan ke depan, aku malah magang lebih dari satu perusahaan dan juga jenis lembaga yang berbeda.
Pertama, TVRI Nasional, Senayan-Jakarta.
Walaupun seorang internee, ternyata:
"Oh ini... Rasanya menjadi reporter berita"
Kira-kira seperti ini kali ya tugas lapangan yang harus dilakukan oleh reporter. Tidak hanya seharian bertugas, di sana aku juga berkesempatan untuk dapat mengoperasikan kamera profesional; masuk ke dalam ruangan studio berita dengan peralatan yang super canggih; begitu juga dengan alat-alat siaran yang sudah di set sebagus mungkin di dalam studio penyiaran. Aku di ajak untuk ikut bepergian menggunakan mobil dengan logo TV, hingga merasakan sensasinya meliput berita dari pagi hingga malam hari. Rasanya tantangan yang dihadapi begitu menyenangkan, memang pengalaman seperti ini yang sebenarnya sedang aku cari.
Aku mulai bertemu dan beberapa kali berinteraksi langsung dengan politikus yang selama ini sering ku lihat di televisi, berada di tengah kerumunan wartawan dari semua media cetak maupun elektronik lainnya yang hendak mendapatkan berita dari narasumber yang akan di wawancara, serta menghadiri pertemuan - pertemuan penting yang diadakan oleh instansi pemerintahan atau para politisi, maupun menghadiri beberapa event besar yang diselenggarakan setiap satu kali dalam setahun seperti INACRAFT hingga Java Jazz Festival. Bahkan liputan ke gedung DPR-RI, KPK, Mahkamah Konstitusi hingga masuk ke lingkungan Kementerian Republik Indonesia.
Sungguh pengalaman pertama yang amat menyenangkan bagi anak baru seperti ku yang baru memasuki dunia kerja, dan ini membuat ku semakin yakin untuk berkarir di ibukota nantinya.
TV SWASTA
Kedua, iNews TV Kebon Sirih, Jakarta.
Setelah masa internship di TVRI habis, aku dan dua teman lainnya mulai berpencar dan disibukkan mencari tempat persinggahan dan juga kesempatan di tempat magang lainnya. Untuk aku yang senang menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan kenalan lama, kemudian aku kembali mengontak wartawan senior iNews Padang yang kini bertugas di kantor pusat. Berbekal referensi tersebut, kemudian ia membantu mengurus administrasi ke HRD MNC TV untukku bersama seorang teman agar bisa magang di stasiun televisi swasta milik Hary Tanoesoedibjo.
Di tempat inilah, aku kemudian bergabung dengan tim yang bertugas di program produksi acara yang sering melakukan liputan terkait sajian hiburan dan juga entertainment. Impian ku bekerja sebagai wanita karir terasa sudah semakin dekat di depan mata karena setiap hari aku menginjakkan kaki di kawasan perkantoran elite, di sebuah gedung tinggi dan berada di lantai 18, bertemu orang - orang hebat bahkan artis yang sebelumnya seringkali ku lihat di televisi, tidak tanggung-tanggung kemudian terlibat ke dalam proses shooting program hingga mendatangi rumah selebriti kenamaan sekelas Nikita Willy.
ADVERTISING
Ketiga, Rebound Ads.
Tenggat waktu yang diberikan selama tiga bulan itu semestinya harus dipergunakan sebaik mungkin. Di saat teman-teman lainnya konsisten magang di satu tempat selama tiga bulan ke depan, hal yang kontras kemudian ku lakukan saat mencoba peruntungan di berbagai tempat. Jika sebelumnya di stasiun televisi, kali ini aku mencoba peruntungan magang di perusahaan baru yang bergerak di industri periklanan di bilangan Jakarta Selatan.
Aku berkesempatan magang di perusahaan Pariwara Outdoor Advertising yang kini berganti nama menjadi Rebound Ads.
Jika sebelumnya magang di perusahaan besar serta kapasitas karyawan yang sudah ratusan hingga ribuan, disini aku cukup bisa mengenal satu per satu individu karena jumlah karyawan yang masih hitungan belasan orang.
Bekerja di perusahaan yang mengedepankan nilai agama, Pariwara selalu mengawali aktivitas dengan briefing hingga sholat dhuha berjamaah. Menghafal ayat suci Al-Qur'an, belajar Tajwid hingga mengadakan pengajian dan mendatangkan penceramah di akhir pekan kemudian menjadi fasilitas lain yang diberikan kepada karyawan. Dipimpin oleh CEO yang agamis, tidak heran jika iklan rokok, kartu kredit bank serta minuman keras menjadi pengecualian. Bahkan ketika mendapatkan sebuah project besar, pemilik perusahaan tidak segan untuk mengajak seluruh karyawan nonton bersama di XXI.
Tidak hanya menyenangkan karyawan dengan fasilitas rohani, pimpinan Pariwara juga memberikan fasilitas jasmani berupa kelas olahraga di sanggar kebugaran hingga latihan futsal yang berada di dekat kantor.
Setelah mendapatkan gaji pertama sebagai seorang pemagang, untuk pertama kalinya kemudian bagian HRD perusahaan memintaku secara personal untuk stay di perusahaan dan lanjut sebagai karyawan alih-alih balik menyelesaikan Tugas Akhir agar diwisuda. Sayangnya, untuk pemula sepertiku belum begitu paham apa itu peluang besar. Alih-alih mengiyakan ajakan, aku justru merelakan kesempatan karir tersebut dan kembali ke kampus.
RADIO LOKAL
Keempat, SIPP 105,8 FM Padang
Rupanya, keputusan untuk pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya saat tiga bulan magang di Industri Media Jakarta dijadikan permasalahan terkait proses administrasi karena tidak sesuai dengan peraturan kampus. Hanya di jatah magang di 1 perusahaan selama 3 bulan, hal yang berbeda justru ku lakukan bersama dua orang teman lainnya.
Long story short, aku bersama dua rekan yang sebelumnya terdaftar magang di TVRI Senayan kemudian disetrap dan kembali internship di perusahaan lokal, disaat teman-teman lainnya sudah mulai masuk ke tahap penulisan Laporan, dan magang di salah satu radio lokal tempat seorang Dosen yang kerap mengisi waktu luang untuk memberikan kelas Parenting melalui siaran radio.
Untuk 1 bulan ke depan, kami magang di SIPP FM. Bukan sebagai penyiar namun lebih sering dilibatkan ke dalam penulisan rundown/naskah ataupun project pengisian suara/voiceover terkait Iklan Layanan Masyarakat di Radio lokal.

Comments