Baralek Gadang Adat Minangkabau
Hidup sebagai generasi muda yang beriringan dengan perkembangan zaman, sedikit banyaknya mulai melupakan nilai-nilai budaya. Namun, kali ini aku ingin melestarikan kembali warisan dari leluhur yang sudah di gariskan kepada ku karena terlahir sebagai urang minang. Sama seperti suku-suku lain di Nusantara, warisan budaya dan adat istiadat di Minangkabau pun terkenal dengan keragaman dan keunikannya, begitu pula akan keindahannya. Hal itu bisa di lihat dari baju adat yang berbeda beda di setiap nagari, kebiasaan masyarakat dalam menyelenggarakan prosesi pernikahan, maupun tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun. Oleh karenanya, keputusan ku memilih Baralek Gadang Adaik Minangkabau di rasa sudah menjadi pilihan yang sangat tepat.
18/07/2017
(1/12)
1. Maresek
2. Batuka Tando
Bukan dihadiri oleh dua orang yang akan dinikahkan, melainkan diwakili dan dihadiri oleh rombongan keluarga yang mendatangkan kaum dari kedua suku orang tua si calon anak daro (Suku Melayu dan Suku Tanjung).
Keluarga besar calon anak daro kemudian datang membawa siriah (daun sirih) beserta pinang lengkap yang sudah disusun di dalam carano.
Kedatangan keluarga besar calon anak daro ke kediaman rumah calon menantu biasanya disambut oleh keluarga besar calon marapulai atau calon mempelai pria dengan hidangan makanan.
Dalam proses adat batuka tando, umumnya tata cara yang dilakukan diawali:
- Juru bicara dari keluarga calon anak daro yang menyuguhkan sirih lengkap untuk dicicipi oleh keluarga calon marapulai sebagai tanda persembahan terlebih dahulu.Sesuai dengan pepatah Minang:
"Kok Siriah lah kami makan"
"Manih lah lakek di ujuang lidah"
"Pahik lah luluih ka rakuangan."
- Selesai berbasa-basi, juru bicara yang diwakilkan oleh mamak yang dituakan dari pihak anak daro inilah yang bertugas menyampaikan maksud kedatangan dan lamaran secara resmi.
- Jika lamaran diterima oleh pihak keluarga besar laki - laki, selanjutnya diikuti oleh aksi simbolis bertukar tanda yang melambangkan jika anak kemenakan mereka sudah sah terikat dalam hubungan yang satu langkah lebih serius.
Bukan bertukar cincin seperti pertunangan pada umumnya. Lazimnya yang dijadikan sebagai tanda untuk dipertukarkan berupa benda-benda pusaka berupa kain adat yang mengandung nilai sejarah bagi keluarga. Kain adat yang diserahkan oleh keluarga calon anak daro inilah nantinya yang akan dikenakan oleh calon marapulai di pelaminan pada saat menggunakan baju adat nagari Selayo - Solok nantinya. Begitu pula dengan keluarga dari calon marapulai yang juga menyerahkan kain induak untuk dikenakan padusi.
Akhirnya kedua belah pihak keluarga sepakat untuk saling dijodohkan dengan anak keponakannya.
Sesuai dengan hukum perjanjian pertunangan menurut adat Minangkabau yang berbunyi :"Batampuak lah buliah dijinjiang"
"Batali lah buliah diirik"
Artinya: Jika tanda telah dipertukarkan dalam suatu acara resmi oleh keluarga kedua belah pihak keluarga, maka keterikatan bukan saja terjadi di antara kedua anak muda yang ingin dinikahkan, tetapi juga kedua belah pihak keluarga besar untuk saling mengisi dan tidak dapat memutuskan secara sepihak mengenai perjanjian - perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.
- Selanjutnya, berembuk soal tata cara penjemputan calon marapulai nantinya.
Poin yang dibahas mengenai: - Baretong: Perembukan tata cara yang akan dilaksanakan nantinya saat penjemputan calon marapulai mengenai waktu akan dinikahkan, dan;
- Manakuak hari: Menentukan waktu kapan niat baik akan dilaksanakan.
note:
2. Marapulai merupakan sebutan bagi pengantin laki-laki
28/04/2018
(3/12)
3. Mahanta Siriah
Jika dua prosesi sebelumnya didahului oleh aksi dari pihak keluarga besar calon anak daro, kali ini sebaliknya. Kedatangan keluarga besar calon marapulai tentunya sudah dinantikan hingga turut melibatkan Niniak Mamak, bundo kanduang serta tetua dari limo suku/kaum yang ada di Nagari Koto Hilalang, yaitu (Suku Melayu, Tanjuang, Piliang, Jambak, jo Caniago).
Biasanya, penyambutan terkait kedatangan rombongan yang masih berkaitan dengan keberlangsungan acara adat selalu diawali dengan sajian atau acara makan-makan yang dihidangkan di sepanjang rumah gadang.
Persiapan yang dilakukan tuan rumah (induak nan dituokan) dalam menyajikan makanan
untuk menyambut kedatangan tamu ke rumah
Hidangan yang disajikan untuk menyambut kedatangan tamu pun sudah diterapkan sebelumnya oleh ketentuan adat berupa ayam, ikan dan lauak jawi.
Setelah Niniak Mamak dan seluruh keluarga sepakat dengan tanggal dan semua prosesi yang akan diselenggarakan, barulah keluarga besar calon anak daro meminta bantuan kerabat laki – laki lainnya mangapiang kayu sebagai persiapan bahan bakar yang akan digunakan untuk memasak hidangan di acara resepsi nantinya.
Suasana saat dunsanak laki - laki mangapiang kayu
note:
20/06/2018
(4/12)
4. Malam Bainai
Sebelum prosesi dan penggunaan daun pacar di kuku tangan dan kaki berlangsung, malam ini dijadikan oleh calon anak daro untuk berkumpul dengan teman-teman seumuran, teman masa kecil yang menemaniku tumbuh.
Untuk perantau seperti ku yang memutuskan menikah di kampung halaman, bisa dibilang malam ini terasa begitu berkesan.
"Lah lamo indak bagalak basamo – samo,
bacarito lapeh, maulang carito sangkek ketek - ketek"
Artinya:
Sudah lama tidak tertawa akrab, bercerita lepas mengulang kembali cerita masa kecil
Seperti pesta lajang atau bridal shower yang diadakan di kota-kota besar, sesuai dengan keakraban masyarakat agraris, teman-teman yang datang ke kediaman calon anak daro turut membantu menyelesaikan dan berpartisipasi dalam mendekorasi kediaman calon anak daro, seperti mamasang tabia atau memasang pelaminan kecil di dalam rumah, melipat tisu serbet sambil bercengkrama dengan yang lainnya, jika perlu turut membantu mendekorasi kamar pengantin.
Setelah selesai, acara tersebut ditutup dengan acara makan malam bersama.
Filosofinya: Malam bainai merupakan malam terakhir bagi calon anak daro merasakan kebebasan sebagai wanita lajang"
Pemasangan inai di masing-masing kuku calon anak daro, dipasangkan oleh orang yang berbeda-beda. Dimulai dari orang tua padusi, nenek, etek, serta keluarga lainnya.
Dalam tradisi adat Minangkabau yang selalu berdampingan dengan agama:
"Adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah"
mengisyaratkan bahwa pada saat pemasangan inai, tidak semua sepuluh kuku jari tangan yang dipakaikan inai, namun hanya sembilan jari saja. Karena hakikatnya sepuluh berarti sempurna sedangkan kesempurnaan hanyalah milik Yang Maha Kuasa.
5. Penyambutan di rumah Anak Daro
a. Manyirak bareh kunik
Saat MC mulai membacakan pantun sambah manyambah, salah satu pengiring pengantin berjalan menuju calon marapulai sambil menyirak bareh kunik sebagai simbolis kedatangan yang begitu dinantikan oleh tuan rumah yang merupakan keluarga besar calon anak daro.
b. Pambaok carano
Kemudian, pengiring pengantin lainnya yang bertugas sebagai pambaok carano menyongsong marapulai dengan menghidangkan siriah yang sudah disusun di dalam carano babungkuih kain dalamak. Ia bertugas menyibak kain tersebut dan mempersilakan calon marapulai mengambil daun siriah sebagai simbolis jika kedatangannya bersama keluarga besar memiliki alasan tertentu.
c. Pambasuah kaki marapulai
Sebelum mempersilakan naik ke tempat menuju prosesi akad:
naiak manapiak bandua maningkek janjang
Pengiring pengantin yang bertugas mencuci kaki calon marapulai sengaja menuangkan sedikit air ke ujung sepatu yang diiringi oleh lantunan pupuik batang padi, yaitu instrumen tiup sederhana yang dimainkan.
Tepat sebelum menuju ke pintu masuk rumah yang menjadi tempat berlangsungnya acara akad nikah, sambah manyambah yang awalnya diwakili oleh MC kini langsung diambil alih oleh juru bicara tuan rumah yang diamanahkan langsung kepada mamak kontan dari calon anak daro.
Jika secara simbolis kedatangan calon marapulai dan keluarga sudah disambut oleh prosesi, mulai dari menyongsong pengiring pengantin yang diwakilkan oleh pambaok carano dan mamak kontan, terakhir sebelum naik ke atas rumah, rombongan kemudian berpapasan dengan urang-uruang padusi nan dituokan di ateh rumah tersebut.
note:
Sebuah pantun minang yang syarat akan makna dari setiap kata per kata yang dituturkan menggunakan sangsekerta bahasa lama
Biasanya kerabat terdekat seperti adik, sepupu atau saudara perempuan anak daro yang ditugaskan sebagai pengiring pengantin.
21/06/2018
(6/12)
6. Akad
Di sisi lain, ada perasaan pilu, haru dan lega! Ungkapan hati yang muncul pertama kali saat anak perempuan satu-satunya ini harus dinikahkan oleh wali, bukan ayah kandung sendiri. Namun, ada atau tanpa kehadiran almarhum ayah di hari besar anaknya ini tidak mengurangi kekhidmatan prosesi akad yang berlangsung.
22/06/2018
(7/12)
7. Mambantai jawi
Dalam adat istiadat, mambantai jawi dalam baralek adat menjadi simbolisasi jika akan berlangsungnya sebuah hajatan besar di tengah-tengah masyarakat Nagari.
AKIKAH
Biasanya, prosesi ini juga dibarengi dengan acara akikah bagi sanak saudara lainnya yang ingin mengikahkan anak - kemenakannya.
Usai menyembelih hewan di pagi hari, biasanya bako dari kerabat yang diakikah akan datang secara beriringan membawa nasi kunik beserta kado secara bergantian ke rumah anak daro dan disambut dengan hidangan jamuan ditengah-tengah rumah.
Tiziano Altezza, 1 dari 5 adiak atau kemenakan
yang akikah bersamaan dengan pesta pernikahan
note:
Jika nasi kuning yang biasanya disajikan terasa gurih, biasanya nasi kunik berbahan dasar ketan putih ini terasa manis-asin saat dimakan.
23/06/2018
(8/12)
8. Batagak Gala
Acara adat ini umumnya dilakukan sehabis solat isya hingga berakhir tengah malam, dihadiri oleh para kerabat, Urang Sumando dan Niniak Mamak Nagari beserta perwakilan mamak dari keluarga marapulai.
Prosesi adat ini layaknya marapulai yang sudah sah menjadi suami diantarkan oleh perwakilan pihak keluarga ke rumah anak daro, yang di sebut mahanta marapulai menggunakan alur pasambahan yang masing-masing diwakili oleh juru bicara.
Pokok pembicaraannya seperti:
- Pasambahan menghormati yang tua-tua dan yang patut-patut yang ada diatas rumah
- Pasambahan menyuguhkan sirih adat,
- Menyampaikan maksud kedatangan,
- Memohon semua keluarga tuan rumah ikut mengiring kan,
- Menanyakan gelar calon menantu mereka,
- Berterima kasih atas sambutan dan hidangan yang disuguhkan.
Di dalam alur persembahan, selalu dibuka dengan:
Jikok ado nan takana di ati
Nan tailan-ilan dimato
Alah kok buliah kami katangahkan?
Tradisi bertamu dalam acara adat Minangkabau, seringkali disambut dengan santapan di tengah-tengah rumah yang dibentangkan di atas lapiak. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu tuan rumah yang diwakili oleh janang yang bertugas menaruh sajian sebagai penyambutan kedatangan dari pihak marapulai.
Acara inti yang dilakukan sampai larut malam tersebut diantaranya:
- Mengutarakan maksud kedatangan yang disambut dengan acara makan malam
- Pantun sambah manyambah oleh Niniak Mamak yang dituokan dalam adat
- Penyerahan pakaian yang harus dibawa pulang oleh marapulai untuk dikenakan esok hari saat bersanding di pelaminan
- Mengumumkan gelar yang akan diberikan kepada marapulai

Hari R. Yusli Sutan Maruhun
Setelah sah secara adat menjadi bagian keluarga besar anak daro, panggilan yang disematkan tidak lagi berupa nama panggilan yang biasa digunakan, melainkan gelar yang wariskan melalui prosesi yang dinamakan Malewakan gala marapulai.
note:
24/06/2018
(9/12)
9. Basuntiang di Pelaminan
Diketahui, mananti alek salingka nagari merupakan perhelatan besar yang digelar dalam tata cara adat istiadat perkawinan di Minangkabau.
Sebelum tamu berdatangan, kehadiran marapulai di rumah padusi kembali disambut dengan Tari Galombang yang merupakan perpaduan silek, tari piriang jo tari pasambahan yang dibawakan dalam waktu yang bersamaan.
25/06/2018
(10/12)
10. Arak Nasi Pitunduak
Menggelar resepsi selama dua hari dua malam, di hari berikutnya saat bersanding di rumah marapulai, anak daro di jemput terlebih dahulu oleh keluarga untuk dipakaikan baju adat Nagari Selayo yang merupakan daerah asal ku.
anak daro dilakek an suntiang pisang saparak
Sedangkan si Pembawa Sirih dalam carano dan pembawa beban mengenakan Baju Kuruang Basiba.
Biasanya beban yang dibawa saat diarak berupa sirih lengkap (yang dibawa oleh bundo kanduang si kepala adat) yang berdiri di barisan paling depan, beserta nasi kuning, pinyaram, kue-kue, kado dan sebagainya yang sudah dipersiapkan oleh keluarga untuk iring – iringan atau diarak sepanjang nagari.
Masyarakat sekitar pun berbondong – bondong keluar rumah untuk menyaksikan arak talempong yang ditabuh sepanjang jalanan di sore hari.
note:
1. Arak nasi pitunduak seperti arak-arakan yang dilakukan dengan iringan permainan musik tradisional Minangkabau di sepanjang jalan raya
2. Pinyaram: Makanan/jajanan tradisional Minangkabau yang dibuat menggunakan bahan dasar tepung dan gula aren yang digoreng
26/06/2018
(11/12)
11. Mamulang Tando
Keesokan harinya, marapulai jo anak daro yang telah terikat secara sah sebagai suami istri baik dipandang dari sudut agama maupun dari undang-undang negara. Oleh karena itu tanda yang dijadikan simbolis dan diberikan sebagai janji ikatan sewaktu bertunangan dulu oleh kedua belah pihak keluarga tidak mereka perlukan lagi.
Pengembalian barang tanda ini dilakukan secara resmi dengan disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak setelah selesai acara akad nikah, dan juga tabia yang di pasang kan di rumah anak daro juga dilepas dan keadaan rumah dikembalikan seperti keadaan semula.
27/06/2018
(12/12)
12. Manjalang
Pelaksanaan dan undangan ini dilakukan oleh pihak keluarga mempelai pria. Namun maksud dan tujuannya sama, yaitu kewajiban untuk mengisi adat setelah akad nikah dari pihak keluarga mempelai wanita kepada keluarga mempelai pria.
Pada acara ini, pengantin wanita diharuskan untuk membawa berbagai macam makanan seperti nasi kuniang singgang ayam, lauk pauk rendang, asam padeh serta kue-kue besar semacam macam bolu dan kue-kue adat lainnya seperti bulek-bulek, pinyaram, kampia - kampia, onde-onde dan lain-lain.
Itulah serangkaian prosesi pernikahan adat Minangkabau yang sudah ku lewati.
Terimakasih yang sebesar - besarnya untuk seluruh keluarga besar, mulai dari mamak, bapak, angku, uwak, adiak - adiak dan juga uda, uni, etek, amak serta seluruh warga di Nagari Koto Hilalang yang sudah berkontribusi dan sangat membantu dalam kegiatan bakokoh mambuek samba dari hari selasa dan ketemu selasa lagi, manyamba, persiapan bararak, mambuek pinyaram, mancari baju nan ka dilakek an dan lain - lain dan buat mereka semua yang tidak bisa disebutkan namanya satu per satu. Rasonyo, sanagari Koto Hilalang ko urang sato maramian alek. Dan terimakasih juga untuk semua vendor yang telah berpartisipasi dalam menciptakan suasana baralek selama satu minggu ini.
Fotografi Pra-nikah: Monica Aldelya
Fotografi & Videografi Akad & Resepsi: Connery Photograph
Suntiang, Dekorasi & Pelaminan : Shinta x Tira Pelaminan
Tata Rias : Mirna Salon
Sepatu : Misschy
Undangan Desain : UMBARA
Hiburan Musik : Gambus Nurul Islam
Pembawa Acara : Elly Hernita
Penari : Sanggar Tari Nagari Koto Hilalang Kec. Kubung












Comments