Sisi lain Minangkabau yang sering buat orang salah arti

“Nanti kalo nikah, kamu pakai adat yang dibeli itu ga sih?”

Pertanyaan yang paling sering dilontarkan oleh orang – orang ketika mereka tahu bahwa aku berasal dari suku Minang. Dan berpuluh kali juga aku memberikan jawaban yang sama,

"Enggak, beda kok! Aku urang Solok bukan urang Pariaman.”

Atau biasanya, orang-orang kerap melemparkan pertanyaan seperti ini:

“Kamu orang Padang, ya?”  

Sedikit informasi: Padang merupakan ibukota provinsi disuatu daerah di Sumatera bagian Barat. Belum tentu semua orang yang tinggal di Kota Padang adalah urang Minang. Namun, urang Minang pasti berasal dari Sumatera Barat. Seringkali yang menjadi kesalahan persepsi dalam penyebutan ' Urang Padang' itu tidak pada tempatnya. 

Hal yang sama kemudian berlaku juga untuk penyebutan orang batak, dayak, sunda, bugis dan lainnya. 

1. Urang Minang pelit?

Plus minusnya jadi urang minang di rantau seringkali dicap pelit. Padahal, karakteristik seseorang itu sifatnya personaliti. Aku benar-benar tidak setuju dengan anggapan dan justifikasi orang-orang terhadap opini seperti ini. Nyatanya, aku justru jarang bertemu dengan tipe urang minang seperti itu. 

2. Urang Minang tersebar dimana-mana

a. Merantau

Merantau artinya pergi meninggalkan kampung halaman. 

Konon, merantau menjadi salah satu tradisi budaya yang sudah dilakukan oleh nenek moyang sejak lama. Penyebaran masyarakat minang hingga pelosok negeri bukan lagi menjadi isapan jempol belaka. Terlebih di ibukota, pedagang di pusat perbelanjaan seringkali didominasi oleh urang minang seperti Pasar Tanah Abang, Thamrin City, PGC, Pasar senen dan tempat dagang lainnya.

Beberapa kali, bahkan aku sempat ditodong pertanyaan seperti ini:

"Kenapa orang minang jarang sekali bekerja kantoran? 
Kenapa mereka lebih memilih dagang?"

Aku tidak bisa menjawab selain opsi abu-abu yang tidak terbukti keabsahannya. 

Fakta lain: Ketika banyak orang bertahan bekerja semata mengharapkan dana pensiun, aku lebih sering menjumpai orang minang yang memilih resign setelah menjadikan pekerjaan kantoran sebagai batu loncatan untuk mendapatkan modal bisnis.

Kekompakan perantau minang seringkali dapat disaksikan saat mendekati hari raya. Selain tergabung ke dalam Ikatan Keluarga Minang dengan organisasi yang sangat terstruktur, biasanya tradisi 'Pulang Basamo' (pulang kampung bersama) juga menjadi agenda tahunan yang tak pernah dilewatkan. 

b. Rumah Makan

Tidak hanya kerap mendapati perantau minang dimanapun berada, kedudukan rumah makan minang juga sama. Bahkan franchise rumah makan Padang menjadi salah satu bisnis menjanjikan di era sekarang. Tapi tahukah kamu jika di daerah asalnya, nggak ada tuh yang namanya RM Padang! Adanya justru nasi kapau, kadai nasi atau rumah makan saja tanpa embel-embel padang di belakangnya.

Ikan Bilih Danau Singkarak

Nemu bopet yang jualan sala lauak yang merupakan jajanan khas Pariaman itu sering, tapi nemu Rumah Makan yang menyajikan ikan bilih danau itu jarang sih. 

Ikan bilih Danau Singkarak itu otentik dengan rasa gurih dan daging yang manis, wajar jika harganya jauh lebih mahal karena tidak seperti ikan-ikan lainnya yang bisa diawetkan. Makanya, penjual ikan bilih lebih sering menyajikan yang sudah digoreng terlebih dahulu. 

3. Surga kuliner di Sumatera Barat

Bergeser sedikit dari arah Singkarak menuju ke Kota Padang Panjang, Serambi Madinah nya Sumatera Barat yang dianggap sebagai surganya tempat kulineran. Jika melihat dari bagunan kotanya sih biasa – biasa saja, apalagi jalan masuk menyusuri pasar raya, vibesnya mungkin akan sama dengan tempat dan ruko – ruko pada umumnya. Namun yang bikin spesial, cita rasa makanan yang dijual benar – benar menggugah selera. 

Gerobak makanan berjejeran di emperan ruko, aroma masakan yang benar - benar khas menyengat di hidung serta hiruk pikuk suasana pasar di sore hari. 

Katupek Pitalah, pensi dan roti tenonk! Satu dari banyaknya jajanan yang bisa kamu coba ketika menyusuri kawasan Tanah Datar. Atau mau ke menu makanan minangkabau yang benar-benar valid? Ada dadiah kabau (susu kerbau yang di fermentasi di dalam bambu dan ditutup menggunakan daun pisang), karang intan hingga gulai cancang yang tidak seperti hidangan RM pada umumnya. 

Di tempat kalian, apa sebutan pical lontong? 

Comments