EXTREMALLY FUN AT DUFAN
Ada saja ide lawakan yang biasa keluar sehari - hari, ngobrol semaunya tanpa ada yang merasa tersakiti sama sekali. Bersama mereka aku kembali merasa berarti, mendapatkan apresiasi atas apapun yang ku katakan, bisa tertawa lepas atas setiap banyolan yang keluar dari mulut mereka, receh, selalu ramai hingga menamakan diri #BOBerisik
Jika sebelumnya mengadakan perayaan ulang tahun di saung sunda pulang kantor berakhir menonton film horor di bioskop sepi; beli kue ulangtahun dengan niat memberi kejutan di pantry alurnya sudah ketebak karena bisik - bisik uang patungan kue pun terdengar begitu nyata; makan siang di luar area kantor jika jadwal cocok hingga makan steak sekampung yang berakhir di tempat karaoke yang banyak abunya. Kali ini kami mendadak mengajukan cuti di tanggal yang sama untuk bisa bermain seharian.
Ide main ke Dunia
Fantasi tercetus begitu saja karena notabene semua orang - orang
ini selalu hayuk jika mengadakan suatu acara. Setelah
janjian di stasiun kereta Kota Tua, melanjutkan perjalanan
menggunakan angkot sewa ke tujuan serta melewati antrian dengan bekal tiket
masuk di masing - masing email akhirnya rombongan pun sampai di tempat tujuan.
1. Kora - Kora
Setelah melewati pintu masuk, wahana pertama yang bisa ditemukan adalah permainan perahu ayun. Menaiki kora-kora rasanya mendayung - dayung bergerak dari arah depan ke belakang, konon semakin lama durasi bermainnya maka lonjakan yang terasa pun akan semakin tinggi.
Bagi yang pemberani seperti Rani, Gisti dan teman - teman cowok lainnya sudah pasti ini wahana yang menyenangkan. Namun tidak untuk aku dan Setio yang tidak berani menaiki wahana tersebut karena pada dasarnya takut ketinggian.
2. Kicir - kicir
Berkat paksaan dari teman - teman, akhirnya aku memutuskan setuju untuk naik ke permainan ekstrim Power surge ini, sepertinya ini keputusan tergila yang pernah diambil. Oh, but I still want to live.
Aku tidak bisa menceritakan bagaimana keadaan dan perasaan ku pada saat itu. sensasi yang didapat saat wahana tersebut berputar; terbalik; melintir sambil meluncur membuat ku benar - benar tidak sanggup untuk berteriak. Lutut seketika lemes, degup jantung semakin keras dan tangan merasa tremor. Hal yang terlintas di kepala pada saat itu:
"Kapan permainan ini berakhir?"
Lucunya, aku bahkan dikira pingsan oleh Rani. Ingat banget dalam kondisi terburuk ku dia sempat - sempatnya bertanya seperti ini:
"Mbak, gapapa? Aman???" tanyanya.
3. Ontang - anting
Jika tadi ketakutan setengah mati, kalau ini justru membuat ku happy. Dua kali ke Dufan, untuk kedua kalinya juga aku menaiki wahana Ontang-anting.
4. Istana Boneka
Enaknya bermain bersama mereka itu tidak melulu memikirkan kesenangan sendiri tetapi juga orang lain. Ada yang takut ketinggian, ada yang punya riwayat penyakit yang berhubungan dengan asma seperti Wina, dari awal memilih enggan untuk turut serta. Harunya, ada satu momen dimana yang lainnya cowok-cewek ikutan anak perahu di wahana Istana Boneka yang biasanya dikhususkan kepada anak-anak.
5. Happy Feet
Berkesempatan memasuki teater dan duduk di kursi simulator Happy Feet dengan kapasitas 50 orang, kami merasakan sensasi yang luar biasa di dalam petualangan Penguin sungguhan yang disajikan melalui film animasi komputer pinguin lucu dari Warner Bros. Seolah, aku ikut terbawa ke dalam suasana kehidupan di Kutub Utara.
Tidak lupa, untuk tetap tegar dan bersemangat menaiki wahana yang lebih menantang, kami pun melipir sejenak untuk sholat dan makan siang di salah satu gerai makanan yang tersedia, apalagi kalau bukan Yoshinoya.
6. Halilintar
Bisa jadi karena peminatnya yang cukup banyak, makanya anak-anak yang memilih main di wahana halilintar harus mengantri lebih dari 45 menit hanya untuk menaiki wahana ekstrim yang menggelitik perut ini.
7. Niagara - gara
Tadinya yang menjadi incaran Hesti, Rani, Mawa dan Gisti untuk balik ke Dufan adalah karena mereka ingin sekali menaiki wahana arum jeram. Apesnya, permainan yang diincar tersebut sedang masa perbaikan, makanya mereka memilih opsi lain yaitu menjajal niagara yang tidak kalah ekstrim.
Wahana perahu meluncur ini bermuatan empat orang. Nah, untuk yang ingin merasakan bertualang mengikuti arus air siap - siap untuk basah ya! Klimaksnya kita akan di ajak naik setinggi 20 meter kemudian terjun bebas seolah olah mencebur mengikuti air terjun. Splash and fun!
8. Ice Age Arctic Adventure
Ada yang baru sepertinya di Dufan! Bagi penyuka karakter kartun Sid, Diego, Manny dan Scrat dalam film Ice Age produksi 20th Century Fox pasti tidak asing dengan wahana Ice Age Arctic Adventure yang menyajikan permainan seolah sedang berada di kutub es.
9. Kon Tiki Ice Age Arctic Adventure
Tidak hanya di situ saja, masih di pintu keluar kita akan bertemu dengan sebuah perahu yang mirip dengan kora - kora namun tidak seekstrim saat menaikinya.
Diajak maju mundur ke belakang, ada sensasi lain yang didapat saat menaiki Kon Tiki ini karena pada saat menaiki wahana, kita akan diajak berputar untuk mengikuti sudut posisi 360 derajat dan melaju lalu bergerak. Wahana ini memiliki bentuk seperti kapal bajak laut milik kapten Gutt yang merupakan salah satu karakter antagonis di Film animasi terkenal Ice Age dan konon merupakan kapal yang terbuat dari potongan bukit es antartika.
10. Hello Kitty Adventure
Lagi dan lagi kami memasuki area gemes ini berkat Wina hehe. Dari depan saat memasuki arena pre-show, pastinya kita akan disuguhi oleh belasan permainan interaktif di antaranya ada Mechanical Toggle, Wheel Bubble Up, Hole View dan masih banyak lagi.
11. Baku Toki
Menaiki wahana ini recalling my childhood memories ketika liburan sekolah dan mengunjungi wahana permainan karena dari kecil aku selalu mintanya ingin naik Bombomb car.
12. Bianglala
Menikmati sunset di atas awan sambil menikmati pemandangan kota Jakarta beserta Pantai Ancol bisa dibilang pilihan yang tepat.
13. Turangga - rangga
Wahana ini selalu menjadi objek spot foto tereksis bagi siapapun yang pernah mengunjungi Dufan tanpa terkecuali.
Memutuskan seharian untuk menjajal satu per satu wahana yang berada di Dunia Fantasi pun harus berakhir dengan keadaan yang sangat puas, hepi, menyenangkan dan juga melelahkan. Seru banget hari ini bisa tertawa bersama Rani, Setio, Yogi, Hesti, Sigit, Imam kucing, Noe, Ucup, dan masih banyak lagi. Tidak lupa pulangnya setelah tiba di stasiun Jakarta Kota kami pun melipir ke abang - abang gerobakan terlebih dahulu untuk sekedar menikmati jajanan malam yaitu nasi goreng gila sebelum pulang menuju ke rumah masing - masing.
Jl. Lodan Timur No.7, Ancol, Kec. Pademangan
Jakarta Utara














Comments