Setapak teman kecil

If I asked, what was the most enjoyable thing?
be back home.

Pulang ke rumah akan selalu menjadi hal yang paling di tunggu - tunggu karena aku bisa bertemu dengan kerabat maupun keluarga. Bagi perantau sepertiku, it means being able to let go of all my desires about what I want to do.

Setelah ayah meninggal, tujuanku untuk pulang semakin bertambah. Bahkan sebelum menginjakkan kaki di rumah, terlebih dahulu aku wajib mendatangi pusara yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Ya, rumah kami! Rumah berukir kayu, pekarangan rumah nan begitu luas dikelilingi segala jenis pepohonan hingga hamparan sawah maupun aliran sungai di dekatnya menjadi satu dari banyak hal yang tidak bisa dijumpai dikota-kota besar. Disana, ada hal yang selalu kurindukan, sebuah tempat yang selalu dituju ketika pulang ke rumah yaitu kehangatan dari orang - orang yang tinggal di sana. Bagaimana reaksi uwak (sebutan terhadap nenek) saat pertama kali tahu aku akan pulang ke rumah. Satu hal yang masih menjadi kebiasaan, kami selalu menikmati makan malam bersama sambil bercengkrama. Uwak pula yang paling sering menanyakan pada ku untuk di masak apa hari ini? Karena bagi beliau, suatu kebahagiaan tersendiri saat menyaksikan aku dan cucu-cucu lainnya bisa makan begitu lahap. 

Setelah puas menghabiskan waktu bersama keluarga di hari pertama dan kedua, tidak ada salahnya untuk bertemu teman lama, dan sedikit nostalgia dengan teman bermainku serta orang-orang terdekat lainnya selama bertumbuh. It's been a long time.

Elementary School Pals

Untungnya, beberapa teman-teman SD ku masih menetap di Nagari yang sama, meskipun rasanya sudah lama sekali tidak bertatap muka satu sama lain. Bertemu bersama mereka rasanya, memori masa kecil ku langsung terisi di kepala dengan sendirinya, apa hal-hal yang kembali diingatkan ketika satu sama lainnya mencoba flashback ke masa kanak – kanak. 

Dua puluh tahun yang lalu, mereka adalah orang – orang yang hampir setiap hari mengisi jam main ku. Tidak lain mereka adalah teman mandi di sungai, teman mengaji, teman main bongkar, teman main dore, teman main karet, teman main kelereng, teman lari – larian di masjid, si pelempar bola kasti, dan teman main di semak – semak belakang rumah bahkan segala macam hal permainan anak pada saat itu. Mereka juga dulunya setiap minggu selalu ku ajak menginap di rumah. 

Ya Tuhan, aku begitu merindukan masa - masa kecil bersama mereka. #Generasi90an



And with them my Junior High friends, I spent my transition puberty time dengan bermain sepeda, pulang sekolah jalan kaki ke Pasar Raya buat makan sate dan es tebak. Di akhir pekan, kelompok pertemanan kami pun lebih sering melakukan aktivitas olahraga bersama. 

Rasanya, susah sekali mempertemukan mereka dengan formasi lengkap seperti dulu, mungkin karena kesibukan masing – masing dan schedule yang berbeda pula. Meskipun 10 tahun sudah berlalu, orang-orang yang selalu ku rindukan ini masih menjadi teman kecil dengan karakter dan tingkah yang tidak ada ubah. Ketika berkesempatan pulang ke rumah, mereka selalu menjadi orang pertama yang ku kirimkan pesan singkat untuk diajak bertemu. 

Mesjid Raya Sumatera Barat

Lalu teman yang beberapa tahun terakhir ini ku kenal! Dia yang selalu antusias ketika aku pulang, kerap meminta untuk diprioritaskan setiap kali aku pulang kampung dan kudu ketemu. Yaaaa, rasanya aku benar - benar beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang masih mengharapkan kehadiran ku. 


Mempunyai banyak teman is so mercy, jika banyak orang bertanya apakah masa remaja ku di sibuk kan dengan boyfriend dating? Nope! Aku terlalu menikmati bermain bersama teman - teman. Kadang, hari ini aku bertemu dengan A, hang out dengan B, Les Bahasa Inggris dengan C, pulang sekolah bareng D, and so on. 

Comments