Kuliah 107 SKS selama 2 tahun 9 bulan

Setelah menamatkan bangku sekolah, calon mahasiswa kerap merasa bingung untuk menentukan apakah ingin melanjutkan pendidikan di sebuah Akademi, Institut, Sekolah Tinggi, Perguruan Tinggi atau Universitas. Termasuk aku yang pada saat itu juga merasa dilema untuk memilih untuk melanjutkan studi di Universitas ataupun Politeknik? 

Universitas vs Perguruan Tinggi

Universitas merupakan institusi pendidikan yang terdiri dari banyak fakultas dan bersifat umum, sedangkan Perguruan Tinggi Negeri seperti Politeknik justru lebih spesifik. Dari segi pembelajaran, penerapan teori lebih sering dilakukan di Universitas daripada Politeknik yang lebih banyak melakukan praktik dan jika dibuat sebuah skala perbandingan kira - kira 40 : 60. 

Dari segi pembelajaran, di Perguruan Tinggi biasanya lebih ditujukan untuk mempersiapkan lulusan yang siap bekerja dengan berbagai keterampilan (skill). Ilmu terapan yang didapat kemudian juga ditunjang dengan penempatan kerja (program magang) untuk mengasah keterampilan di ruang lingkup profesional, sedangkan Universitas hanya akan mewajibkan setiap mahasiswanya untuk melakukan KKN alias Kuliah Kerja Nyata.

Setiap orang mempunyai journey masing - masing, termasuk pada saat aku ingin memutuskan untuk melanjutkan pendidikan selepas menamatkan Sekolah Menengah Kejuruan.  Ada banyak pertimbangan yang muncul di kepalaku, ingin melanjutkan sekolah kemana setelah ini? 

Beralaskan "ingin mencoba banyak hal", aku yang pada saat itu berkesempatan masuk kuliah jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) melalui screening nilai UN di kampus Negeri dan mengambil jurusan Manajemen Informatika, sempat mencoba tes di Sekolah Penerbangan Aviation Management Training yang ada di Jl. Sisingamaraja Kota Medan - Sumatera Utara di waktu yang bersamaan. Singkat cerita, aku lulus dengan syarat harus datang lagi ke Akademi tersebut saat usia ku sudah mencapai 17 tahun, padahal saat itu masih 16 tahun. Itu artinya, aku menggunakan 1 tahun tersebut untuk melakukan persiapan berbagai hal, salah satunya dengan membentuk fisik sesuai dengan standar berat badan yang sudah ditetapkan. Namun di pertengahan jalan, aku setuju dengan ajakan bibi ku untuk langsung melamar kerja di salah satu maskapai penerbangan swasta berbarengan dengan anaknya. Di saat sepupu ku memilih karirnya sebagai Flight Attendant, aku malah memutuskan untuk mengundurkan diri lalu mengiyakan permintaan orangtua untuk melanjutkan studi di bangku kuliah. 

Selama satu tahun ke depan, aku dihadapkan dengan begitu banyak pilihan dan tak sedikit patah di tengah jalan. Tidak mau berhenti disitu saja, setelah memutuskan mengikuti program bimbingan belajar untuk persiapan mengikuti tes SNMPTN yang diselenggarakan di seluruh Indonesia, di waktu yang sama aku diterima kuliah di kampus swasta UPI YPTK Padang lalu mengambil jurusan Psikologi. Bahkan, aku juga lulus SB-UMPN (Seleksi Bersama-Ujian Masuk Politeknik Negeri) dan memilih jurusan Bahasa Inggris.

Selama dua tahun sembilan bulan aku menempuh pendidikan Diploma tiga, dimana aku menjalani pendidikan vokasi dan harus mengambil konsentrasi pilihan di semester empat. Adapun mata pelajaran yang dibutuhkan sebanyak 107 SKS, dengan pembelajaran seperti :

A. MATA PELAJARAN UMUM

1. Kewarganegaraan

Aku melewati masa pergantikan nama dari PPKN, PKN dan sekarang berubah menjadi mata pelajaran Kewarganegaraan, itu artinya ini merupakan sebuah pembelajaran wajib yang terus dipelajari oleh setiap siswa di Republik Indonesia dari waktu ke waktu. Hal ini dilakukan guna menanamkan nasionalisme yang tinggi sedari dini, mulai dari tingkat SD; SMP; SMA/K maupun di perguruan tinggi. 

Sebagai anak muda, mata kuliah ini mengantarkan mahasiswa sebagai penerus generasi yang selalu berpikir tajam, sadar mengenai hak dan kewajiban dalam hidup bermasyarakat serta bernegara. Alasan lainnya agar terciptanya pembentukan karakter anak muda yang bertoleransi tinggi, demokrasi, dan juga menjadi sosok anak bangsa yang mengenal dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan politik lokal, nasional, maupun internasional.

2. Pendidikan Agama

Selain menciptakan anak muda yang memiliki nasionalisme, pembekalan ilmu agama juga diterapkan di bangku pendidikan, bahkan ini dianggap sebagai hal dasar yang sudah ditanamkan oleh orang tua sedari dini. Selain di dapat dari didikan orangtua di rumah, MDA, hingga di surau, seharusnya ini juga merupakan ilmu dasar yang sudah tidak asing untuk dipelajari. 

Di kampus, setiap mahasiswa diminta untuk dapat menguasai dan paham ajaran islam agar mampu menjadikannya sebagai didikan yang memiliki landasan berfikir serta berperilaku baik. 

3. Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting sebagai bahasa persatuan sekaligus bahasa negara.

Pada saat di sekolah, siswa/i mempelajari ilmu dasar, namun di perguruan tinggi justru lebih spesifik terhadap bagaimana caranya mengutip, menggunakan kata baku dan tidak baku, diajarkan bagaimana caranya menulis kalimat efektif, penulisan alenia maupun paragraf, membuat kerangka karangan dan juga cara pengembangan sebuah kalimat. Tentunya pembelajaran ini sangat berhubungan di semester berikutnya tentang bagaimana menerapkan kerangka penulisan pada sebuah karya ilmiah hingga story telling nantinya.

4. Bahasa Jepang

Materi pembelajaran ini sejujurnya sudah pernah dipelajari saat berada di bangku sekolah menengah dan rasanya senang bisa kembali bertemu dengan mata pelajaran bahasa asing lainnya. Nah, yang membedakan justru ketika belajar Bahasa Inggris kita masih menggunakan huruf - huruf abjad walaupun cara pelafalannya yang agak sedikit berbeda, namun tidak dengan Bahasa Jepang. Mahasiswa tidak hanya dilatih untuk bisa melakukan praktek penulisan hiragana dan katakana saja, namun juga belajar huruf kanji. 

Dalam artian baik itu ideogram, sistem penulisan dan alfabet Jepang yang dipelajari sangat berbeda dari yang biasa kita ketahui begitupun dengan pengucapannya. 

B. PROGRAM STUDI BAHASA INGGRIS

Semakin ke sini, standard hidup lebih meningkat, kultur pun mulai berubah. Tidak susah menemukan anak kecil yang fasih sekali berbicara dengan pronunciation yang bagus dan pas, pasalnya Bahasa Inggris kemudian menjadi bahasa internasional yang selalu digunakan untuk berbagai kepentingan.

Kemampuan berbahasa Inggris dapat diukur dari kepandaian seseorang ketika kita bisa menggunakan kata yang tepat, penulisan yang terstruktur, berbicara dengan fasih dan mampu mendengarkan dengan baik. Mengambil jurusan Bahasa Inggris, aku pun mempelajari mata kuliah seperti:

1. Grammar

Materi pembelajaran Grammar adalah cara dimana kata-kata dapat disusun bersamaan dalam kerangka kalimat terstruktur. Meskipun pada praktiknya, penerapan grammar bukanlah menjadi penghalangan untuk lebih leluasa berinterkasi dengan seseorang. Oleh karena itu banyak sekali hal - hal dasar yang harus dipelajari pada mata kuliah ini seperti penggunaan verb, adverb, noun, adjective, pronoun, preposition, etc. Ada lagi sentences, clauses, pronomina dan masih banyak lagi. Ya kan?

2. Reading

Salah satu elemen yang terdapat pada saat mempelajari Bahasa Inggris adalah reading comprehension. Sub jurusan ini bukan sekadar membaca teks berbahasa Inggris semata, melainkan membaca dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh tentang bacaan tersebut. Yang pasti pembelajaran ini selalu ada hubungannya dengan test Bahasa Inggris seperti tes TOEFL, IELTS, TOEIC, dan semacamnya karena bisa dipastikan selalu muncul di soal - soal. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai reading comprehension itu penting sekali dan juga kita membutuhkan usaha yang effort agar bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Meskipun bagi beberapa orang belajar di kelas ini cukup membosankan karena selalu bertemu dengan pembahasan narrative text dimana kita diminta untuk lebih memahami main idea dari sebuah narasi. Kata - kata seperti then, unfortunately, therefore, hence, so, thus pun kerap ditemukan di dalam paragraf. 

3. Writing & Technical Writing

Masih berhubungan dengan pembelajaran yang di atas, kemudian menulis dalam berbahasa Inggris juga menjadi salah satu skill yang harus dilatih untuk kita bisa menjelaskan sesuatu kepada orang lain lewat kemampuan menulis yang baik. Hal ini menjadi salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki melalui penerapan penggabungan gagasan, keterampilan tata bahasa, dan juga keselarasan antara gagasan utama maupun penjelasan dengan cara memberikan pemahaman mengenai tanda baca, tata bahasa, penulisan agar berkembang dengan baik, sebuah kesatuan dalam sebuah teks untuk mempelajari berbagai jenis teks seperti prosedur, narasi dan banyak lagi. Nantinya, sebagai technical writer akan dituntut untuk mampu menyajikan bahasa yang sederhana dan juga bisa gampang dimengerti oleh khalayak banyak.

4. Listening

Mendengarkan kata per kata hingga kalimat dalam bahasa Inggris adalah kemampuan yang harus dimiliki untuk dapat memahami apa yang sedang disampaikan oleh orang lain dengan sangat baik. Pembelajaran listening ini identik dengan audio, biasanya kelas ini diselenggarakan di dalam lab bahasa dimana satu per satu mahasiswa diwajibkan menggunakan headphone untuk bisa mendengarkan audio yang diputarkan menggunakan kaset lebih jelas tanpa adanya suara gangguan dari luar. 

Pada praktiknya, seringkali setiap kami diberikan modul pembelajaran lalu mengisi jawaban dengan mencari clue yang dibacakan oleh kaset yang diputarkan, kemudian masing - masing kami diminta untuk menyimak dan mendengarkan secara seksama apa yang sedang disampaikan. Kuncinya harus teliti dan fokus agar kita bisa mendapatkan jawaban yang tepat. Intinya, kelas listening menjadikan fokus adalah yang utama. Setelah itu, mahasiswa pun interaksi tanya jawab dengan cara diskusi dengan dosen mengajar di kelas mengenai pemecahan dan apa isian yang tepat untuk mengisi pertanyaan yang muncul di lembaran soal. 

5. Speaking

Jika membaca, menulis, dan mendengar adalah kemampuan bahasa Inggris pasif, maka berbicara adalah kemampuan bahasa Inggris secara aktif. Berbicara menjadi kegiatan komunikasi untuk kita bisa menyampaikan pengetahuan, ide, gagasan, perasaan, informasi, saran, anjuran, rasa keberatan, kesedihan, motivasi atau hal lainnya sebagai awal dari interaksi pertukaran verbal antar sesama manusia. Hal yang penting dimiliki sebagai bekal seseorang secara aktif berbicara menggunakan bahasa inggris adalah dengan menguasai pronounciation, vocabulary and phrases yang baik agar lebih terarah dan memudahkan kita untuk bercerita, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang-orang sekitar. 

Tanpa adanya kosakata yang cukup, kita tidak akan lancar berbicara menggunakan bahasa Inggris dan perasaan gugup atau kurang percaya diri pun dengan sendirinya pasti akan muncul sehingga membuat kita menjadi malas untuk berlatih. Alhasil, kemampuan berbicara pun hanya sebatas itu - itu saja. Seperti mendapatkan dua keuntungan selain berlatih berbicara menggunakan bahasa asing, mata pelajaran ini juga melatih keberanian kita untuk mampu berbicara lebih aktif.

C. PROGRAM KEAHLIAN

Di semester ketiga, setiap mahasiswa jurusan Bahasa Inggris diperkenalkan kepada jurusan apa yang nantinya akan dipilih! Ketika di semester empat mahasiswa diberikan pilihan tentang ketertarikan pada potensi diri, minat dan bakat; kemana nantinya ingin bekerja dengan dua pilihan jurusan yang berbeda. Apakah akan memilih sebagai Translator atau kah Broadcaster?

1. Theory and Practice of Translation

Sebagai pemula, selama satu semester kedepan kelas yang diselenggarakan di dalam lab ini mengajarkan full - theory tentang ideologi penerjemahan yang merupakan sebuah ide maupun gagasan yang dapat memicu seseorang untuk memiliki pemahaman tertentu seperti menerjemahkan suatu sumber bahasa kepada bahasa lain yang ingin dituju seperti (English to Indonesia) atau sebaliknya. Pada praktiknya kegiatan ini dilakukan sebagai pengaplikasian sebuah terjemahan yang melibatkan berbagai metode, strategi atau teknik menerjemahkan dalam bentuk teks dengan mengedepankan aspek bahasa sumber dan juga bahasa sasaran yang dilakukan pada sebuah karya penerjemahan. 

2. TV dan Radio Broadcasting

a. Introduction of Broadcasting

Di dalam dunia penyiaran, penting untuk mengetahui bagaimana proses menciptakan dan mengemas suatu ide hingga menjadi sebuah program untuk bisa diproduksi dan juga disiarkan kepada khalayak lewat media massa. Konten yang dibuat pun harus memiliki daya tarik yang kuat agar tidak membosankan untuk dilihat dan juga didengarkan, meskipun sama sekali tidak mengubah fakta yang ada. Dan di balik itu semua, secara garis besar ada banyak hal yang harus dikuasai seperti apa itu etika pers; jurnalistik televisi; bagaimana cara penulisan naskah yang baik dan benar; serta seperti apa teknik reportase dan wawancara; mengenal jenis broadcasting equipment; dan masih banyak lagi.  

FYI, Broadcasting lebih fokus ke bidang penyiaran. Dan orang yang melakukan penyiaran disebut broadcaster atau penyiar. Broadcasting (penyiaran) adalah sebuah proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit, radio, televisi dan media lainnya. Introduction of Broadcasting.

b. Radio Broadcasting

Bagaimana caranya untuk belajar menjadi seorang penyiar agar bisa membuat listener tertarik mendengarkan siaran mereka tanpa pernah tahu dan bisa melihat seperti apa rupanya? Dan salah satu keberhasilan penyiar ialah pada saat ia mampu membuat pendengar tersebut bisa berimajinasi dengan kharismanya yang terpancar saat ia bersuara. Tidak sampai disitu saja, mahasiswa juga dilatih untuk menggunakan spoken language yang auditif serta dapat mengaplikasikan teknik berbicara yang tepat sebagai skill tambahan yang wajib dimiliki oleh seorang penyiar radio. Keterampilan yang dimiliki oleh potensi diri seperti ini biasanya tercipta secara naluriah, namun untuk mengasah skill tersebut seseorang terlebih dahulu harus mempelajarinya. Tidak cuma - cuma, aku berkesempatan untuk mendapatkan ilmunya secara langsung bahkan dari ahlinya karena beliau merupakan seorang penyiar yang sudah mempunyai jam terbang tinggi di Classy FM. Di kelas radio, kami diperkenalkan kepada dasar-dasar penyiaran (teknik dasar); lalu diajarkan pemahaman tentang siaran radio secara teoritis; juga untuk melatih keterampilan siaran radio secara praktis di dalam studio yang sudah di set - up di sebuah ruangan kecil di kampus menggunakan mixing lengkap, tidak jauh dari kelas yang biasa kami tempati. Oh iya, berbicara tentang radio tidak melulu tentang penyiar lho karena ada banyak tim lainnya yang seharusnya terlibat di dalamnya sebut saja script writer yang hasil naskahnya nanti akan dibacakan pada saat siaran, teknisi dll dan aku berkesempatan untuk mendapatkan ilmu pemahaman mengenai itu semua, blessed.

Siaran di radio kampus 107.9 Politeknik FM (Politeknik Negeri Padang jurusan Bahasa Inggris)

c. TV Broadcasting

Sebagai mahasiswa yang memilih melanjutkan program studi penyiaran juga tentunya harus dibekali oleh ilmu broadcast lainnya seperti dasar-dasar fotografi, teknik mencari dan menulis sebuah naskah berita, bahkan untuk yang berminat menggeluti bidang presenter sangat cocok untuk bisa mengulik lebih dalam seperti apa teknik olah vokal yang harus dikuasai oleh si pembawa acara. Sebetulnya penyiaran termasuk dalam kegiatan jurnalistik, dan seringkali kita mendengar istilah jurnalis, pewarta, dan lain - lain. Profesi ini sangat identik dengan penulis skrip, pembaca berita yang nantinya bisa ditampilkan di dalam sebuah tayangan televisi. 

  • Film/Video Maker

    Di semester empat inilah kami lebih banyak berada di kelas praktek. Kelas yang menyenangkan itu dapat dirasakan justru di semester ini dimana perkuliahan tidak melulu tentang mendengarkan materi, tapi seringkali berada di outdoor, red:masih sekitaran kampus. Di sini tidak hanya belajar bagaimana caranya untuk bisa tampil di depan layar kaca saja tapi juga harus mengetahui bagaimana proses yang terjadi di balik layar itu sendiri, dari awal hingga akhir saat akan memproduksi suatu acara. Seringkali kami diberikan kesempatan untuk memproduksi sebuah karya, mulai dari produksi short video, documentary, film, dan project keren lainnya dengan melalui serangkaian tahapan.

    • Pre-Production

      Dimana setelah sebuah tim dibentuk, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah pembagian tugas. Nah, satu per satu akan diberi tanggung jawab serta peran yang harus diemban masing - masing dan juga dituntut untuk mampu bekerja sesuai dengan SOP (Standard Operational Procedure) yang telah ditentukan, seperti : melakukan riset terlebih dahulu, penulisan naskah yang statusnya sudah masuk ke final draft, menyusun jadwal dan menentukan budget, memilih siapa talent yang akan dilibatkan nantinya. Setelah itu membuat shot list, mencari tahu dimana lokasi syuting, mempersiapkan alat - alat dan juga kebutuhan yang akan dipakai pada saat produksi.

    • Production

      Produksi adalah proses yang paling menentukan keberhasilan penciptaan sebuah project. Semua yang sudah dipersiapkan dengan matang sebelumnya akan tercipta di situasi ini dimana proses shooting pun berlangsung. Dari awal, ada sutradara yang berperan penting dalam terciptanya situasi ini. Pada kondisi ini hampir seluruh team mulai bekerja. Seorang sutradara, produser atau line produser sangat dituntut kehandalannya untuk mengatasi kru dalam tiap tahap ini. Selain itu, DOP (Director of photography) juga menjadi kunci keberhasilan suatu tim karena jika dilakukan secara bagus dan profesional justru akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Belum lagi bantuan oleh teknisi yang bekerja untuk support kegiatan selama shooting seperti pengarah gaya, tim busana, penata rias, penata cahaya maupun tim produksi lainnya.
    • Pasca Production

      Setelah syuting selesai, hal yang harus dilakukan adalah editing video dimana dalam kegiatan ini seorang editor akan merekonstruksi potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera lalu di review sebelum hasil akhirnya benar - benar sudah bisa disebut layak tayang dan menjadi sebuah project film/dokumenter dan lainnya.

D. IT (Information and Technology)

1. Computer Application

Karena dunia industri sudah dikuasai oleh kecanggihan berteknologi, kampus pun merasa perlu membekali mahasiswanya dengan pembelajaran yang berhubungan dengan IPTEK. Bagaimana tidak, industri teknologi informasi sekarang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat modern dan yang memainkan peranan sangat penting dalam membentuk masa depan. Secara tidak langsung, kami akhirnya bisa mengenal ilmu dasar yang biasanya hanya diajarkan kepada mahasiswa jurusan manajemen informatika saja tentang bagaimana cara pengolahan data multimedia dan juga bermain dengan rumusan di Ms Excel. 

2. Multimedia in Use

Jika di sebuah fakultas biasanya akan fokus mengajarkan satu materi pembelajaran yang sangat spesifik saja, aku beruntung karena sudah memilih jurusan ini karena bisa mempunyai banyak kesempatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya sesuai dengan jurusan saja, tapi juga bisa mengenal materi pembelajaran lainnya. Di dalam lab komputer ini misalnya, kami diajarkan tentang proses pembuatan, digiting, dan memanipulasi komponen media. Materi pembelajaran multimedia ini sangat menarik karena bertujuan untuk memberi pemahaman tentang konsep pengantaran dalam mengenal komponen - komponen media digital seperti perancangan, warna, teks, gambar, suara, animasi, video, dan juga web. 

E. ILMU KOMUNIKASI

Relate dengan indikasi keahlian yang akan ditekuni nantinya sesuai dengan jurusan dan minat yang ku pilih yaitu broadcasting, kami pun diberi kesempatan untuk berada di kelas yang seringkali bertatap muka dengan berdiskusi, mengeksplor kemampuan diri untuk lebih terbiasa berbicara dan berpendapat satu sama lainnya hingga yang tidak pernah bisa dilupakan ialah berkesempatan untuk tampil di muka umum dan disaksikan oleh banyak pasang mata untuk melawan ketakutan diri saat menjadi central di tengah panggung di salah satu aula gedung perkuliahan di kampus Limau Manih, Universitas Andalas.

1. Communication Skill

Secara garis besar komunikasi adalah kemampuan alamiah dan keterampilan berkomunikasi adalah bakat. Ketika seseorang berbicara, itu disebut komunikasi. As a simple as berbicara itu juga harus ada ilmunya dan tidak asal berbicara saja. Berbicara itu gampang akan tetapi juga tidak mudah karena bisa saja disalah artikan jika maksud pesan dan tujuan yang ingin disampaikan tidak tepat terhadap sasaran. Nah kira - kira seperti itulah sedikit gambaran umum mengenai penerapan komunikasi di dalam kehidupan. Fungsi dan kegunaan juga bisa dijadikan bekal dan pembelajaran dengan menggunakan kemampuan berkomunikasi agar dimanapun berada, mahasiswa bisa bertutur dan menempatkan diri dengan baik termasuk ketika masuk ke dunia kerja nantinya.

2. Public Speaking

Pembelajaran ini masih berhubungan dengan mata kuliah sebelumnya karena kita akan selalu menggunakan teori komunikasi dalam public speaking, media massa, dan juga khalayak publik. Mengasah keterampilan berbicara untuk bisa tampil di depan umum sebagai komunikator yang baik menjadi hal dasar yang sangat dibutuhkan untuk seorang aku yang sangat pemalu ini apalagi sering demam panggung dan sangat - sangat tidak percaya diri. Bukan hanya aku saja, tapi untuk mahasiswa lainnya. Untuk typical Ilham, Dita, Widya, dll mungkin senang sekali berbicara apalagi bisa mendapatkan attention dari orang lain barangkali ini menjadi pembelajaran yang menyenangkan bagi mereka, akan tetapi tidak untuk ku karena hampir setiap pertemuan kelas selalu merasa gugup jika sedang tampil ke depan. Selain sebagai pembekalan untuk menghadapi presentasi yang akan dilakukan pada saat sidang akhir, ilmu ini juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sering menunjukkan bakatnya di kelas presenter televisi dan radio, yang suka berpidato atau berbakat menjadi MC (Master of Ceremony) sekalipun.

F. ADVANTAGE SKILL

1. Entrepreneurship

Sejujurnya di bangku sekolah kejuruan, aku sudah pernah belajar mata pelajaran ini sebelumnya. Dan di semester empat perkuliahan aku bertemu lagi dengan materi yang membahas tentang perkembangan, konsepsi maupun upaya-upaya yang dilakukan wirausaha dengan mengidentifikasi ide, konsep, dan strategi baru dalam merencanakan maupun mengembangkan sebuah usaha atau bisnis. Singkatnya adalah kami dilatih untuk bisa mencari gagasan, melakukan perencanaan dan bisa menjalankan usaha nantinya karena tujuan pembelajaran ini adalah agar mahasiswa mampu melakukan kegiatan/pekerjaan untuk mencapai suatu maksud dalam bidang perdagangan/perusahaan dengan mencari keuntungan, bahkan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain sekalipun.

2. Research Method

Mendekati semester akhir, setiap mahasiswa mulai diperkenalkan dengan metodologi penelitian sebagai mata kuliah pengantar yang diajarkan khusus sebagai bekal untuk menulis suatu karya ilmiah. Tujuan pembelajaran ini agar mahasiswa bisa memahami konsep, jenis dan mampu melakukan seluruh proses pada metode penelitian yang akan dikerjakan; selain itu kita juga dituntut untuk mampu menganalisis data hasil penelitian tersebut agar penulisan karya ilmiah ini nantinya bisa dipresentasi sesuai dengan hasil penelitian yang sudah dilakukan karena akan dipertanggungjawabkan di meja sidang sebagai tugas akhir. Pembahasannya kurang lebih tentang mengenal apa itu pengantar penelitian; identifikasi masalah; penentuan topik penelitian; landasan teori; kerangka konsep; hipotesis; dan metodologi penelitian.

3. Professional Etiquette

Dikarenakan lulusan lebih dipersiapkan untuk bisa langsung terjun di dunia industri untuk mendapatkan pekerjaan dan dituntut untuk bisa bekerja secara profesional, penting memberikan pembekalan melalui pembelajaran mata kuliah tentang konsep etika profesi ini. Yang pasti, mahasiswa dilatih untuk mempunyai nilai moral yang baik sebagai modal utama moralitas pada kehidupan di masyarakat tanpa kecuali di dunia kerja agar tidak terjadinya penyimpangan perilaku seperti tidak jujur, tidak bertanggung jawab, tidak berdedikasi, tidak menghargai hak orang lain, tidak adil dan semacamnya.

Comments