Melancong sampai ke Garut

Setelah belasan tahun tidak lagi menginjak Pulau Jawa, untuk pertama kalinya aku mendatangi salah satu kota kecil yang terkenal dengan oleh-oleh Dodol. Berangkat dari Padang dan singgah terlebih dahulu ke Medaan, punya calon abang ipar asal Garut, Jawa Barat mengantarkanku bisa mengeksplore tempat-tempat pariwisata yang tak kalah seru hingga mengambil penerbangan dari Bandara Polonia menuju Husein Sastranegara Airport. 

1. Liwet Asep Stroberi Kadungora

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Nasi Liwet Pa Asep Strobery yang kini sudah berganti nama menjadi Liwet Asep Stroberi Kadungora.

Berkunjung ke tempat ini, ada beberapa hal yang bisa di eksplore. 

Pertama, bangunan seperti buah stroberi yang identik sesuai nama.

Kedua, kuliner sunda yang bisa dinikmati di saung yang terletak persis di atas kolam ikan. 

 Menyantap makanan khas Sunda di dalam saung dan disajikan dengan hidangan besar menjadi agenda ku melepas penat usai melalui perjalanan udara dan darat seharian. Rasa penat pun seketika terbayarkan saat aku berkesempatan makan dan duduk di pinggir waduk sambil diiringi bunyi air kolam. 

Jauh dari hiruk pikuk, situasi seperti ini hanya membuat suasana perdesaan semakin terasa begitu kental. 

Ketiga, ada perahu atau sampan yang bisa dinaiki di tengah-tengah waduk.

Keempat, bagi yang datang bersama anak-anak, disini juga terdapat fasilitas sewa kuda segala.

Kelima, berkesempatan foto dengan artis.

bertemu Regina Ivanova, jebolan Indonesian Idol 
yang sedang berlibur di Garut

2. Alun-alun Garut (0 Km)

Di hari kedua, aku bersama rombongan mendatangi Alun-alun yang terletak di Jl. A. Yani, Kec. Peminggir Garut Kota. 

Tidak jauh dari lokasi sebelumnya, kemudian melanjutkan berfoto di dekat Pendopo Garut yang digadang-gadang berpotensi sebagai wisata bersejarah di Kota ini.

3. Kawah Darajat

Jika tadi memulai perjalanan dari pusat kota, kini sedikit bergeser ke daerah Pegunungan yang berada di Desa Padawaas, Kec. Pasirwangi yang berjarak 1920 meter di atas permukaan laut.  

Yang menarik, warga lokal kemudian merekomendasikan kami untuk membawa pulang beberapa bongkahan balerang yang dihasilkan dari kawah gunung, konon bisa dijadikan sebagai masker kecantikan pada wajah.

4. Belanja oleh-oleh

a. Khasna Sentra Oleh-Oleh Priangan

Mulai cicil oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Sumatera, setelah seharian puas berkunjung ke kawasan wisata Garut akhirnya kami melipir ke Khasna Sentra Oleh-Oleh Priangan yang menjual dodol Prima Rasa.

b. Pasar Guntur

Baru beberapa hari disini, namun lidahku sudah menjajal berbagai olahan bakso aci khas jajanan Sunda, mulai dari cuangki, cimol, cilok, cireng hingga cilung yang dijual oleh abang-abang gerobak hingga mendatangi langsung pasar tradisional untuk berburu kuliner lokal menggunakan alat transportasi becak dan dikayuh oleh warga lokal.

c. Chocodot


Setelah membeli beberapa oleh-oleh dodol hingga berburu olahan aci di pasar tradisional, kemudian aku bergeser ke pusat oleh-oleh cokelat khas Garut yang begitu terkenal.

5. Cipanas

Selain terkenal dengan olahan bakso aci, nama tempat di Jawa Barat juga identik dengan awalan Ci- (Cipanas, Cilebut, Cihamplas, Cicadas hingga ci-ci lainnya).

Diketahui, awalan Ci- yang biasa digunakan untuk penyebutan nama kota memilih arti air.

Setelah puas menjajal lidah, mengunjungi kawah hingga berbelanja di tempat oleh-oleh, malam harinya aku berkesempatan untuk menghangatkan diri dan mandi dengan air panas asli yang berasal dari pegunungan. 

Bukan hal asing jika Garut dikenal akan air dan cuaca dingin khas pegunungan. Oleh karenanya, menghangatkan tubuh dengan mandi air panas di Kota Garut pada malam hari semakin berasa saat disuguhi Wedang Jahe.

Comments