Nge-gym tanpa instruktur, apa itu latihan otot?
Gym
Salah satu bentuk persiapan diri sebelum memasuki Aviation Academy, aku dianjurkan untuk memiliki porsi tubuh yang lebih ideal. Pastinya, untuk mengikuti persiapan bekerja sebagai Pramugari di salah satu maskapai penerbangan domestik maupun internasional, tak hanya dibutuhkan kesiapan mental hingga resiko namun juga bentuk tubuh yang proporsional. Meskipun sudah terlihat ideal, menurut angka dan juga data, dengan tinggi badan 167 cm aku dituntut untuk mengurangi 5kg lagi untuk bisa mendapati berat badan 57kg.
Hal itu kemudian menjadi PR khusus bagiku hingga pertama kalinya tepatnya 2008 silam, aku mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan olahraga di pusat kebugaran yang letaknya persis di depan Polres Kota Solok.
Dulu, tempat Gym belum marak seperti sekarang. Untuk menuju kesana, aku hanya menempuh 900 meter dari rumah untuk bisa tiba di GOECI Fitness & Aerobic yang lokasinya persis di depan Polres Solok Kota. Canggung rasanya lulusan SMA ini harus olahraga bareng anggota kepolisian hingga tentara, belum seperti sekarang dimana wanita sudah terlihat sangat biasa mendatangi tempat gym dan bertemu lawan jenis mengenakan baju sporty.
Ada hal menarik ketika pertama kali memegang alat, tanpa dibantu oleh instruktur atau melakukan riset terlebih dahulu. Aku masih buta ilmunya.
Kira-kira bagaimana caranya menggunakan alat fitness?
Sempat menjadi bahan ledekan, berjalannya waktu pelan-pelan aku terbiasa menggunakan alat fitness di pusat kebugaran meskipun di awal-awal, sempat ada fase dimana aku tidak paham bagaimana seharusnya cara menggunakan barbell, dumbbell, bench, cable crossover machine yang baik.
![]() |
| Leg press machine |
Target apa yang harus dicapai?
Lantas, bagaimana caranya agar bisa selalu menjaga nutrisi yang baik?
Bukannya mendapati bentuk timbangan berat badan yang diinginkan, massa otot pun bertambah sekalipun bentuk tubuh jauh lebih padat. Bahkan, aku baru mengetahui jika hal yang selama ini ku lakukan itu salah. Pantesan udah capek-capek melakukan olahraga angkat beban tapi timbangan tak kunjung berkurang, bahkan aku masih sangat awam dengan hitungan kalori makanan yang dimasukkan ke dalam mulut, apa jenis makanan yang seharusnya dijauhi atau berapa kalori per masing-masing makanan tersebut. Mungkin bukan aku satu-satunya orang kolot yang beranggapan jika diet itu sama sekali nggak usah makan namun tetap konsumsi cemilan atau junk food tanpa batasan. Terbukti, bukannya miliki tubuh ideal yang ada Gerd ku sering banget kambuh.
![]() |
| GOECI Fitness & Aerobic |
Masing-masing memiliki tujuan yang beda-beda, aku dan duo Chintya ini sepakat untuk rutin berkegiatan bareng di sana. Bagiku, janjian workout setiap sorenya dikerjakan bukan karena semata ingin memiliki tubuh ideal melainkan keseruan lain untuk bisa melakukan aktivitas di luar rumah bareng teman yang mungkin masih sangat jarang dilakukan anak muda seusiaku.
Aku yang sebelumnya rela undur jadwal kuliah satu tahun hanya untuk persiapan menjadi Flight Attendant, kemudian Chintya Hakitorosy yang sedang persiapan masuk polwan hingga Olivia Chyntia yang hobi berolahraga. Sayangnya, kalori yang sudah dibuang sedemikian rupa tersebut harus diisi lagi dengan kebiasaan nongkrong sepulang olahraga karena memilih jajan mie ayam dan air cincau. Perilaku sia-sia yang tampaknya berlangsung cukup lama.
Usai orangtua memboyong ku pindah ke kampung halaman, membuat akses bolak-balik rumah ke tempat gym cukup jauh, menjadi alasanku mulai jarang mendatangi pusat kebugaran seperti biasa. Selang berapa bulan saja, tubuh yang selama ini terbiasa berolahraga mendadak kaget karena berhenti dalam kurun waktu yang cukup panjang hingga menjadi suka makan. Ketika massa ototku mulai kendur, tubuh ku mendadak jadi gampang melar karena off sekian lama hingga inilai yang menjadi sebab akibat aku memiliki tubuh bongsor dan berkelanjutan seperti sekarang.
Zumba & Aerobik
Tak butuh waktu lama aku kembali melakukan aktivitas kardio jenis zumba dan aerobik. Meskipun harus menempuh perjalanan 9-10 KM dalam sekali perjalanan. Aku berhasil menelusuri satu per satu sanggar senam yang ada di Kota Solok tergantung siapa saja yang bisa di ajak aerobik bareng. Lidya Handayani hingga Mutia Vanessa menjadi teman senam ku kala itu.
Tak hanya satu tempat yang pernah ku kunjungi, akupun juga mengunjungi beberapa tempat lainnya, hingga beberapa tahun kemudian, aku baru menyadari jika tempat tersebut merupakan sanggar senam aerobik PLN di bawah kepengurusan mama mertua.
![]() |
| Sanggar Ria Miranda, Padang |




Comments