Cerita anak kampung: Hal yang cuma bisa dilakukan di kota besar
1. Main Komputer
Ketika aku lebih banyak menghabiskan masa kecil di kampung, liburan ke Kota Medan menjadi ajang pembuktian agar tidak begitu ketinggalan dengan perkembangan zaman. Pada masanya, punya komputer pentium 4 sudah menjadi level tertinggi tahta anak-anak generasi 90an.
![]() |
| Komputer jadul yang masih menggunakan disket |
Bermain games Zuma maupun Feding Frenzy di komputer, playstation, nintendo adalah jenis permainan anak-anak kota besar yang juga dimiliki oleh Bang Indra dan kakak-kakak sepupu yang lain yang juga bisa turut ku nikmati ketika bertandang ke sana.
2. Bermain dengan anak komplek
Lekat dengan permainan tradisional, mengunjungi kota Medan menjadi kesempatan pula bagi anak kampung sepertiku untuk berbaur dengan anak-anak seumuran di Komplek sembari bermain sekuter dan sepatu roda, adalah dua hal yang dianggap sangat mewah pada masanya.
3. Jalan-jalan ke Mall
SUN PLAZA
a. Main di Timezone
Mengunjungi plaza/mall kemudian menjadi satu dari sekian hal yang hanya bisa dinikmati di kota-kota besar. Belum afdol liburan ku jika tidak mengumpulkan karcis Time Zone yang bisa ditukarkan kembali dengan peralatan sekolah terbaru.
b. Belanja kebutuhan sekolah di Gramedia
Beli pensil susun, Pulpen warna warni, orji, isi binder hingga tas sekolah menjadi kesenangan ku saat pertama kali masuk ke Gramedia. Ada satu momen dimana koleksi Mickey Mouse dan Disney ku bergeser ketika wabah Meteor Garden sempat membius anak milenial.
c. Photobox
4. Foto Studio
5. Makan di Restoran (Fastfood)
A&W
![]() |
| Belanja aksesoris di NAUGHTY hingga Stoberi |
Selain pernak pernik sekolah, masuk ke Naughty dan Stroberi untuk sekedar beli jepitan rambut dan aksesoris menjadi satu dari sekian banyak mandatory activities ku selama liburan di Kota terbesar nomor tiga Indonesia tersebut.
Punya banyak kesukaan, selain coca cola menjadi fav-drink, minuman soda Sarsaparilla A&W yang ditambahkan float sejauh ini masih menjadi kesenangan yang bisa langsung mengingatkanku dengan momen masa kecil, bahkan belum ada yang bisa menggantikan kenikmatannya sekalipun dijejerin dengan produk lain yang serupa.
WAROENG STEAK & Papa Ron's Pizza
Dulu, makan steak menjadi hal yang jarang bisa didapat. Makanya, setiap kali liburan kesini menjadi kesempatan bagiku untuk menyambangi WS yang terletak di Jl. Sisingamangaraja.
Begitu juga jika mendengar ajakan makan Pizza. Jika akhir pekan seringnya di ajak menginap ke rumah Om yang ada di Padang, bahkan di Sumatera Barat cuma membuka gerai Pizza Hut, lain halnya jika berkunjung ke kota Medan karena bisa mengunjungi Papa Ron's Pizza salah satunya yang terletak di Jl. Gajah Mada.
![]() |
| Dinner di Papa Ronz Pizza |
6. Berenang
KOLAM RENANG IKIP UNIMED
Mengunjungi pemandian umum yang ada wahananya kemudian menjadi satu dari sekian agenda liburan yang tidak pernah ke-skip setiap tahunnya. Di drop oleh Bang Indra kemanapun pergi bersama Della menggunakan roda empat lalu kembali dijemput saat kegiatan usai. Bahkan jika selama ini aku kerap berenang di Sungai yang diikuti oleh arus, kini aku bisa memasuki area kolam renang yang identik dengan air kaporit.
7. Jalan Sore ke Taman
TAMAN ASRI
![]() |
| Santai sore menikmati danau buatan |
Tak hanya menikmati danau buatan hingga taman burung saja, pengunjung juga disajikan pemandangan perumahan elite yang berjejeran ketika mengunjungi kawasan ini.
![]() |
| Komplek Cemara Asri, Medan |
Menjadi salah satu ibukota yang didominasi oleh penduduk Chiness, bangunan Maha Vihara Maitreya yang selama ini dikenal sebagai tempat ibadah umat Budha juga bisa dijumpai ketika berkunjung ke sini.












Comments