Ulangtahun ke-11

Menuju angka 11 Tahun, pre-teens ini tengah bersiap meninggalkan masa kanak-kanak dengan perayaan ulangtahun sekaligus pesta perpisahannya bersama teman bermain, teman sekolah di SD inpres sekaligus teman mengaji karena sebentar lagi akan beranjak ke bangku SMP.  

Semuanya teman adalah prinsip kehidupan orang-orang yang tinggal di Desa. Olehnya, aku tumbuh menjadi pribadi yang lekat dengan warga sekampung dan tidak bisa melepaskan diri dari agenda bermain dan bermain, mulai dari pulang sekolah hingga sebelum adzan magrib berkumandang. 

Pada masanya, aku adalah anak kampung yang memiliki logat bicara begitu khas. 

Di sisi lain, meskipun tren yang masuk di desa tidak secepat apa yang anak-anak perkotaan dapatkan, ada fase dimana apapun atribut yang dikenakan di tahun-tahun tersebut pasti ada kaitannya dengan Meteor Garden (F4). 

Bukan typical anak yang suka mengadakan perayaan setiap tahunnya, tradisi tiup lilin dan potong kue sejujurnya hal yang cukup asing bagiku. Ayah dan ibu, lebih memilih mengucap banyak do'a, berterimakasih dan menyebutkan harapan secara nyata tepat sebelum pukul 18.30 WIB, sehabis magrib di tanggal tersebut setiap tahunnya. Tradisi ini berlangsung hingga aku tumbuh memasuki fase dewasa. Saat itu, entah mengapa di perayaan ulangtahun ya ke-11, ayah dan ibu juga turut memeriahi dan tentunya menjadi sumbangsi terbesar atas perayaan sederhana tersebut.

Bahkan anak yang kehadirannya ditunggu-tunggu lebih dari 7 tahun penantian, akhirnya kini berusia 11 tahun.

Lihatlah! Hampir seluruh teman bermainku semuanya hadir disini. Mulai dari kerabat yang sepantaran, teman kelas hingga adik-adiknya pun turut memeriahkan acara yang sederhana ini.

Keseruan kemudian berlanjut ketika orang-orang yang terpilih berdasarkan permainan balon disuruh melakukan aksi yang terdapat dilembaran tersebut sesuai dengan instruksi yang dicantumkan. 

Salaman dengan cowok yang disukai ataupun menjadi pragawati.

Comments